[6/15] ISA AL MASIH DALAM AL-QUR'AN DAN BIBEL.....


Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.

                       Topik keenam : Seputar penyaliban Nabi Isa ...4)
                                 Kenaikannya keatas langit.............
                                                                       
Adalah  telah menjadi keyakinan sebahagian besar Umat Islam  ini  bahwa
ketika  penyaliban Isa terjadi, setelah Tuhan merubah  wajah  si  Yudas
pengkhianat  itu   dengan wajah Isa selanjutnya orang  Yahudi  menyalib
Yudas yang mereka sangka Isa itu beramai-ramai. Kemana Isa ketika  itu?
Apakah Yudas pengkhianat itu tidak berteriak-teriak mengatakan bahwa ia
adalah  bukan  Isa  sebenarnya? Tidak ada bukti secuilpun  dikemukakan,
baik  oleh orang-orang Islam maupun orang-orang Kristen tentang  adanya
kekeliruan  akan  orang  yang disalib itu. Baik Kristen  maupun  Yahudi
menyakini  betul  bahwa  orang  yang  disalib  itu  adalah  benar-benar
Yesus... bukan Yudas sebagaimana yang disangkakan Muslim yang mayoritas
ini.   Apa  yang  dijadikan landasan oleh umat Islam untuk  membuktikan
bahwa  orang  yang disalib itu adalah Yudas dan Isa sendri diangkat  ke
langit?

Umat  Islam  yang Mainstream ini nampaknya menjadikan QS: Annisa'  ayat
158  dan  Ali  Imran  55  sebagai hujjah untuk  membuktikan  bahwa  Isa
diangkat  kepada-Nya,  yang sebahagian besar mereka  mereka  memahamkan
dengan  diangkat kepada-Nya ( baik itu kelangit...atau tidak ditentukan
arah  pengangkatannya...) secara jasmani demi  menyelamatkan  dia  dari
amukan  kemarahan  dan penyaliban yang dilaksanakan oleh  kaum  Yahudi.
Kata  "rafa'ullahu ilaihi" dan "  "warafi'uka ilaiya" pada  kedua  ayat
itu  telah  ditafsirkan  secara langsung  oleh  mereka  dengan   "telah
mengangkat  Isa  kepada-Nya" dan "mengangkat kamu (Isa)   kepada  -Ku".
Kata  mengangkat disini umumnya mereka tafsirkan dengan mengangkat  Isa
secara  jasmani  kepada-Nya  (...sebahgian  menafsirkan   kelangit  dan
sebahagian  lagi  tidak perlu merasa tahu arah dan maksud  pengangkatan
itu).

Kita  dengarkan pula apa yang dikatakan KELOMPOK SEMPALAN  itu  tentang
pemahaman  kedua  ayat  ini.  "Rafa'ullahu  ilaihi"  ...  diangkat  Isa
kepadanya. Mereka memahami pengangkaatn disini tidaklah secara  jasmani
tetapi  secara  kiasan  ...  yang  diangkat  disini  adalah  derjatnya,
kemuliaan  Isa  itu sendiri ditinggikan oleh Allah,...  dan  menjadikan
orang  yang  mengimaninya itu sebagai kelompok yang mengungguli  mereka
yang memusuhinya (yakni kaum Yahudi) sampai hari kiamat. Pemahaman  ini
diperkuat  lagi dengan mengartikan "warafi'uka ilaiya" ....  mengangkat
derjatmu   (Isa)   kepada-Ku,   selanjutnya   diikuti   oleh   lanjutan
ayat..serta membersih kamu dari orang-orang yang kafir, dan  menjadikan
kamu  dan  orang-orang  yang mengikuti kamu  diatas  orang-orang  kafir
hingga  hari  kiamat.......(Lihat lagi QS: Ali Imran 55  dan  An-Nisaa'
158).

Kalau  kita  lihat  lagi kata "inni mutawaffika" yang  mendahului  kata
"warafi'uka  ilaiya"  pada QS: Ali Imran 55  ini  jelaslah  pula  bahwa
warafi'uka  ilaiya  adalah  terjadi sesudah "mutawaffika".  Mutawaffika
berarti   mewafatkan...   mematikan...  menyampaikan   keakhir   ajal..
mendahului  pengangkatan  kepada-Nya. Jadi disini  jelaslah  bahwa  Isa
dimatikan  dahulu  baru  diangkat kepada-Nya.  Kalau  diartikan  secara
harfiah  bahwa  setelah Isa dimatikan oleh Allah baru diangkat  kepada-
Nya.  Kalau pengangkatan itu itu kita artikan secara jasmani...tafsiran
itu lebih konyol lagi dimana  sesudah kematian Isa, jenazahnya diangkat
kepada  Allah secara jasmani, yang tentu saja semua orang yang  berakal
akan mengetawakan tafsiran yang nyeleneh ini.

Jadi  bagaimana hal ini sesungguhnya? Persekongkolan orang-orang Yahudi
dalam  penyaliban  Isa telah menjadikan Allah menunjukkan  kebenarannya
yang   menunjang  Rasul  yang  diutusnya.  Penyaliban  Isa  betul-betul
terjadi...   tetapi  Allah  tidak  menjadikan  Isa  itu   mati   diatas
salib...(Allah  tak  perlu takut dengan orang Yahudi  kemudian  merobah
wajah orang lain mirip Isa selanjutnya melarikan Isa keatas langit....)
dia   hanya   pingsan...  seakan-akan  mati,  dan  orang-orang   Yahudi
melihatnya   betul-betul   mati...  pada   hal   tidak.   Allah   telah
menyelamatkan  Isa  dari  penyaliban  itu...  dan  menjadikan  Isa  dan
pengikut-pengikutnya   mengungguli  golongan   Yahudi   yang   berusaha
menyalibnya itu sampai hari kiamat kelak .

"Inni  mutawaffika  warafi'uka ilaiya"........  Sesungguhnya  Aku  akan
menyampaikan  kamu  kepada  akhir ajalmu  (mewafatkan)  dan  mengangkat
derjatmu kepada-Ku (meninggikan derjatmu lebih tinggi lagi). Kapan lagi
kemuliaan Isa dapat dilihat atau dibuktikan kalau tidak sesudah  beliau
itu  mati  secara  wajar... dan pengikut beliau diunggulkan  atas  kaum
Yahudi  yang  memusuhinya.  Rafa'a disini  tidak  lain  artinya  adalah
mengangkat  derjat atau kemuliaan.  Dalam shalat kita, kita  senantiasa
berdo'a  "warafa'ni"  ....  angkatlah  aku.  Apakah  kita  minta  Allah
mengangkat kita secara jasmani ? Tentu saja tidak karena, kita  mendo'a
kepada  Allah agar Allah berikan kemuliaan pada kita dengan  mengangkat
derjat kita.......

bersambung

Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin,
Jalan Rambutan B-32
Telp. (+62-0765) 93072
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke