Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Adakah yang bisa membantu:
Adik saya ingin sekali berangkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah
haji dalam tahun ini. Adakah alamat/biro yang dapat dihubungi dalam keadaan
tiba-tiba ini. Jika ada tolong saya dihubungi segera dan atas bantuannya
saya ucapkan terima kasih.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
----------
From:
[EMAIL PROTECTED][SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Tuesday, March 09, 1999 5:02 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [Tasawuf] Istiqomah dalam mencapai ridha Allah
[rizal wrote]:
>Yang menjadi pertanyaan saya adalah "bagaimana cara kita bisa
Istiqomah
>dalam mencapai ridha Allah di dalam kondisi zaman yang seperti
sekarang
>ini". Zaman yang begitu banyak godaan dan begitu banyak perbuatan
tercela
>yang dianggap hal biasa.
>Terlalu sering saya mencoba untuk ke-arah kebenaran dan sesering
itu pula
>saya tergelircir kembali ke-arah ketidakbenaran.
Istiqomah.... oh... Istiqomah......
Begitu sempurna Tuhan mengukir wajahmu..
Melati yang mekar di hatimu....
Wanginya merasuk keseluruh pembuluh darahmu....
Begitu harum keringatmu wahai Istiqomah.....
Segala tingkahmu seharum melati hatimu.....
Hujan dan badai tak mampu menepis asamu...
Hingga akhir hayatmu....
Engkaulah Istiqomah sejati....
Engkaulah Sang Khusnul Chotimah.....
(Check...chk...chk... berpantun ni ye...)
Pantun cengeng spontanitas di atas timbul, karena judul tulisan mas
Rizal
tentang Istiqomah, membuat angan-angan saya jadi sentimentil dan
romantis,
juga karena 'istiqomah' itu banyak dipakai sebagai nama seorang
wanita.
Gambaran saya tentang si Istiqomah itu sepertinya seorang wanita
yang
cantik wajahnya, aklaknya mulia, pakaiannya selalu bersih,rapi
sempurna
menutupi auratnya.
Sesaat kemudian pikiran saya melambung... istiqomah ibarat pakaian!
Dia adalah pakaian yang menghangatkan disaat kedinginan,
Dia menyejukkan di saat kepanasan,
Dia memeberikan keagungan dalam kesederhanaan,
Dia memberikan ke-anggunan tanpa kesan kesombongan,
Dia menampakkan kesahajaan diantara kemewahan,
Dia menampilkan sosok berkepribadian dan keteguhan.....
Dia...perkasa...sabar...rendah hati...tawakal.... dia.....
dia....dia....
Istiqomah itu adalah perjuangan.
Istiqomah si cantik jelita yang asli itu mempunyai suatu pertanda
khusus
(versi wargino), yaitu "Khusnul Chotimah". Jadi yang namanya Khusnul
Chotimah
pasti dia-lah si istiqomah.
Kalau istiqomah itu suatu perjuangan, tentu ada sasaran, system
pertahanan
dan strategi perjuangan.
SASARAN
=======
Sasaran itu tidak mesti harus yang paling ideal (menurut saya sih).
Tapi
sesuatu yang membakar jiwa (the burning desire). Karena inilah yang
akan
mengobarkan api semangat untuk berjuang tanpa kamus surrender.
Kalau sasaran itu ikut-ikutan orang lain (misalnya 'mencari ridlo
Allah')
sasaran itu baik tapi kalau itu bukan yang membakar semangat kita,
pada
akhirnya kita akan loyo... dan jatuh tersungkur. Lalu ketemu si nona
jelek
"Su'ul Chotimah" keponakannya si Abdul Munafiq. Makanya nggak usah
ikut-
ikutan pakai target orang lain kalau itu hanya membohongi diri
sendiri.
SYSTEM PERTAHANAN
=================
Namanya orang berjuang ya sudah pasti banyak halang-rintangnya.
Capek,
putus asa, dan berbagai ilusi itu akan menjadi musuh dalam selimut.
Yang bisa membantu proteksi diri dari hal tersebut, antara lain
selalu
mengingat sasaran yang membakar tersebut. Agar api itu menyala lagi.
Yang KEDUA adalah kita senantiasa bersandar kepada sandaran Yang
Maha Kokoh
tidak lain Allah Al 'Aziz (Q.S 2:107; 3:150; 4:45; 7:200; 9:116
dsb..)
Jangan pernah membiarkan kesangsian akan perlindungan Allah. Inilah
yang
merusak system pertahanan sendiri.
Yang KETIGA, sadari bahwa kita tidak sendiri dalam berjuang.
Ribuan bahkan jutaan manusia sama-sama berjuang. Bahkan semua makluk
hudup
harus tetap berjuang untuk memperthankan existensinya.
Orang sering bilang pohon itu semakin tinggi semakin kuat juga
anginnya.
Kalau kita hanya ingin seperti rumput yang tak pernah merasakan
kuatnya
terpaan angin, ya hanya bakal jadi makanan ternak, dikencingi
ternak,
diinjak-injak, kalau ada air mati, datang air hidup lagi, kering
mati lagi
datang hujan hidup lagi dst....
Kalau kita menginginkan iman kita hidup-mati seperti rumput itu,
saya pikir
tidak perlu berjuang mati-matian.
Lain halnya pohon Jati, pohonya tinggi, siap berjuang melawan
ganasnya
angin.
Di musim kering dia menggugurkan daunnya untuk mengurangi penguapan,
namun
akar tunjangnya menghujam kedasar bumi untuk mencari air kehidupan.
Tetap
hidup dalam segala cuaca. Kayunya menjadi primadona karena bagus,
kuat dan
memiliki ketahanan terhadap cuaca yang luar biasa...
Yang KEEMPAT, setiap perjuangan pasti ada hasil. Ingat ini!
STRATEGI PERJUANGAN
===================
"Do what you need, don't do what you want"
Seringnya kita terjerumus kejurang kegelapan itu kebanyakan karena
kita
suka melakukan apa yang INGIN kita lakukan, tapi tidak melakukan apa
yang
PERLU kita lakukan.
Lakukan yang PERLU sekalipun tidak INGIN.
Jangan lakukan jika tidak PERLU sekalipun INGIN.
Tentu timbul pertanyaan, kalau referensinya hanya PERLU dan INGIN,
tentu
akan jadi subyektif?
Harapan saya tidak demikian. Kita sudah mempunyai hukum-hukum
syariah yang
baku. Yang saya maksud PERLU disini bilamana syariah menyuruhnya.
Janji Allah sudah pasti kebenarannya. Mari kita renungkan firman
Allah
dalam surat An-Nisa':175 di bawah ini :
"Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh
kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam
rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan
menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya".
Kurang lebih mohon maaf,
Wassalamu'alaikum wr wb,
Wargino
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong):
[EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong):
[EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis :
http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)