Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu'alaikum wr.wb.

----------
From:   Yogi Ahmad
Erlangga[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Reply To:       [EMAIL PROTECTED]
Sent:   Saturday, March 13, 1999 10:20 AM
To:     [EMAIL PROTECTED]
Subject:        [Tasawuf] Mirza Ghulam Ahmad, Nabi?

[2/3] TANGGAPAN  KEDUA......

Yogi:
>Lagi ia berkata, bahwa MGA pernah berkata tidak ada seorang
>pun yang   akan melawan hujjah-hujjahnya, dan ini terbukti.
>Benarkah? Tahun 40-50an   A. Hassan melakukan serangan
>terhadap pimpinan Ahmadiyyah di Indonesia   dan diajak Mubahalah.
>Tahun 60-70 seorang ulama Tasikmalaya Aminullah,   yang juga
>murid A. Hassan, melakukan serangan pula terhadap Ahmadiyyah.
>Sekali lagi bukti yang anda sampaikan ternyata tidak akurat. Dan
>jangan pula menyempitkan makna "menyerang" itu sebagai serangan
>terbuka, bahwa makna itu bisa luas sekali. Misalnya, serangan
>dengan   buku-buku, dakwah, dan penolakan. Puluhan buku yang
>menyerang Ahmadiyyah   telah dibuat, puluhan organisasi Islam
>menolak mengakui Ahmadiyyah  sebagai bagian dari Islam.

NS:
Tahukan anda bahwa A.Hassan Ulama dedengkot  Persis yang
menantang dan merupakan musuh sengit Ahmadiyah  itu pernah
menggapai-gapai tidak berdaya  kehabisan akal  dan ketiadaan
dalil sehingga tidak bisa mengemukakan hujjahnya untuk membantah
Maulana Abu Bakar Ayyub  dalam suatu peristiwa debat terbuka
pada tahun 1993 di Gang Kenari Jakarta itu ? Kapan pula  beliau
pernah  mengajak Pimpinan Jemaat Ahmadiyah untuk mubahalah? Dan
kapan mubahalah itu terjadi? Dan dengan siapa A. Hassan itu
bermubahalah? Ini adalah suatu omongan kosong dan fitnah yang
tidak bisa dibuktikan kebenarannya ...

Kendatipun tidak ada mubahalah antara A. Hassan dengan Pimpinan
Ahmadiyah ketika itu Maulana  Rahmat Ali , sejarah memang
mencatat  suatu tragedi yang cukup mengejutkan telah menimpa
A.Hassan dimana kematiannya pada tahun 1958 didahului  dengan
kedua kaki yang diamputasi akibat diabetes sungguh telah diyakini
oleh orang-orang Ahmadi sebagai  bukti janji dari Mirza Ghulam
Ahmad bahwa " Barang siapa yang menghinaku dan Jemaatku akan
dihinakan juga Allah"...

Peristiwa yang menimpa A. Hassan itu  adalah  merupakan bukti
untuk menambah keyakinan orang-orang Ahmadi bahwa setiap
penantang yang mendustakan dan menghinakan Jemaat Ahmadiyah
akan mengalami nasib yang tragis dalam kematiannya. Pernah
Maulana Rahmat Ali di tahun empat puluhan memperingatkan A.
Hassan agar menghentikan sikapnya dari mencaci-maki  dan
melemparkan fitnah terhadap Ahmadiyah  karena bagaimanapun
orang-orang Ahmadi memang meyakini bahwa beliau adalah Rasul
Alllah dan Imam Mahdi diakhir zaman ini. Rahmat Ali juga pernah
memprediksi  jika seandainya  A.Hassan tidak akan berhenti
menghina dan mencaci maki Ahmadiyah  (dan memang sepanjang
hidupnya A. Hassan tidak menghiraukan nasihat  ini)  maka Allah
akan  Allah memotong kedua kakinya sehingga ia tidak bisa
berjalan lagi...

Apa yang diprediksi oleh Maulana Rahmat Ali tentang A. Hassan
ditahun empat puluhan  ini menjadi kenyataan pada tahun lima
puluhan  dimana salah satu kakinya A. Hassan yang kena diabetes
itu  , menyebabkan dokter telah keliru mengamputasi kaki yang
lain. Akibat keliru eksekusi  dan diagnose dokter itu  tentang
amputasi itu maka tak bisa tidak maka kedua kakinya terpaksa
direlakannya dipotong  sebelum maut menjemputnya di tahun 1958
itu.  Sebenarnya hal ini tidak layak untuk dibincangkan di milis
ini karena menyangkut orang yang telah mati, tetapi karena anda
hendak mencoba menghinakan Ahmadiyah maka saya terpaksa
menceritakan hal ini sekedar memperingatkan anda  juga.

Memang benar bahwa puluhan buku telah dikarang untuk menentang
Ahmadiyah tetapi sayang sekali buku-buku itu hanya berisi fitnah dan
caci maki sehingga sama sekali tidak berhasil menyingkap
kepalsuan Ahmadiyah itu. Saya tdiak membantah bahwa sebagian
besar Ulama-Ulama sedunia telah berkonspirasi untuk
mengeluarkan fatwa  tentang "kekafiran dan kesesatan Ahmadiyah"
. Ini tidak mengherankan kami bahwa semua fatwa tentang



Ahmadiyah  itu
tidak secuilpun mempergunakan Al-Qur'an dan
Hadits sebagai landasannya.

Sebuah contoh di awal tahun delapan puluhan  dimana Almarhum
Buya Hamka sebagai Ketua MUI  juga merekomendasikan semacam
fatwa  tentang "kesesatan dan kekafiran Jemaat Ahmadiyah"
hanya berdasrakan "SEMBILAN BUAH BUKU"  tanpa sepotong pun
ayat Al-Qur'an yang dijadikannya  sebagai landasan fatwa itu.
Ketika orang-orang Ahmadi mencoba menanyakan kepada Buya Hamka
tentang judul "sembilan buku"  yang dijadikan  oleh MUI  untuk
referensi fatwa tersebut,  Ulama kesohor itu malah berang
dengan mengatakan bahwa fatwa MUI tentang Jemaat Ahmadiyah
bukanlah urusan orang-orang Ahmadi  dan itu adalah urusan
beliau sebagai Ulama untuk membendung ajaran Ahmadiyah agar
jangan menyesatkan orang banyak.   Judul sembilan buah buku itu
tetap saja misteri  sepeninggal wafatnya Buya bahkan sampai hari
ini masih menjadi tanda tanya terus  bagi Jemaat Ahmadiyah.
Sembari berseloroh orang-orang Ahmadi malah mengatakan bahwa
"sembilan buku" itu hanya isapan jempol belaka atau  buku-buku
yang disebutkan Buya itu adalah tanpa  judul dan bukan buku -
buku yang biasa dibaca  orang . Buku-buku yang dimaksud Buya
adalah semisal  "buku jari", "buku tebu", "buku bambu" atau
paling-paling buku-buku tulis  atau  buku-buku gambar yang
kosong .....

Yogi:
>Lalu ia mengatakan : bahwa janji MGA lainnya yaitu bahwa
>ajarannya akan   tersebar ke seluruh pelosok dunia. Sungguh,
>begitu banyak ajaran agama   (baru) yang dapat mencapai setiap
>ujung dunia. Allah berkehendak atas   segala sesuatu, man
>yahdillah fa la mudhillalhu wa man yudhlil fa la   hadiyalahu.
>Saya tanya : Jamaah mana yang besar pengikutnya diantara dua
> ini, Ahmadiyyah atau Protestant? Protestant adalah agama
>baru. Saya   tanya di Irja ada Ahmadiyyah atau tidak? Di Kutub
>Utara ada jemaah   Ahmadiyyah atau tidak? Di Mekkah ada jamaah
>ahmadiyyah atau tidak?   Terlalu sempit untuk mengatakan bahwa
>karena Jamaah Ahmadiyyah memiliki   kekhalifahan di London itu
>sudah membuktikan kebeneran janjinya dn janji   Allah. Setiap
>orang bisa merasakan suatu pengalaman batin dan secara
>apriori bisa mengatakan inilah yang benar. Sama seperti
>seorang maling   yang sangat menikmati setiap ia berhasil
>menggasak barang orang lain.

NS:
Banyak atau sedikit sebagai mana yang saya katakan pengikut
Ahmadiyah itu  ada dimana-mana.  Kita tidak berbicara secara
jumlah tetapi  secara kwalitatif sedikitnya dimana-mana memang
ada orang Ahmadiyah  kendatipun dalam jumlah yang sedikit.
Kendatipun mereka belum merupakan jemaah dalam satu negara
tertentu seperti di Arab tetapi secara  teratur mereka
senantiasa terikat dengan Jemaat  Ahmadyah seluruh dunia
dimana  mereka  berhubungan dengan  seorang pimpinan Khalifah
yang memang tidak ada duanya di dunia ini.

Di Amerika Utara ada angota Jemaat Ahmadiyah. Juga di Mekkah
ada anggota Jemaat Ahmadiyah kendatipun disana  tidak muncul
secara nyata karena kebanyakan Ulama-Ulama memang memusuhinya
dan mereka mencoba menghasut penguasa untuk  berbuat serupa.
Sebagai tantangan buat anda tolong tunjukkan salah satu saja
Jemaat Islam yang ada didunia ini , yang berada dalam satu
pimpinan Khalifah,  yang bisa "menyamai" Ahmadiyah  tak usah
melebihinya .... Kalau anda bisa mengetengahkannya, hal ini
cukup sebagai bukti bahwa Ahmadiyah adalah memang bukan Jemaat
Ilahi.

bersambung

Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin
Jalan Rambutan B-32,
Telp. (+62-0765) 93072 Duri 28884
Riau Daratan INDONESIA
------------------------------------------------------
[EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER.
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE.....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come.....
For further detail contact Ahmadiyya Mission  over the world.
------------------------------------------------




---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke