Muhamad Sigit wrote: >Sebagaimana nasihat Pak Sunarman, jangan berdiri di pinggir jalan saja. >Berbahaya!! Untung kalo cuman kesamber motor, meski tetap bengep. Gimana >kalau kesamber 'bis', bisa tewas. Bila kesamber 'mobil' bisa cacat. >Pilihannya cuma 2, ikut berjalan, atau pulang saja ke rumah. Karena di rumah >justru lebih aman daripada berdiri di pinggir jalan. Assalaamu 'alaikum wr. wb. Perumpamaan berdiri di pinggir jalan ini sudah 2 kali diutarakan dalam milis ini, jadi menarik juga apalagi ketika ditambah pakai bengep segala :-). Saya jadi pingin ikutan. Tadinya jalan tarekat ini ditutup rapat kanan-kiri dengan kawat berduri, tembok tinggi dst, sehingga banyak orang tak mampu melihat kendaraan yang lewat, bahkan mungkin tidak menyadari adanya jalan raya tersebut. Beberapa orang yang ada di jalan tersebut kemudian bersepakat untuk membuka sebagian tembok penghalang tersebut. Kalau tidak salah untuk memperkenalkan jenis-jenis kendaraan yang lewat di jalan tarekat ini. Memperkenalkan bahwa ada jalan raya, bahwa ada kendaraan yang lewat di sana, kemana tujuan kendaraan-kendaraan tersebut, siapa saja penumpangnya dll. Akibat dibukanya sebagian penghalang di kanan-kiri jalan, maka banyak orang ndeso yang berkerumun di pinggir jalan...maap namanya juga ndeso. Tujuan utamanya diharapkan sebagian dari orang yang berkerumun tsb tertarik ikut naik dalam kendaraan yang ada. Ternyata ada sebagian pengendara yang tidak sabar melihat orang-orang ndeso yang berkerumun tsb. Lha kalau orang yang berkerumun tersebut digebah, diusir agar pulang ke rumah saja maka ????? Menurut saya, dengan banyaknya orang yang berkerumun ini, pengendara sebaiknya jangan ngebut karena kasihan dengan orang-orang ndeso ini. Sebaiknya pengendara di jalan rada SABAR dan memperlambat kendaraannya sambil menerangkan kepada orang yang berkerumun tsb, bagaimana cara memperoleh kendaraan, naiknya dari terminal mana, kemana tujuannya dst. Kalau terganggu dengan orang-orang yang berkerumun di pinggir jalan maka mendingan ditutup saja lagi pinggir jalan tersebut rapat-rapat. Bahkan konon sebagian pengendara tidak mampu menjelaskan dengan baik jawaban dari sebagian orang yang berkerumun tersebut, barangkali karena masuk kendaraan tersebut juga tanpa disadarinya. Anehnya, kalian sendiri yang membuka tembok penghalang ini, kok sekarang mau mengusir orang yang berkerumun? Hehehe.... hampir 90% dari anggota milis ini adalah orang-orang yang berdiri di pinggir jalan, mengamati. Ada yang mengamati dari kejauhan, ada yang mengamati dari jarak dekat, ada yang terkesima dengan jalan tol ini sehingga rada nekat lewat batas aman :-) Semuanya dengan niat baik untuk melihat dari dekat jenis-jenis kendaraan yang lewat, bukan untuk menghalangi pengendara (meski secara sepintas memang begitu). Wassalaamu 'alaikum wr. wb. NB: Yang patut diusir adalah orang yang sudah memilih kendaraan, sudah tahu adanya jalan ini, tapi ngeteeem terus dan kerjanya cuman mengamati kendaraan lain yang lewat di jalan raya..... hihihi.... kalau yang ini memang patut diusir saja dari jalan raya....hehehe... atau di klakson keras-keras kalau tidak budeg. Saya ketawa ngakak, waktu pertama kali membaca perumpamaan tersebut, apalagi mengingat ada orang yang ternyata tidak sadar bahwa sudah punya kendaraan... hahaha... Sudah punya kendaraan tetapi masih bermental pengamat dan membiarkan kendaraannya berhenti di pinggir jalan. Memang dari dalam kendaraan akan lebih leluasa mengamati kendaraan lain yang lewat dibandingkan dengan yang belum punya kendaraan. Mungkin adanya orang yang naik mobil, apalagi mengaku mobil Mercedes benz tetapi malah cuman berhenti dipinggir jalan memang mengganggu pengendara lainnya, bwahahahaha....... > --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
