Sebuah tanggapan....[1/2]
     
     Syi'ah-Sunni  ,  dari  sebuah Seminar yang diprakarsai  MUI  untuk
     mengeluarkan  lagi orang-orang dari Islam..... 1/2
     
     Assalamu'alaikum wr.wb.
     
     Tertarik   untuk   memberikan  semacam  komentar  tentang   sebuah
     Seminar  Syi'ah  Sunni yang diselenggarakan sepihak  oleh  MUI  di
     Jakarta sebagai mana diberitakan oleh Republika 22 September  1997
     ,   berikut    adalah   komentar  saya   pribadi tentang   seminar
     tersebut...Ini  adalah  bagian pertama dari  dua  serial  komentar
     saya terhadap Seminar tersebut...
     
     Republika Online, Senin, 22 September 1997, menulis sbb:
     
     > Sulit Pertemukan Syi'ah-Sunni
     >JAKARTA ... Para ulama Sunni atau dikenal sebagai Ahlussunnah  wal
     >Jama'ah Indonesia sependapat tentang sulitnya mempertemukan  faham
     >Syi'ah dengan paham Sunni.
     
     Nadri:
     Ini  lagi  sebuah statemen yang dikeluarkan oleh Para  Ulama  Yang
     mengaku  sebagai  "ahlussunnah  wal  Jamaah  ...."  tetapi  sayang
     mereka   mengeluarkan  statemen  sepihak  saja  tanpa   mengadakan
     pertemuan   dengan  Ulama Syi'ah, yang ajarannya mereka  bicarakan
     dan  perbincangkan  dalam  Seminar tersebut.  Pertemuan  merekapun
     hanya  sepihak.... kemudian mereka lantas berteriak  beramai-ramai
     ...."sulit   untuk  mempertemukannya."  Sebuah  kesombongan,   dan
     keangkuhan   dan  merasa orang yang paling tahu tentang  Syi'ah  ,
     paling  benar dalam beragama Islam dan paling berhak untuk menilai
     kebenaran, keimanan dan ke Islaman orang lain....
     
     Republika:
     >Kesimpulan  itu  terungkap dalam Seminar Nasional tentang  Syi'ah,
     >kemarin (21/9). Acara yang diselenggarakan Lembaga Penelitian  dan
     >Pengkajian  Islam  dan  buletin  Gema  al-Irsyad  di  aula  Masjid
     >Istiqlal.
     
     Nadri:
     Panitia  Seminar  ini nampaknya sengaja hendak  mencari  "sensasi"
     dengan   mengadakan  Seminar  di  Masjid  Istiqlal  dan  berbicara
     tentang  suatu  aliran yang berpengaruh di Iran  dan  Iraq  tetapi
     sayangnya  mereka sama sekali tidak kenal secara  langsung  dengan
     ajaran  ini  ,  kemudian  mereka simpulkan  saja  diakhir  Seminar
     dengan  kata-kata seakan-akan mereka betul-betul  mengenal  aliran
     itu,  dan  seakan-akan mereka yang membikin kesimpulan  itu  lebih
     mengerti Islam yang sebenarnya katimbang orang Syi'ah yang  mereka
     katakan "sesat" itu...
     
     Republika:
     >Seminar  yang  dibuka  Ketua Umum MUI Pusat  KH  Hasan  Basri  itu
     >menampilkan  pembicara  KH Irfan Zidny MA (rais  Lajnah  Falaqiyah
     >Syuriyah  NU), KH Dawam Anwar (Katib Aam Syuriyah NU),  KH  Latief
     >Muchtar  MA (Ketua Umum Persis), KH Thohir al Kaff (Ketua  Yayasan
     >al-Bayyinat  Surabaya), Drs Nabhan Husein, Dr Hidayat  Nur  Wahid,
     >KH Ali Mustafa Ya'kub MA, dan KH Khalil Ridwan (Ketua BKSPPI).
     
     Nadri:
     Jelas  ini  adalah salah satu peran dan prakarsa dari MUI  "sebuah
     lembaga  yang mengklaim diri sebagai kumpulan para Ulama, pemimpin
     ummat  Islam  ",untuk  berfatwa "mengeluarkan  orang  dari  Islam"
     lagi...  sebagaimana  dilakukan mereka pada tahun  1980  dan  1984
     terhadap  Jemaat  Ahmadiyah  tanpa mengundang  orang-orang  Ahmadi
     yang  juga  mereka  fatwakan telah keluar dari Islam.....Pada  hal
     Rasulullah  SAW  bikin Seminar tentang Kristen di  Madinah  adalah
     dihadiri  oleh orang-orang Kristen dari Najran, tetapi MUI  dengan
     KH  Haji  Hassan Basri bikin seminar tentang Syi'ah  merasa  tidak
     perlu   untuk  menghadirkan  orang-orang  Syi'ah  untuk   didengar
     kesaksian  mereka,  dan tidak seorangpun dari  orang  Syi'ah  yang
     diundang....  Lihatlah  dari  list  perserta  yang   hadir   tidak
     seorangpun  dari  mereka  yang merupakan orang-orang  Syi'ah  atau
     setidak-tidak  cendekiawan yang netral semisal  Nurkholis  Madjid,
     Jalaluddin  Rahmat ataupun Abdurarrahman Wahid...  Seratus  persen
     yang  hadir  dan  memberikan  komentarnya  tentang  Syi'ah  adalah
     mereka  yang  sengaja telah memandang Syi'ah sebagai aliran  sesat
     tanpa  merasa  perlu mendengar pertimbangan lain dari  orang-orang
     yang  mengenal Syi'ah itu....Seakan-akan mereka adalah orang-orang
     pilihan  Allah  yang  lebih  mengenal  Syi'ah  dari  orang  Syi'ah
     sendiri....
     
     Republika:
     >Para pembicara dalam seminar tersebut banyak mengungkap fakta  dan
     >data tentang penyimpangan yang dibuat para penganut Syi'ah. Fakta-
     >fakta  yang  didasarkan  kepada sumber-sumber  tulisan  ulama  dan
     >pemimpin  Syi'ah  tersebut  pada  akhirnya  menyimpulkan  sesatnya
     >akidah para penganut Syi'ah.
     
     Nadri:
     Sebuah  lagu  lama,  dengan melodi baru dari MUI...Pepesan  kosong
     yang  dahulunya dibalut dengan daun pisang sekarang dibungkus  MUI
     dengan    plastik.   Mereka   mengatakan   telah     mengungkapkan
     fakta...Fakta  apa  yang  diungkapkan  para  peserta  seminar  itu
     tentang  penyimpangan penganut Syi'ah ? Lagi-lagi , mereka  hendak
     "menipu"   ummat   Islam  dan  menghasut  para   penguasa   dengan
     mengatakan  bahwa  mereka  mengungkapkan  fakta  penyimpangan  itu
     berdasarkan sumber-sumber tulisan Ulama Syi'ah, sebagaimana  fatwa
     MUI  ditahun 1980 Buya Hamka juga menyimpulkan sesatnya  Ahmadiyah
     berdasarkan  "sembilan  buah buku" yang sama  sekali  tidak  punya
     judul dan bisa dibaca itu....
     
     Republika:
     >Merujuk  kitab  karangan  Imam Khoemeini Al-Hukumat  al-Islamiyah,
     >Katib  Aam  Syuriah NU KH Dawam Anwar menerangkan  bahwa  kalangan
     >Syiah  menganggap  Alquran  yang  dimiliki  Sunni  berbeda  dengan
     >Alquran yang ada di tangan Imam Syiah (Imam Mahdi).
     
     Nadri:
     Apa  nggak hebat! Nama Imam Komeini mereka sebut-sebut pula  dalam
     Seminar ini.Saya kira tidak sulit untuk memperoleh Al-Qur'an  dari
     orang-orang Syi'ah, dan saya yakin  tidak  seorangpun dari peserta
     Seminar itu yang pernah melihat Qur'annya orang-orang Syi'ah  atau
     kalau  pernah  melihat telah sengaja berbohong  dengan  mengatakan
     adanya perlainan itu....Begitu mudahnya mereka menyimpulkan  bahwa
     ada  perlainanan antara Qur'annya orang Syi'ah itu  dengan  Qur'an
     yang  umum  dikalangan Mainstream Islam yang banyak  ini.  Tuduhan
     Qur'an  yang berlainan itu juga pernah dikemukakan oleh  Professor
     Ibrahim   Hossen  dari  MUI  terhadap  Ahmadiyah...  tapi   sampai
     sekarang apa yang beliau tuduhkan itu hanyalah fitnah yang  sampai
     sekarang tidak terbukti...
     
     Lihatlah  betapa tidak malunya mereka mengatakan hal ini,  seakan-
     akan  mereka  tidak mempercayai bahwa Al-Qur'an  itu  sampai  hari
     kiamat  tidak  bisa  dipalsukan  dan dirobah-robah  orang....Allah
     yang  memelihara  kemurnian Al-Qur'an itu, dan mustahillah  orang-
     orang  Ahmadi  ataupun orang Syi'ah bisa membuat Qur'an  tandingan
     untuk  menyesatkan banyak orang... Lihatlah betapa  mereka  Ulama-
     Ulama ini asal bunyi  dan berbicara sesuka hati mereka saja....
     
     Ditahun  1987,  saya  masih ingat tuduhan serupa  terhadap  Syi'ah
     yang  juga  dilemparkan  dalam  sebuah  seminar  ditahun  1987  di
     Jakarta.  Kebetulan ketika itu Nurchlois Majid  yang  bukan  orang
     Syi'ah  memperlihatkan  Qur'an Syi'ah  yang  merupakan  koleksinya
     dihadapan para Seminar itu.....yang yang membuat para penuduh  itu
     melongo...dimana   menurut  Nurkholis  tidak  sedikitpun   berbeda
     dengan  Qur'an  orang-orang yang mengaku  Islam   Sunni  itu.  Ini
     hanya  tidak lain adalah fitnah yang yang dilegalisir dalam  suatu
     seminar  untuk  mengkafirkan  dan  mengeluarkan  orang-orang  yang
     mengaku Islam dengan vonis sesat dan menyesatkan...
     
     Republika:
     >Selain  itu,  Syi'ah  sangat mengejek, dan  mencaci  para  sahabat
     >seperti  Abu  Bakar,  Umar bin Khattab,  dan   Usman  bin  'Affan.
     >"Sampai-sampai  mereka  menyebut  para  sahabat  itu  masuk  Islam
     >karena  menginginkan harta dan kedudukan saja,"  katanya  mengutip
     >buku Aqidah al-Syiah wa al-Shahabah.
     
     Nadri:
     Sekali    lagi,    ini   hanya   sekedar   tuduhan-tuduhan    yang
     berlebihan...Bagaimana  mungkin seorang  pencinta  Rasulullah  SAW
     .....akan  sanggup  pula  mengejek  dan  memfitnah  para  sahabat-
     sahabat  beliau SAW. Sekali lagi saya menyimpulkan bahwa kebencian
     dari  kalangan  peserta Seminar ini dengan  Syi'ah  telah  membuat
     mereka memfitnah orang-orang Syi'ah dengan menuduhkan demikian...
     
     Betapa  tidak  takutnya mereka menabur fitnah  yang  kelak  mereka
     sendiri  akan  menuai bibit yang  yang mereka  tanam  itu...  Kita
     lihat saja!
     

     Wassalam,
     Nadri Saaduddin,
     Jalan Rambutan 23,
     Telp. 0765 -93072
     Duri  28884, Riau Daratan
     INDONESIA....
     ---------------------------------



---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke