Ass wr wb.

Dengan contok soal ini saya ingin, memberikan jawaban sehingga pak 
Sunarman, bisa menambahkan kekurangan saya. 

Menurut saya Pak Ustadz adalah guru MENGAJI bukan guru MENKAJI, 
seandainya orang yang membawa rakit itu bertanya, Allah itu siapa pak 
Ustadz? Bagaimana reaksi pak Ustadz?

Pengalaman saya mungkin hampir sama dengan pengalaman Pak Sunarman, tapi 
dalam versi yang berbeda, yaitu Kehidupan saya yang masih bisa bertahan 
hidup sampai sekarang ini, sehingga bisa komunikasi dengan cara seperti 
ini dengan pak Sunarman, Bagaimana dengan Pak Sunarman?

Setiap kehendak bebas pasti mempunyai resiko, bila menguntungkan banyak 
yang melupakan, tapi bila merugikan kebanyakan mengatakan takdir. 
sehingga kata takdir kebanyakan hanya sebagai kata penghibur.
Bagaimana dengan ya Rochman dan Ya Rochim?

Harapan saya semoga bisa diberikan koreksi tambahan.

Wss
ra


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke