>From: Yani Qoyimah <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [Tasawuf] Re: [Re: [Tasawuf] BOTOL KOSONG] attn Yani. Q
>Date: Wed, 17 Mar 1999 10:32:54 +0700
>
>Reda Adiyasa wrote:
>
>> >
>> > Dokter tidak membutuhkan pasien, tapi pasien yang membutuhkan
>>
>> > dokter.Mursyid tidak membutuhkan murid, tapi murid yang
>> > membutuhkan mursyid.
>> > Rasulullah SAW tidak membutuhkan umatnya, tapi umat yang
>> > membutuhkan Rasulullah SAW.
>> > Jadi, yang membutuhkan harus berupaya semaksimal mungkin
>> untuk
>> > dapat menemukan orang yang dibutuhkannya.
>> >
>> > Ada pepatah :
>> > "Carilah kebenaran itu walaupun harus ke kutub utara".
>> >
>> > Kuslusuri belantara
>> > Kudaki gunung salju
>> > Kusebrangi lautan api
>> >
>> > Wassalam WW
>>
>> Ass wr. wb
>>
>> Maaf Mbak Yani sekarang ini banyak dokter yang mencari pasien,
>> dan
>> banyak guru yang mencari murid, dengan bermacam antributnya,
>
>Berarti itu bukan "dokter" sejati dan bukan "guru" sejati.

Benarkah demikian, apakah tanda dari dokter sejati? 
mengingat banyak pasien yang mencari-cari dokter tetapi bagaimanakah 
rupa, wujud, tanda dari sang dokter sendiri belum tahu. 
Dan penyakitnya sendiri pun nggak tahu juga apalagi sumber penyakitnya. 
Hanyalah tahu bahwa badan tidak enak kaki terjerat, tangan terikat, 
persendian lumpuh, mata rabun bahkan tidak sedikit yang buta, telinga 
tersumbat, pikiran beku. inginnya tiduur melulu, makaan melulu tetapi 
tak terasa apa yang dimakan. Hal yang berlarut ini sudah dianggap biasa. 
Akhirnya hanya perkenan sang dokter sajalah yang diandalkan supaya kita 
tahu bahwa kita sedanga sakit dan bisa disembuhkan agar bisa kembali 
melihat, mendengar, berdiri badan kuat sehingga bisa berjalan dan 
bekerja. 

>> dan yang
>> saya maksud dengan botol kosong yaitu, BOTOL = RAGA/JASAD dan
>> KOSONG itu
>> kelihatannya tapi sebenarnya ISI = JIWA/HATI siapa sih yang
>> tahu isi
>> hati, ini hanya sepengatahuan saya jangan diketawai, biarkanlah
>> BOTOL
>> ditempeli bermacam-macam antribut/merk, karena BOTOL/Jasad
>> berasal dari
>> tanah dan kembali ketanah Tapi Jiwa/hati biar tetap terjaga
>> kesuciannya,
>> biar bisa kembali pada Nya. kalaupun saya membersihkan botol
>> agar
>> cahaya/nur bisa masuk kedalam botol, ini pandangan saya, jadi
>> kalau ada
>> yang kurang mohon ditambah/diluruskan.
>
>Betul!Cuma kayaknya yang benar-benar botol kosong itu adalah bayi
>yang baru lahir masih fitrah, bersih dan suci. Dengan masuknya
>ASI, makanan dll, lingkungan, ilmu, dll maka botol mulai terisi.
>Ruh pada mulanya suci dan mengenal akan Tuhan-nya, tapi setelah
>terlahir ke dunia dan mendapatkan banyak inputan dari dunia,
>mulai banyak isi dan kotoran-kotoran hingga menutupi (menghijab)
>dari Tuhan-nya.
>Gimana mengembalikan Ruh ini supaya fitrah kembali dan bisa
>mengenal Tuhan-nya lagi?

itulah masalahnya, mengapa yang tadinya bersih dan suci kok bisa menjadi 
kotor. apa yang menyebabkan kotor?


>
>
>> Bagaimana dengan ungkapan dibawah
>> ini.
>> Mengapa harus keKutub utara, ke Gunung, Ke Hutan belantara
>> padahal yang
>> kita cari tidak sejauh urat leher kita.
>>
>
>Teringat cerita orang yang telah membunuh 100 orang yang ingin
>bertobat. Akhirnya dia pergi ke suatu tempat untuk menemui
>seorang Ulama di suatu tempat di mana di sana banyak orang
>bertobat. Di tengah perjalanannya dia meninggal, tapi tenyata
>tobatnya diterima (?).Mengapa dia tidak melakukan tobat sendiri
>di rumahnya? [Padahal Allah itu dekat?].
>Mengapa dia harus menemui seorang "Guru" untuk melaksanakan
>tobatnya?

Saya tidak mengerti 
mohon ada yang bisa menjelaskan

>
>Ingat juga cerita "kera sakti", Biksu Tong yang harus berjalan ke
>barat untuk mendapatkan kitab suci dengan berjalan kaki selangkah
>demi selangkah. Bukankah Biksu Tong sudah menguasai ajaran Budha?
>
>Di dalam Al Qur'an disebutkan bahwa :
>1. Allah SWT bersemayam di 'Arsy [Yang Maha Tinggi].
>2. Di mana kau hadapkan wajahmu disitulah wajah Allah
>3. Allah lebih dekat daripada urat leher manusia

Apakah itu menghadapkan wajah dan apakah wajah Allah

>Kelihatannya berlawanan ya?
>
>Ada ilustrasi sbb:
>
>Matahari terletak di atas nun jauh di sana, manusia dan materi
>apapun tidak sampai ke matahari, hanya cahanya saja yang bisa
>sampai ke matahari.
>Di manapun kita berada, kita berjalan ke barat, timur, utara,
>selatan kita bisa melihat matahari, matahari ada dimana-mana (?).
>
>Cahaya matahari sampai kepada kita (dekat), kita merasakan
>panasnya matahari.
>
>Jadi, matahari itu di atas, matahari ada dimana-mana, [cahaya]
>matahari itu dekat.
>Materi apapun tidak bisa mencapai matahari, hanya cahanya
>(nur-nya) yang bisa mencapainya saja.
>
>Allah lebih dekat kepada manusia dari pada urat lehernya, cuma
>sayang manusia itu sendiri tidak mengenal-Nya, karena "hijab"
>yang menutupinya.

apa yang menyebabkan hijab itu, 
bagaimana menyingkapnya

>
>"Siapa yang berfaham ke Tuhan bisa sampai sendiri, berarti
>tidak tahu siapa sebenarnya Rasul Allah"

mengapa demikian, 



>Apapun tidak akan bisa sampai ke hadirat Allah, hanya NUR-NYA
>saja yang bisa mencapainya. Bagaimana kita mendapatkan NUR-NYA
>itu?
>
>Sekian saja, mohon ma'af atas segala kesalahan.
>Mungkin saya akan beristirahat dulu, ada tugas menunggu di sana.
>
>Wassalamu'laikum Wr.Wb
>
>
>
>---------------------------------------------------------------------
>Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
>Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>
>
>
>

Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke