[13/15] ISA AL MASIH DALAM AL-QUR'AN DAN BIBEL.....


Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.
                
     Topik ketiga belas : Nabi Isa  as dan Nabi Muhammad SAW.........1)
                                       Mukjizat Nabi Isa.............1)
                                           Menghidupkan orang mati.....
                                                                       
Adanya  perbedaan  dalam kelahiran dan mukjizat  yang  diberikan  Allah
terhadap Nabi Isa dan Muhammad SAW nampaknya telah digunakan pula  oleh
Misionaris-Misionaris Kristen untuk meng Kristenkan orang-orang  Islam.
Mereka  menggunakan keyakinan dan pandangan umat Islam  yang  mayoritas
ini  terhadap  Isa  Al-masih sebagai bahan dakwahnya untuk  menunjukkan
betapa  Nabi  Isa  lebih  mulia dari Muhammad  SAW.  Tanpa  segan-segan
merekapun  mengutip  beberapa  ayat  Al-Qur'an  yang  mereka  tafsirkan
sendiri  dimana Isa digambarkan sebagai Nabi yang paling mulia diantara
para Utusan Allah kepada seluruh manusia.

Pada  umumnya  ummat Islam yang kembali kita pinjam istilah  dari  Bung
Laurel  Heiydir sebagai kelompok mayoritas MAINSTREAM ISLAM mempercayai
bahwa  Nabi  Isa bisa menghidupkan orang telah mati dan  itu  merupakan
mukjizat  satu-satunya yang diberikan kepada salah  seorang  Nabi  yang
diutus oleh Allah Ta'ala. Keyakinan ini dijadikan sebagai senjata untuk
memukul umat Islam bahwa yang bisa menghidupkan orang mati itu hanyalah
Allah  dan  ini  merupakan bukti yang tidak terbantah  lagi  bahwa  Isa
sendiri  adalah  Allah,  karena ia bisa menghidupkan  orang  mati.  Ini
adalah  merupakan iman Kristiani dari segala sekte yang  mengangap  Isa
adalah Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menebus dosa Adam  dan
turunannya. Bagaimana jawaban kita terhadap masalah ini?

Sebuah golongan minoritas Muslim yang dikatakan oleh Mainstream sebagai
Sempalan  Islam   memberikan  jalan keluar pemecahan  dalam  menghadapi
serangan orang-orang Kristen itu. Pertama-tama tentu kita harus mencari
dalil-dalil yang menunjukkan bahwa Isa itu bisa menghidupkan orang mati
baik  dalam  Al-Qur'an ataupun Bibel sendiri. Kalaupun  ada  ayat  yang
menjelaskan secara implisit adanya mukjizat demikian , kita harus  lagi
mengkompare dengan ayat-ayat lain sehingga mukjizat tsb tidak  dimiliki
oleh  Nabi Isa sendiri. Kalau perlu kita juga bisa mengetengahkan bahwa
Nabi  Muhammadpun  mempunyai mukjizat itu. Kalau kita memahami  sampaii
demikian  tentu  saja  alasan mereka mempertuhan  Isa  bisa  saja  akan
menempatkan  Muhammad SAW juga sebagai Tuhan yang  sudah  barang  tentu
tidak bisa mereka terima dengan sendirinya.

Benarkah Nabi Isa bisa menghidupkan orang mati? Inilah yang perlu  kita
selidiki  lebih  dahulu,  apalagi  ini  juga  menyangkut  keimanan  dan
kepercayaan sebahagian besar Umat Islam yang disebut Mainstream  Muslim
itu. Adalah merupakan peluang yang besar untuk memasuki Kristen apabila
kita  berkeyakinan  Nabi  Isa itu lebih mulia dari  Nabi  Muhammad  dan
memandang  Nabi  Isa mempunyai sifat-sifat seperti  Tuhan  seakan  akan
betul  Tuhan  itu sendiri. Untuk itu marilah  kita lihat ayat-ayat  Al-
Qur'an sehubungan dengan hal ini.

1. "Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamunya tadinya mati, lalu
Allah  menghidupkan  kamu , kemudian kamu dimatikan  dan  dihidupkannya
kemabli, kemudian  kepada-Nya lah kamu dikembalikan?"......... (QS: Al-
Baqarah ayat 28).

2.  ........dst.... Dan dihadapan mereka ada dinding sampai hari mereka
dibangkitkan"......(QS: Al-Mu'minuun ayat 100).

3.  "Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab ' Kalau
sekiranya  aku dapat kembali (kedunia) niscaya aku akan termasuk  orang
yang berbuat ' "........(QS: Az-Zumar 58).

4.  "Mereka  menjawab: 'Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan  kami  dua
kali, dan telah menghidupkan kami dua kali (pula).......dst.....(QS: Al-
Mu'min ayat 11).

Dari  empat  ayat  Al-Qur'an  yang kami ketengahkan  diatas  bisa  kita
simpulkan sbb:

Proses  kehidupan manusia adalah dimulai dengan kematian  (tidak  ada),
lalu  dihidupkan  oleh  Allah,  kemudian  dimatikan  lagi,  selanjutnya
dihidupkan lagi pada saat berbangkit dihari kiamat nanti. Dua kehidupan
dan  dua  kematian sepanjang phase sejarah manusia itu. Bagi kita  yang
masih hidup ini telah kita lalui dua phase menyusul dua phase lagi yang
akan kita jalani. Bagi yang sudah mendahului kita mereka hanya menunggu
satu  phase lagi yaitu kehidupan waktu berbangkit dihari kiamat  nanti.
Pada  phase  ketiga tidak ada phase yang lain selain phase yang  menuju
phase  keempat yakni  kebangkitan itu. Antara phase ketiga dan  keempat
itu  dibatasi  oleh  suatu  dinding yang  disebut  barzah  sampai  saat
berbangkit nanti.

Jadi kalau ada orang yang telah mati dihidupkan oleh Nabi Isa, tentulah
berlawan dengan ayat-ayat diatas. Sesudah phase ketiga dia hidup  lagi,
kemudian  tentu  saja  mati  lagi sampai  saat  berbangkit  nanti.  Ini
merupakan  pengecualian  dari hukum Tuhan dimana  proses  kematian  dan
kehidupan masing dilalui tiga phase. Pengecualian ini sama sekali tidak
dijelaskan  oleh  Allah dan hal ini berlawanan dengan Sunnatullah  yang
Allah  ciptakan  sendiri dan juga melawan Firman-Firman-Nya  dalam  Al-
Qur'an  yang  sama  sekali tidak membenarkan hal  itu  terjadi.  Dengan
kesimpulan  lain kita tidak membenarkan adanya jenazah yang  dihidupkan
kembali oleh Nabi Isa sehingga kalau ada ayat-ayat yang mengarah kesana
kita  harus  menafsirkan  secara kiasan yakni  kehidupan  rohani  bukan
jasmani.

Nampaknya  yang  diyakini  oleh sebahagian umat  Islam  sebagai  adanya
mukjizat Nabi Isa yang  bisa menghidupkan orang mati itu adalah:

............dst...................... dan aku menghidupkan  orang  mati
dengan seizin Allah.........dst...(QS : Ali Imran ayat 49).

Pada ayat lain bisa juga kita baca sbb:

Wahai  orang-orang  yang  beriman, penuhilah seruan  Allah  dan  seruan
Rasul,  apabila menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada
kamu...... dst....... (QS: Al-Anfal ayat 24).

Memeperbandingkan diantara kedua ayat ini jelaslah bahwa kehidupan yang
dimaksud  disini  adalah pengertian secara rohani. Hal  ini  bisa  kita
lihat  pada QS : Al-Anfal ayat 24 ini. Yang diseru oleh Allah dan Rasul
adalah  orang-orang  yang hidup untuk diberikan suatu  kehidupan  .....
Kehidupan  apa  yang  dimaksud,  kalau  bukan  kehidupan  rohani   yang
diberikan kepada orang-orang yang rohaninya mati.

Hal  ini  bisa  dilihat kepada Junjungan kita Nabi Besar  Muhammad  SAW
yang  juga  bisa menghidupkan rohani orang-orang  ketika  beliau  masih
hidup.  Siapa  diantara  kita yang tidak mengenal  Umar  ibnu  Khattab,
seorang pemuka Quraisy yang paling berani dan garang dizaman pra  Islam
itu. Betapa murkanya dia mendengar pendakwaan Nabi Muhammad SAW sebagai
seorang  Nabi  yang  dibangkitkan untuk semua  manusia.  Dengan  pedang
terhunus dia mencari Muhammad SAW sekaligus berniat hendak membunuhnya.
Tetapi  apa  yang terjadi setelah beliau menemui Rasulullah  SAW?  Hati
yang  keras  sekeras  baja  itu  luluh lantak  bila  berhadapan  dengan
Muhammad SAW. Pedangnya jatuh kelantai... dan beliau tersungkur memeluk
kaki  Rasulullah SAW dan saat itu juga beliau menyatakan  diri  sebagai
orang  Islam dan pengikut Rasulullah yang setia sampai akhir  hayatnya.
Pengaruh hebat dari Rasulullah SAW  betul-betul menghidupkan jiwa  Umar
yang   mati  sebagi  penantang  Rasulullah  SAW  menjadi  sahabat  yang
mencintai Nabi dan Islam yang tidak ada duanya dalam sejarah.

Contoh yang lain juga terjadi dimasa hidup Rasulullah SAW. Siapa
diantara kita yang tidak kenal Khalid ibnu Walid seorang Jendral dan
Panglima Islam yang gagah perkasa. Pada waktu perang Badar yang yang
terkenal itu beliau berdiri dibarisan Kafir Quraish dibawah pimpinan
Abu Lahab dan Abu Sufyan itu.  Pengaruh apa yang menyebabakan beliau
pada perang Uhud telah berada dipihak Rasulullah SAW, kalau bukan
karena Rasulullah SAW yang telah menghidupkan rohaninya yang telah mati
itu dengan kehidupan Islam  sesungguhnya? Betapa hebatnya beliau
dibandingkan dengan Isa yang cuma bisa menghidupkan rohani rakyat-
rakyat jelata seperti tukang pungut cukai  dan tukang jala ikan?  Yang
dihidupkan Rasulullah sesungguhnya adalah pemuka-pemuka masyarakat yang
mendampingi Rasulullah selama hidupnya. Berbeda dengan Isa sendiri yang
kedua belas muridnya yang telah dihidupkan rohani nya itu tidak satupun
yang membelanya ketika ia disalib di Bukit Golgota itu. Bahkan salah
seorang muridnya begitu tega menjual Gurunya seharga tigapuluh keping
mata uang perak. Rohani yang dihidupkan Isa pun nampaknya mati lagi
kepada  murid-muridnya


Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin,
Jalan Rambutan B-32
Telp. (+62-0765) 93072
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke