Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.

Manusia hanya bisa terhindar dari perilaku jahat apabila mereka  telah
mendapat bantuan kekuatan dari Rohulqudus. Dengan demikian apabila mereka
tidak melakukan kejahatan dengan sendirinya mereka juga akan terhindar dari
berbuat dosa dan sekaligus mereka juga diselamatkan dari akibat dosa yakni
azab. Kedatangan Rohulkudus itu adalah seumpama kedatangan cahaya dan
keinginan berbuat dosa adalah seumpama gerak langkah dalam kekegelapan. Jadi
dengan kedatangan cahaya kegelapanpun akan lenyap, sehingga seseorang bisa
melihat dengan jelas kemana arah gerak dan langkahnya. Orang-orang yang
melakukan perbuatan dosa, kemudian tidak merasa perlu untuk beristighfar dan
merasa tidak perlu memohon kekuatan kepada Tuhan, mereka tetap berada dalam
kegelapan dan mereka senantiasa merasakan azab yang merupakan hukuman akibat
dari dosa-dosa mereka itu.

Adakah kedaulatan Allah di bumi ini? Dan apakah di bumi ini masih saja dapat
dikatakan tidak adanya kerajaan Tuhan karena orang-orang masih saja bebas
dan leluasa berbuat kejahatan dan menimpakan kejahatan kepada orang lain
serta berbuat dosa dikalangan mereka? Memang apa yang kita lihat sekarang
ini seakan-akan mengisyaratkan kearah sana, bahwa tidak ada disuatu negara
dipermukaan bumi ini yang bebas sepenuhnya dari kejahatan  pencurian,
pembunuhan, pelanggaran kesusilaan, perbuatan-perbuatan khianat , dan
korupsi lainnya. Pendeknya segala macam pelanggaran hukum bisa saja terjadi
dimana-mana tempat dan negara. Tetapi bisakah kita mengatakan bahwa dimana
terjadi segala macam kejahatan itu tidak ada suatu pemerintahan yang
menerapkan suatu undang-undang untuk memberantas kejahatan itu? Tentu saja
tidak, bukan?

Sebenarnya setiap negara telah menetapkan suatu Undang-Undang untuk
mengantipasi keadaan tersebut, tetapi pemerintah tidak memandang layak untuk
sengaja menetapkan Undang-Undang kekerasan yang mungkin saja akan lebih
menyulitkan kehidupan seseorang dinegara tersebut. Seandainya pemerintah
ingin menghentikan tindakan-tindakan  pelanggaran, mereka dapat saja
menjebloskan semua orang kedalam penjara yang mengerikan dan dengan mudah
sekali mereka akan berhenti dari kejahatan. Atau dengan seandainya pelaku
kejahatan itu dikenakan hukuman berat maka dengan sendirinya kejahatan itu
bisa dicegah dan dihentikan seketika.

Kita sendiri menyaksikan bahwa betapa meluasnya kebiasaan minum khamar dan
betapa semaraknya kehidupan wanita-wanita tuna susila, dan banyaknya
pembunuhan dan pencurian disekitar kita. Hal itu terjadi bukan dikarenakan
tidak adanya kekuasaan pemerintah dinegara kita ini, melainkankan kelunakan
pemerintahlah yang telah menyebabkan kejahatan-kejahatan itu berkembang.
Bahkan pemerintah sebenarnya mempunyai wewenang penuh dan bisa untuk
mencegah timbulnya kejahatan itu dengan memeperkeras hukuman terhadap pelaku
kejahatan.

Jika pemerintahan manusiawi dibandingkan dengan kerajaan Ilahi maka tidaklah
berarti sedikitpun.....betapa besarnya Undang-Undang Ilahi berkemampuan dan
mempunyai wewenang dalam hal pencegahan kejahatan ini. Seandainya Allah
Ta'ala menerapkan suatu hukum dimana kepada setiap pezina petir akan
menyambar, setiap pencuri tangannya jadi membusuk, setiap pembangkang yang
mengingkari Tuhan dan agamaNya dibinasakan lewat wabah suatu penyakit, maka
bisa kita lihat dalam waktu seminggu semua orang didunia ini akan menyandang
busana kesucian dan kesalehan.

Sebenarnya kerajaan Tuhan ada memang berdaulat diatas bumi ini, tetapi
kelunakan Undang-Undang Samawi memberikan kebebasan bagi demikian rupa
sehingga diantara orang-orang yang berbuat kejahatan tidak segera dihukum .
Ya, mereka selalu mendapat hukuman-hukuman juga, gempa-gempa bumi sering
terjadi, gunung-gunung sering meletus, banjir-banjir menenggelamkan banyak
jiwa, kecelakaan yang merengut korban yang tidak sedikit serta  puluhan
bencana lainnya yang berkecamuk. Disini kita melihat bahwa pintu kebinasaan
itu tidak hanya sebuah, malahan ribuan pintu telah dibukakan dan ditetapkan
oleh hukum kodrat Tuhan untuk mengganjar orang yang berdosa.

Lalu mengapa dikatakan bahwa kerajaan Tuhan tidak ada diatas bumi ini?
Sesungguhnya kerajaan Allah telah lama wujud dimuka bumi ini dan pada tangan
setiap orang yang berdosa ada belenggu dan pada kaki mereka ada rantai yang
mengikat. Akan tetapi hikmah Ilahi telah demkian rupa memperlunak
peraturannya, sehingga belenggu dan rantai tidak segera menunjukkan
fungsinya. Jikalau orang tidak jera, akhirnya ia akan disampaikan ke neraka
jahanam dan dimasukkan kedalam azab yang pedih dimana seorang pendosa itu
tidak hidup dan juga tidak mati....

(Bahan bacaan diambil dari buku Bahtera Nuh, oleh Hz. Mirza Ghulam Ahmad
Pendiri Jemaat Ahmadiyah)

Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin, Jalan Rambutan B-32, Telp. (+62-0765) 93072
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke