Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu'alaikum wr.wb.

DOSA YANG MENEMPEL KEMUDIAN...2/4

Tidak  diragukan  lagi  bahwa di dalam warisan  tadi,  manusia   memang
mendapat  bekas-bekas  kebaikan dan juga bekas-bekas   kejahatan.  Juga
tidak   ada keraguan bahwa banyak adat-adat dan kebiasaan  yang  timbul
pada  diri  manusia dikarenakan  akibat pengaruh makanan,  minuman  dan
iklim  yang  ada disekitar  tempat  dimana mereka  berada.  Sebagaimana
yang  kita  lihat  dan cermati bahwa pada berbagai  negeri  dan  tempat
memang  dijumpai perbedaan adat dan kebiasaan  dari penduduknya.

Tak  usahlah kita jauh-jauh mengambil contoh misalnya orang-orang  Jawa
lebih banyak kesabarannya dibandingkan dengan suku-suku lainnya. Orang-
orang  Batak menampilkan kekerasan dalam bicara. dan lebih suka   terus
terang  dan  terbuka.  Kalau di India sana, konon  orang-orang  Kashmir
adalah  orang-orang  yang  suka  mengalah  sehingga  menimbulkan  kesan
sebagai orang-orang penakut. Orang-orang Pathan adalah agak buas. Orang-
orang  Benggala  agak sedikit penakut dibandingkan  dengan  orang-orang
Punjab.  Jika   manusia mempunyai kekuasaan penuh atas dirinya  mengapa
pula  selalu terjadi , bahwa orang-orang Benggala  tidak mau memukul  ,
orang-orang   Kashmir  tidak  mau  berbuat  pekerjaan   yang   menuntut
keberanian sementara orang-orang Pathan selalu bersedia untuk mati?

Keadaan  demikianlah  yang terdapat pada berbagai  bangsa  di  berbagai
negara,  dan secara  implisit  mengisyaratkan kepada kita  bahwa  adat-
adat  dan  kebiasaan itu tergantung juga pada makanan dan  minuman  dan
juga keadaan iklim dimana mereka bermukim. Mengenai adat kebiasaan  itu
tidaklah dapat kita mengatakannya bahwa semua orang yang ada di tempat-
tempat itu membikin sendiri adat-adat yang baik atau adat-adat yang aib
itu  karena didorong  oleh kemauan  mereka sendiri.

Kita   memang   tidak  bisa   membantah   bahwasanya   pendidikan   dan
kepercayaan seseorang selalu akan mendatangkan suatu bekas  atau  kesan
pada yang bersangkutan. Dulu di India sana, orang-orang Hindu akan naik
darah  bila  melihat  sapi disembelih didepan mata  mereka  ,  walaupun
mereka   mengetahui  dan menyadari kalau mereka  membunuh  orang  lain,
mereka   juga akan digantung akibat perbuatan mereka  itu. Jadi apabila
seorang  Hindu   melihat sapi disembelih, maka ia  bersiap-siap  hendak
membunuh orang yang menyembelih sapi itu. Ini hanyalah  disebabkan oleh
motivasi  dan pengaruh iktikad yang dianut saja.

Juga  tidak  bisa  diragukan  lagi, apabila seseorang  melakukan  suatu
perbuatan  maka  akibat dari perbuatannya itu akan  mendatangkan  suatu
bekas  padanya. Umpamanya seorang guru yang setiap hari mengajar murid-
muridnya  dengan  lemah lembut, pada lain hari   dikarenakan  ia  habis
bertengkar  dengan  isterinya  dan keluar dari rumah dengan  kemarahan,
maka  diwaktu  ia  mengajar , kalau ada salah seorang muridnya  berbuat
kesalahan  maka ia akan akan bersikap keras  dengan memberikan  hukuman
padanya. Maka nyatalah, bahwa keadaan dan kondisi  yang ada pada  waktu
seorang  membuat  suatu  pekerjaan akan mendatangkan  bekas  juga  atas
pekerjaan  itu.  Jadi  begitu banyak hal-hal  yang  memberi  bekas  dan
pengaruh  terhadap  pekerjaan manusia.

Dengan demikian bukan hanya dari warisan  saja datang bekas-bekas  atau
pengaruh  atas pekerjaan manusia, tetapi dari banyak hal-hal yang  lain
juga  memberikan bukti serupa. Karenanya tentu akan timbul  pertanyaan,
andaikan   dosa  warisan dapat dihilangkan dengan  penebusan  (kafarah)
bagaimana caranya menghilangkan dosa-dosa  manusia yang lainnya?

Adalah  suatu  kekeliruan  pendapat golongan-golongan  yang  mengatakan
bahwa  bahwa  fitrat manusia telah berdosa sejak dia lahir kedunia  ini
dan   manusia  tidak  bisa membebaskan diri dari perangkap  dosa   itu.
Kekeliruan  mereka  itu   disebabkan beberapa  keyakinan,  persangkaan-
persangkaan    dan teori-teori yang mereka anut sebelumnya. Diantaranya
adalah  karena teori yang mengatakan bahwa dosa itu turun dari  warisan
sebelumnya   dan   keyakinan  bahwa  pekerjaan  diwaktu  hidup   dahulu
(reinkarnasi). Ada juga  sebagian orang-orang Islam berkeyakinan  bahwa
manusia   memang  telah diciptakan  "lemah" (khulqal  insanu  dha'ifaa)
tidak  bisa  melepaskan  diri  dari  dosa   dan  semuanya  itu   mereka
pulangkan   saja  kepada   taqdir  Allah,  tanpa  merasa  perlu   untuk
memikirkannya.

Padahal  sebetulnya,  kendatipun   ada dijumpai  bekas-bekas  kejahatan
warisan    dari  keturunan  sebelumnya,  akan  tetapi  fitrat   manusia
sesungguhnya  Allah jadikan  atas kebaikan. Didalam diri manusia  telah
ditanamkan  oleh  Allah  kebencian kepada aib  ,  dan  kecintaan  serta
kesukaan  kepada  kebaikan. Keadaan-keadaan  lainnya  adalah  merupakan
warna  yang datang kemudian keatasnya. Buktinya ialah orang-orang jahat
juga   banyak   mengerjakan  kebaikan  dan  seorang  yang  dipanggilkan
pendustapun  dalam satu hari  bisa  saja banyak bicara benar dari  pada
bicara bohong.

Islam  mengajarkan  bahwa pokok segala kejahatan  adalah    kepercayaan
akan   pengharapan   untuk kesucian diri  telah dikeluarkan  dari  hati
manusia  dan dia telah dibikin rendah dimatanya sendiri. Dengan  selalu
mengatakan  kepada  manusia bahwa dari dahulu  sejak  ia  lahir   sudah
berdosa,  maka ia betul-betul sudah dibikin berdosa. Umpamanya,  kepada
seorang  anak  kita  sering berkata bahwa ia  pendusta,  lama  kelamaan
dengan sendirinya ia betul-betul mulai berdusta.

Bahwa sebenarnya manusia  pada dasarnya dijadikan Allah adalah baik dan
kejahatan   adalah   kotoran  yang  menempel  yang  datang   belakangan
diatasnya.  Maka  haruslah kebenaran ini diberitahukan  kepada  manusia
supaya  dalam diri mereka timbul keberanian  yang menghilangkan  segala
keputus-asaan  yang   terdapat dalam hatinya. Perhatian  kita  haruslah
diarahkan dan ditujukan kepada asal mulanya yang suci itu. Dengan jalan
demikian  kendatipun secara berangsur-angsur kita  akan  tertarik  juga
kepada kebaikan.

Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin
Jalan Rambutan B-32,
Telp. (+62-0765) 93072 Duri 28884
Riau Daratan INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
--------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER.
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE.....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come.....
For further detail contact Ahmadiyya Mission  over the world.
----------------------------------------------------------------------------
--------------------------



---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke