AWW
sdr. istigfar
maaf saya sangat terlambat membaca mail sdr.
Apakah yang saudara maksudkan dengan zalim itu?, mungkin ini perlu diclearkan
lebih dahulu supaya kita tahu betul apa itu zalim dan siapa yang zalim!

Ada seorang tua yang mengatakan kpd saya, 
"Dulu ketika kamu masih kecil pernah tertidur di pangkuan ketika kakek sedang
bercerita"
setelah saya tanyakan kepada beliau, kira-kira ceritanya begini:

Pada jaman dahulu adalah seorang utusan Tuhan, yang diutus kpd bangsa israel.
Utusan itu membawa aturan-aturan Tuhan yang diserukan supaya segenap manusia
mematuhinya supaya kelak bisa sampai ke-Tuhannya. Antara lain seperti aturan
dalam hidup bersama manusia lain, hubungan dengan tetangga, orang lain. Etika
baik dan buruk dalam kehidupan, anjuran dan larangan yang harus diikuti
(mungkin muamalah dalam syareat) dan lain-lainnya
  
Pada suatu ketika Tuhan menyuruh Utusannya untuk menemui sso untuk berguru
kepadanya. Berangkatlah utrusan tsb sesuai dengan petunjuk Tuhan. 
Bertemulah utusan tsb dengan orang yang dimaksud kemudian disampaikan
maksudnya. Tetapi orang tersebut melarang sang utusan untuk mengikutinya
karena yakin benar bahwa utusan tsb tidak akan sanggup.
Setelah didesak pada akhirnya orang tersebut memperkenankan sang utusan untuk
mengikutinya.

Berjalanlah mereka sampai pada suatu daerah nelayan, orang tsb mendekati
sebuah perahu dan kemudian merusaknya sampai perahu itu bocor. Kagetlah sang
utusan itu, karena menurut aturan yang dia bawa dari Tuhannya dilarang untuk
merusak milik orang lain. Maka orang tersebut menyuruh sang utusan untuk diam
kalau masih mau mengikutinya.
  
Berjalanlah mereka sampai pada suatu tempat. Kemudian orang tersebut mendekati
anak kecil dan dibunuhnya anak tersebut. Sang utusan sangat terkejut dan
protes berat; kenapa kau bunuh anak kecil yang tidak berdosa kan Tuhan
melarang untuk membunuh orang, sebenarnya engkau ini siapa sihi?
Diamlah kalau kau masih ingin mengikutiku   

Melihat saya telah tertidur pulas kakek tersebut tidak melanjutkan ceritanya.

Untunglah waktu itu saya tertidur dan esok paginya lupa benar dengan cerita
kakek malam sebelumnya. Kalau tidak mungkin saya dalam kebingungan yang sangat
(seandainya waktu itu saya sudah bisa mikir); 
lha wong utusan yang sudah dikasih aturan sendiri sama Tuhan kok berguru
kepada orang yang membunuh anak!
oalah sampai sekarang bingung aku rek???


[EMAIL PROTECTED] (Istiqfar) wrote:
Assalamu'alaikum, 

| Kami tidak ingin dengan sewenang-wenang mengeluarkan seseorang dari
| milis ini, namun kepada semua rekan-rekan, dengan ini dihimbau agar
| menyadari akibat dari ketiga jenis perbuatan itu, dan tidak lagi
| mengulanginya. 

Kenapa tidak ingin? Tidak sadarkah, bahwa sebagian besar kita sudah
dianiaya olehnya. Membiarkan kezaliman karena takut dianggap zalim
jatuhnya akan lebih zalim. Please, tunggu apa lagi?

Jangan sampai kita harus menunggu tindakan P.Admin, sebagaimana
dulu kita menunggu tindakan P.Harmoko thd presiden sebelum habibie.

Wassalamu'alaikum, 

Istiqfar

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)






____________________________________________________________________
Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke