AWW
Pak sunarman, kalau dalam bahasa kitab, ego itu apa yaa?
kalau kita dapat merujuk kesana mungkin akanbisa lebih gamblang
Tks

"R. Sunarman" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.

Salah satu penghalang utama yang menghambat kita untuk berpikir dan
bertindak secara lebih proporsional adalah cengkeraman ego. 
Ego selalu menuntut agar kita menempatkan diri kita sendiri sebagai
titik tolak permasalahan.

Orang secara tak sadar menempatkan diri dalam posisi Allah dan mencoba
berpikir: "Seandainya aku ini Allah, bagaimana aku akan menangani
semua ini?" Jawaban atas pertanyaan itu hampir selalu: "Seandainya aku
hadir dalam penciptaan, aku akan memberi saran bagaimana menata alam
semesta ini dengan lebih baik." 

Begitulah, manusia seringkali merasa pintar, lebih pintar dari Allah,
sehingga cenderung meremehkan kecerdasan Allah yang tak berbatas itu.
Kalau kita hendak menyatakannya dengan bilangan, kecerdasan manusia
hanyalah sebatas bilangan yang dapat dituliskan dengan angka. Ambillah
si A, yang super jenius itu, mempunyai kecerdasan 999.999.999.999.
Anda belum puas dengan angka itu? Silakan tambah lagi. Namun, seberapa
pun angka yang anda tulis, kalau angka itu dibandingkan (dibagi)
dengan tak terhingga, hasilnya tetap NOL. Jadi, dibandingkan dengan
Kecerdasan Allah, kecerdasan kita ini hanyalah nol.

Namun, dengan kecerdasan yang terbatas itu, secara alamiah kita
cenderung untuk mencari kesalahan pada makhluk yang satu atau lainnya.
Dalam memahami peran syaitan, misalnya, kita cenderung mengukurnya
dari kecerdasan kita sendiri. Kita cenderung mengabaikan kecerdasan
Allah ketika menciptakan syaitan [atau sekurang-kurangnya membiarkan
syaitan tercipta]. Kita sok mau mengajari Allah "Syaitan itu tidak
bermanfaat, seharusnya ia dari mula tidak usah diciptakan."

Kelemahan semacam ini, seperti disebutkan di atas, timbul dari
pengaruh ego kita, dan hal ini perlu disadari. Jika kita ingin
memahami makna kehidupan agar dapat menempatkan diri dengan
sebaik-baiknya di alam semesta ini, ego atau 'aku' itu harus kita
kikis. Kita belajar memandang segala sesuatu dari sudut kepentingan
Allah dalam menciptakan alam semesta ini, bukan dari kepentingan ego
kita. Ini memerlukan perjuangan yang panjang, dan kita perlu
memulainya dari sekarang.

Wassal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh.
RS



---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)






____________________________________________________________________
Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke