Bambang Edy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Tks Pak Bambang
Itulah yang tertulis di dalam kitab. Tentunya ada maksud dan suatu skenario
yang bisa dipahami dengan kisah itu dituliskan di kitab bukan sekedar ' ah itu
khan cerita jaman dahulu'.
Terus maaf,lho Pak Edi, tertulis
"konon khabarnya Nabi Khaidir itu penempuh jalan sufi"
Bagaimana dengan Nabi-nabi yang lain, apakah mereka-mereka tidak menempuh
jalan sufi?
Atau apa sih jalan sufi itu?
Sekali lagi Tks.
W
Yth. Mas Panca,
Rupa-rupanya Mas Panca mengisahkan Nabi Musa a.s. dengan Nabi Khaidir,
yah begitulah adanya ... Allah SWT memberi peringatan kepada Nabi Musa
bahwa ada orang lain yang diberi ilmu oleh Allah sehingga mampu membaca
rahasia Allah, dimana ilmu tersebut tidak dimiliki oleh Nabi Musa, nah
itu adalah pelajaran yang berguna bagi kita semua, bahwa ternyata ilmu
Allah itu sangat luas, dan tiap-tiap orang mendapatkannya dalam
kapasitas yang berbeda-beda, untuk itulah setiap insan hamba Allah
seyogyanya dapat berlaku arif dan bijak dalam menyikapi hdiup dan
kehidupan ini, konon khabarnya Nabi Khaidir itu penempuh jalan sufi,
bahkan ada yang berpendapat beliau masih hidup, benarkah ?? Adakah
rekan-rekan yang dapat menceritakan secara lebih gamblang tentang Nabi
Khaidir tersebut ?? Mohon bantuan untuk dapat share di milis ini,
terimakasih sebelumnya atas bantuannya.
Wassalammu'alaikum Wr.Wb.
Bambang Edy W.
Panca Nur Prasetya wrote:
>
> AWW
> sdr. istigfar
> maaf saya sangat terlambat membaca mail sdr.
> Apakah yang saudara maksudkan dengan zalim itu?, mungkin ini perlu
diclearkan
> lebih dahulu supaya kita tahu betul apa itu zalim dan siapa yang zalim!
>
> Ada seorang tua yang mengatakan kpd saya,
> "Dulu ketika kamu masih kecil pernah tertidur di pangkuan ketika kakek
sedang
> bercerita"
> setelah saya tanyakan kepada beliau, kira-kira ceritanya begini:
>
> Pada jaman dahulu adalah seorang utusan Tuhan, yang diutus kpd bangsa
israel.
> Utusan itu membawa aturan-aturan Tuhan yang diserukan supaya segenap manusia
> mematuhinya supaya kelak bisa sampai ke-Tuhannya. Antara lain seperti aturan
> dalam hidup bersama manusia lain, hubungan dengan tetangga, orang lain.
Etika
> baik dan buruk dalam kehidupan, anjuran dan larangan yang harus diikuti
> (mungkin muamalah dalam syareat) dan lain-lainnya
>
> Pada suatu ketika Tuhan menyuruh Utusannya untuk menemui sso untuk berguru
> kepadanya. Berangkatlah utrusan tsb sesuai dengan petunjuk Tuhan.
> Bertemulah utusan tsb dengan orang yang dimaksud kemudian disampaikan
> maksudnya. Tetapi orang tersebut melarang sang utusan untuk mengikutinya
> karena yakin benar bahwa utusan tsb tidak akan sanggup.
> Setelah didesak pada akhirnya orang tersebut memperkenankan sang utusan
untuk
> mengikutinya.
>
> Berjalanlah mereka sampai pada suatu daerah nelayan, orang tsb mendekati
> sebuah perahu dan kemudian merusaknya sampai perahu itu bocor. Kagetlah sang
> utusan itu, karena menurut aturan yang dia bawa dari Tuhannya dilarang untuk
> merusak milik orang lain. Maka orang tersebut menyuruh sang utusan untuk
diam
> kalau masih mau mengikutinya.
>
> Berjalanlah mereka sampai pada suatu tempat. Kemudian orang tersebut
mendekati
> anak kecil dan dibunuhnya anak tersebut. Sang utusan sangat terkejut dan
> protes berat; kenapa kau bunuh anak kecil yang tidak berdosa kan Tuhan
> melarang untuk membunuh orang, sebenarnya engkau ini siapa sihi?
> Diamlah kalau kau masih ingin mengikutiku
>
> Melihat saya telah tertidur pulas kakek tersebut tidak melanjutkan
ceritanya.
>
> Untunglah waktu itu saya tertidur dan esok paginya lupa benar dengan cerita
> kakek malam sebelumnya. Kalau tidak mungkin saya dalam kebingungan yang
sangat
> (seandainya waktu itu saya sudah bisa mikir);
> lha wong utusan yang sudah dikasih aturan sendiri sama Tuhan kok berguru
> kepada orang yang membunuh anak!
> oalah sampai sekarang bingung aku rek???
>
> [EMAIL PROTECTED] (Istiqfar) wrote:
> Assalamu'alaikum,
>
> | Kami tidak ingin dengan sewenang-wenang mengeluarkan seseorang dari
> | milis ini, namun kepada semua rekan-rekan, dengan ini dihimbau agar
> | menyadari akibat dari ketiga jenis perbuatan itu, dan tidak lagi
> | mengulanginya.
>
> Kenapa tidak ingin? Tidak sadarkah, bahwa sebagian besar kita sudah
> dianiaya olehnya. Membiarkan kezaliman karena takut dianggap zalim
> jatuhnya akan lebih zalim. Please, tunggu apa lagi?
>
> Jangan sampai kita harus menunggu tindakan P.Admin, sebagaimana
> dulu kita menunggu tindakan P.Harmoko thd presiden sebelum habibie.
>
> Wassalamu'alaikum,
>
> Istiqfar
____________________________________________________________________
Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)