>From: Wargino <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Fri, 19 Mar 1999 02:59:29 +0700
>
>Budi Utomo wrote:
>
>> >[EMAIL PROTECTED] on 03/13/99 11:53:21 AM

>Alhamdulillah...Kegusaran rasa anda itu sebenarnya menggambarkan bahwa 
ada
>ketidak sepakatan dalam diri anda sendiri antara pendapat anda dan 
pendapat
>anda sendiri juga.
>Mas Budi... cobalah belajar 'mendengar dalam sepi' insya Allah anda 
akan
>dapat memahami ketidak sinkronan pendapat-pendapat anda sendiri.
>
>Semoga kegusaran anda ini awal dari terbukanya pintu pemahaman anda 
akan
>berbagai penomena 'asing' bagi anda. Semoga....
>
>> Dimanakah manfaat itu?????
>> Dimanakah keseimbangan itu??????
>
>Sebagaimana yang saya katakan di atas, mendengar dalam sepi...... coba 
anda
>renungkan:
>Apakah 'penglihatan' itu?
>Apakah 'pendengaran' itu?
>Apakah 'perasaan' itu?
>
>Kalau (maaf) anda menganggap bahwa penglihatan itu mata, mohon dipikir 
ulang
>!
>Kalau anda menganggap pendengaran itu telinga, maka renungkan kembali
>pendapat itu...
>begitu seterusnya..
>
>Dengan begitu insya Allah anda akan dapat memahami apa yang anda 
lihat....,
>akan memahami apa yang anda dengar begitu seterusnya.......
>
>
Setahu saya saya hanya bisa menihat dengan mata dan hanya bisa 
mendengar denga telinga. Apakah yang anda maksud dengan penglihatan
dan pendengaran kalau bukan mata dan telinga.
Bagaimana pula mendengarkan dalam sepi?
>
>

bagian ini dihapus, analogi anda tentang hambatan saya bisa menerima.

>
>Untuk kita renungkan
>----------------------
>Al-qur'an sudak banyak bicara, kesangsian akan kebenaran firman itu 
mutlak
>tidak ada.
>Keaneka-ragaman dunia ini adalah kesempurnaan dan keindahan.
>'Hambatan/pengganggu' adalah komponent penting dalam system alam 
semesta.
>

Saya belum mampu melihat 'keindahan' itu. Bagaimana caranya?

>Apa yang terjadi kalau hambatan-hambatan dari 4 ilustrasi di atas
>dihilangkan?
>Angin, resistan-listrik, gesekan, gravitasi dan air dihilangkan ???
>

Mungkin akan terjadi ketidak seimbangan.
Tapi saya mau tanya. Kalau kita melihat suatu kemungkaran akankah kita
diam saja karena melihat bahwa hal itu biasa saja (akibat dari 
keseimbangan) system alam semesta ?
Bagimana dengan kewajiban kita amar ma'ruf nahi munkar kalau kita
memandang setan bukan musuh?


>ITU BARU SALAH SATU KOMPONENTNYA TIDAK ADA, BAGAIMANA KALAU SEMUANYA 
TIDAK
>ADA. APAKAH YANG ADA?
>

Saya tidak tahu mohon penjelasannya!

>Jadi hambatan-hambatan itu perlu dikuasai, dikendalikan tentunya dengan
>ilmu. Bukan untuk dibasmi dan dimusnahkan (karena dianggap musuh) yang 
tidak
>berguna.
>

Bagaimana cara menguasainya?

>Dari analogi ini (alam syahadah) mungkin anda bisa menganalogikan dalam 
alam
>metafisik atau ruhani tentang penomena setan dipandang sebagai
>hambatan/penggangu.
>

Masih susah pak.....

>> Maaf saya sedikit ragu anda ini apakah beriman atau tidak dengan
>> al-qur'an. Apakah anda beragama Islam ?
>>
>
>Ha...ha...ha... tidak mengapa mas Budi, insya Allah saya sedang belajar
>mengimani dan mencintai warisan berharga Rosulullah Muhammad SAW itu. 
Saya
>memang belum memahami semuanya, yah paling tidak saya bisa memandangnya 
dan
>menciuminya dengan keharuan... baru itu yang saya bisa lakukan.
>
>Yang jelas saya ini bagai orang buta yang mengangkat sumpah bahwa "saya
>percaya matahari itu terbit dari timur dan tenggelam di barat". 
Begitulah
>keimanan saya, anda juga begitu khan?
>

Iya memang, kok pak Wargino tahu?

Terimakasih sebelumnya,
Wassalamu'alaikum wr wb
BU
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke