Nadri Saaduddin wrote:
>
>Bismillahirrahmanirrahim
>Assalamu'alaikum wr.wb.
>

DS:
Wa 'alaikumussalam Wr. Wb.

NS:
>     Roh  itu  tidak  jatuh  dari  atas....datang  kemudian  lalu  masuk
>     kedalam  kandungan  wanita hamil, melainkan  ia  adalah  suatu  nur
>     (cahaya)  yang  justeru telah terkandung dalam nutfah (sperma/mani)
>     secara  tersembunyi.  Dan dengan perkembangan  embrio  dalam  rahim
>     wanita,  roh  yang  juga menyertainya  dan akan  semakin  bercahaya
>     seiring  dan sejalan dengan perkembangan tubuh (embrio) itu.  Allah
>     Taala  memberikan  pengertian kepada kita bahwa  roh  berasal  dari
>     struktur yang memang sudah terbentuk dari nutfah yang berada  dalam
>     rahim wanita.
>

Angku Nadri Rahimakumullah,

Dari pembahasan mengenai "ROH" yang angku Nadri sampaikan, kelihatannya
sangat terinci sekali.

Namun saya ingin menanyakan apakah penjelasan tersebut berdasarkan
Al-Qur'an ataupun Hadis.

Salam & Maaf
Dagang Sansai


>
>     Kembali  kepada  pembicaraan kita mengenai roh, bahwa  sesungguhnya
>     roh  itu  adalah  suatu nur atau cahaya yang  latif  (halus),  yang
>     kemudian  tumbuh  dari  dalam tubuh itu juga serta  dibesarkan  dan
>     berkembang  dalam rahim. Yamg dimaksudkan dengan terciptanya  (roh)
>     itu  ialah  dimana  pada taraf permulaan intinya  sudah  terkandung
>     dalam  nutfah.  Tidak diragukan lagi bahwa sesuai  dengan  kehendak
>     dan  izin  Allah  ,  roh itu memiliki pertalian  yang  erat  sekali
>     dengan  nutfah.  Dan  roh diibaratkan sebuah  permata  cahaya  yang
>     murni  yang dimiliki oleh nutfah seperti halnya bagian-bagian badan
>     yang dimilki oleh tubuh. Tetapi tidaklah dapat dikatakan bahwa  roh
>     itu  datang  dari luar...atau jatuh kebumi....masuk kedalam  nutfah
>     dan   bercampur  dengan  bahan  nutfah.  Juga  bukan  seperti  yang
>     disangka  banyak  orang  bahwa  roh  itu  datang  belakangan  masuk
>     kedalam   tubuh  setelah  beberapa  bulan  dalam  kandungan   rahim
>     wanita...  Melainkan,  ia  tersembunyi  di  dalam   nutfah  seperti
>     halnya api tersembunyi didalam batu api.
>
>     Yang  dimaksud  oleh Al-Qur'an , roh itu tidak  turun  dari  langit
>     secara  terpisah  atau jatuh ke bumi dari angkasa, kemudian  secara
>     kebetulan    berpadu    dengan   nutfah,   lalu    masuk    kedalam
>     rahim.....betapapun  pendapat  demikian  tidaklah  betul  dan  bisa
>     dibenarkan. Jika kita berpendapat seperti itu maka hukum alam  akan
>     menyalahkan  kita.  Setiap  hari  kita  menyaksikan  bahwa  didalam
>     makanan  yang  kotor  dan  basipun serta dalam  borok  dan  bangkai
>     terdpat  jutaan  kuman  dan bakteri. Didalam perut  manusia  inipun
>     berkembang  biak  cacing kremi dan sebagainya . Sekarang,  dapatkah
>     kita  mengatakan  bahwa mereka-mereka itu terlihat  oleh  seseorang
>     datang dari luar atau turun dari langit?  Jadi disinilah kita  bisa
>     menyimpulkan bahwa yang benar adalah "roh muncul dari  dalam  tubuh
>     juga".Dengan sendirinya roh adalah "makhluk" (yang diciptakan).
>
>     Dengan  demikian  jelaslah bahwa Yang Maha Kuasa dengan  kekuasaan-
>     Nya  yang  Maha Sempurna , telah memunculkan roh dari  dalam  tubuh
>     juga.  Perkembangan  tubuh menyusul perkembangan  roh.  Gerak-gerik
>     roh  tergantung  pada  gerak-gerik  tubuh  .  Kejurusan  mana  kita
>     membawa  tubuh,  pastilah roh akan menyertai pula. Itulah  sebabnya
>     Al-Qur'an  sangat  menaruh  perhatian yang  besar  sekali  terhadap
>     keadaan   thabi'i   manusia   dan  perbaikan-perbaikan   perbuatan-
>     perbuatan  alami  dan  jasmani manusia itu.  Banyak  ayat-ayat  Al-
>     Qur'an  mengetengahkan  petunjuk-petunjuk berkenaan  makan,  minum,
>     berpakaian,  tidur, bicara, diam, kawin, berjalan,  menetap,  mandi
>     dan  sebagainya  untuk kebersihan lahiriah. Begitu pula  ketentuan-
>     ketentuan  khusus  dalam  keadaan sakit dan  dalam  keadaan  sehat.
>     Semuanya  itu  menunjukkan secara meyakinkan bahwa "keadaan-keadaan
>     jasmani    manusia    berpengaruh   besar   pada    keadaan-keadaan
>     rohaninya".......
>
>
>     Reading source:
>     The  Philosophy of the teachings of Islam by  Hazrat  Mirza  Ghulam
>     Ahmad , The London Mosque 1979...
>
>     bersambung...
>    
>     
>
>Wassalamu'alaikum wr.wb.
>Nadri Saaduddin, Jalan Rambutan B-32, Telp. (+62-0765) 93072
>Duri 28884,
>Riau Daratan, INDONESIA
>----------------------------------------------------------------------------
>---------------------------
>THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
>LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
>---------------------------------------------------------------------
>
>
>---------------------------------------------------------------------
>Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
>Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>
>
>
>
>
>
>


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke