Bismillahirrahmanirrahim...
Assalamu'alaikum wr.wb.

Neraka dan surga adalah suatu kehidupan diakhirat kelak yang merupakan
ganjaran dari segala amal perbuatan kita didunia ini. Semua agama
menjanjikan adanya  kehidupan demikian dan dalam agama Islam itu merupakan
satu diantara enam buah rukun Iman yang merupakan sendi dari agama Islam
itu. Kekalnya kehidupan surga tidak disangsikan lagi, bahwa nikmat surga itu
tiada berkesudahan sehingga tidak bisa dibayangkan bagaimana
akhirnya......Bagaimana dengan azab neraka? Berbagai pendapat dikalangan
Ulama-Ulama Islam mengenai kekal tidaknya neraka akan tetapi sebahagian
besar Ulama-Ulama Mainstream Islam berpendapat bahwa azab neraka itu juga
kekal selama-lamanya tiada akhir....dan merupakan ganjaran yang tidak
berkesudahan terhadap orang-orang yang betul-betul kafir dan melawan
Allah....

Pendapat yang umum......
Sudah menjadi pendapat yang umum dikalangan Mainstream Islam bahwa surga dan
neraka itu adalah sama-sama abadi. Orang-orang yang ditetapkan masuk neraka
disebabkan dosa-dosanya di dunia tidak akan keluar dari sana dan mereka akan
tetap menjadi penghuni tempat api yang bernyala-nyala itu selama-lamanya.
Berikut pendapat salah seorang penafsir Al-Qur'an dan Ulama dikalangan
Mainstream Islam Indonesia lewat Tafsirnya Al-Furqan dalam Fasal 25 halaman
XXIII. Berkata A. Hassan Bandung dalam Pengantar Tafsirnya itu :

"Menurut berpuluh-puluh ayat Al-Qur'an bahwa suarga dan neraka itu kekal
selama-lamanya , yakni tiada berkeputusan. Oleh sebab merasa kasihan dan
merasa tidak "patut" Allah menyiksa hamba-hambanya dengan tiada berkeputusan
, maka ada beberapa orang dan pengarang putar-putar ayat Qur'an dan gunakan
Hadits palsu hingga mereka jadikan bahwa neraka itu tidak kekal. Cari-cari
jalan dengan memutar-mutar arti Ayat-ayat itu tidak halal dan bukan
perbuatan orang yang jujur.

" Diayat 107 dan 108 Surah Hud , Allah berkata bahwa suarga dan neraka itu
kekal selama-lamanya , selama ada langit dan bumi , kecuali apa yang
dikehendaki Tuhanmu. 'Kecuali apa yang dikehendaki oleh Tuhan-mu itu satu
pintu yang besar dan lebar. Orang kafir, orang yang dapat hukuman kekal di
neraka, orang-orang kafir yang berbuat kebaikan diu dunia dan siapa-siapa
lagi , kalau Allah mahu keluarkan dari neraka atau mahu kesuargakan, tidak
siapapun yang akan menghalanginya, bahkan neraka itu , seluruhnya kalau
Allah mahu hapuskan, tidak berhaq siapapun bertanya "mengapa" ? Memang aneh
kalau orang suka cari-cari pintu, tebok sana dan korek sini , ketika pintu
yang besar sudah tersedia!".......

Dari keterangan Ulama terkemuka pendiri "Persis" tersebut , jelaslah A.
Hassan berpendapat baik surga atau neraka pada prinsipnya kekal tidak
berkeputusan . Hanya saja beliau mengemukakan suatu jalan keluar bahwa Allah
kuasa mengeluarkan barang siapapun dari neraka atau memasukkan kesurga ,
kalau Dia mau.......

Tidak kekal pada prinsipnya.......
Berlainan dengan pendapat yang umum dikalangan Mainstream tersebut sebuah
"sempalan Islam" lainnya berpendapat secara solid bahwa surga betul-betul
kekal selama-lamanya tiada berakhir, sebaliknya dengan neraka mereka
mengatakan  terbatas waktunya.... karena itu tidaklah kekal selama-lamanya
dan suatu saat pasti berakhir. Penjelasan mereka tidak hanya dikuatkan
dengan alasan-alasan akal tetapi juga dengan dalil-dalil naqal, Al-Qur'an
dan Hadits.

Menurut agama Hindu, surga dan neraka (pahala dan hukuman) mempunyai masa
yang terbatas dan manusia kan dikirimkan kedunia ini kembali sesudah sesudah
menjalani hukuman atau memperoleh ganjaran karena perbuatannya . Sekalipun
beberapa firqah Hindu berselisih paham dalam berbagai perincian agama
mereka, namun semua mereka sepakat bahwa mengenai prinsip yang fundamental
bahwa penghukuman dan pengganjaran di alam nanti adalah untuk sementara. 

Diantara agama-agama Semit, agama Yahudi mengharamkan surga bagi orang yang
bukan Yahudi , sedangkan kaum Yahudi nyaris tidak akan kena siksaan neraka
sedikitpun, karena menurut agama Yahudi orang Yahudi tidak akan tinggal di
neraka lebih dari sebelas bulan, sedang orang yang bukan Yahudi akan
bermukim disana selama-lamanya. Menurut orang-orang Kristen, surga dan
neraka adaalh kekal, sekalipun sebahagian sekte mereka berkepercayaan bahwa
surga akhirnya akhirnya akan tiba pada kesudahannya.....(Tafsir Kabir, oleh
Imam Muhammad Fakhruddin Razi----> dikutip dari The Holly Qur'an with
English Translation, Editor Malik Ghulam Farid Vol II, Part I mengenai ayat
108 Surah Hud...).
               
Tetapi Islam berbeda secara fundamental dari semua agama ini.
Pemimpin-pemimpin besar Islam dalam beberapa masalah keagamaan  dimasa silam
dan sebahagian kecil Cendekiawan Muslim masa kini menekankan dengan keras
sekali bahwa surga adalah abadi dan kekal , sedangkan neraka adalah
sementara dan terbatas masanya. Hadist-hadits dari Rasulullah SAW menunjang
pendapat ini. Imam Ahmad bin Hambal Ulama terkemuka dan pendiri Mazhab
Hambali yang terkenal itu mengutip suatu Hadits berikut ini dari Rasulullah
SAW yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr' bin As sbb:

"Suatu hari akan tiba pada neraka bila daun-daun jendelanya akan sling
memukul dan didalamnya tak akan ada seorangpun. Itu akan terjadi bila
penghuni-penghuni neraka sudah tinggal disana berabad-abad"....(Musnad
Ahmad). 

Jadi menurut hadits ini perkataan "khalidina" (tinggal) yang digunakan
bertalian dengan neraka hanya berarti "tinggal untuk waktu berabad-abad yang
panjang".  Yang demikian adalah juga pendapat para sahabat Rasulullah Ibnu
Mas'ud dan Abu Hurairah. Menurut Ibnu Taimiyah , Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Anas
dan banyak pentafsir berpendapat serupa itu. Berkenaan dengan perkataan
"khaalidina" yang banyak dijumpai dalam ayat-ayat Al-Qur'an sehubungan
dengan neraka ini beberapa ahli agama terdahulu ada juga berpendapat bahwa
itu tidak berarti "tinggal untuk selama-lamanya". Tetapi mereka mengemukakan
bahwa sekalipun orang-orang kafir yang jahat pantas untuk disekap
selama-lamanya dalam neraka, namun neraka itu sendiri pada suatu hari akn
ditiadakan dengan rahmat-Nya , dan kalau neraka sudah tiada tentu saja tidak
ada orang yang akan menghuninya. Diantara orang yang menunjang pendapat ini
adalah Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim....(Fath al Bayan, oleh Abul Tayeeb
Siddiq ibnu Hassan).

Hadist Rasulullah yang dikutip diatas dari riwayat Abdullah bin Amr, juga
diriwayatkan oleh Abu Hurairah , hal mana menambah besar bobot dan
kesahihannya. Suatu hadist lain dari Ibnu Mashud berkata:

"Akan datang suatu waktu pada neraka bila daun jendela-jendelanya kan saling
memukul", yakni tidak akan berpenghuni.......(diriwayatkan bahwa Jabir, Abu
Sa'id al Khudri dan Abdullah ibnu Umar juga memberikan keterangan
demikian.....(Fathul Bayan).

Abu Sai'id al Khudri meriwayatkan sebuah hadits dari Muhammad SAW yang
menunjukkan dengan jelas bahwa neraka tidak abadi. Menurut keterangan Hadits
ini Rasulullah SAW berkata bahwa pada hari kiamat Tuhan akan memberi izin
kepada berbagai orang yang berkedudukan tinggi untuk melakukan syafaat bagi
orang-orang yang berdosa. Pada akhirnya orang-orang biasa juga akan diberi
izin untuk melakukan syafa'at bagi mereka. Mula-mula mereka akan melakukan
syaf'at bagi orang-orang yang mereka kenal. Kemudian dengan izin Tuhan
mereka juga akan melakukan syafa'at untuk orang-orang berdosa yang masih
punya sedikit iman dalam hati mereka, sampai akhirnya mereka akan melakukan
syafaat bagi orang-orang yang hanya punya sebutir iman di dada mereka. Lalu
yang akan tinggal di neraka hanya orang-orang yang sedikitpun tidak pernah
berbuat amal baik. ketika itulah Tuhan akan bersabda:

"Malaikat-malaikat telah melakukan syafaat, Nabi-Nabi dan orang beriman
telah melakukan syafaat dan kini adalah giliran-Ku, Yang Paling Pengampun
dari pengampun-pengampun.". Lalu Tuhan akan mengeluarkan segenggam penuh
dari api dan malahan mengeluarkan daripadanya orang-orang yang sedikitpun
tidak pernah berbuat kebaikan .......(Bukhari dan Muslim)   
  
Hadits ini mengisyaratkan bahwa pada akhirnya akan datang suatu waktu bila
semua orang dikeluarkan dari neraka. Karena kalau orang-orang yang tidak
pernah berbuat kebaikan sedikitpun, dikeluarkan dari neraka, siapa lagi yang
akan tinggal disana? Apalagi genggaman penuh Tuhan bukanlah benda kasar.
Dalam pengertian perkataan itu terlingkup keluasan yang tidak terbatas dan
tak ada satu bendapun dapat dianggap terlepas dari itu. Dari Hadits itu juga
nampak bahwa pendosa-pendosa mula-mula akan diberi hukuman karena dosa
mereka , dan kalau mereka telah dibersihkan dari dosa mereka , mereka akan
mendapat ganjaran karena amal-amal baik mereka , yang saat itu disimpan
sebagai cadangan. Pada ayat Al-Qur'an yang lain ..."orang yang melakukan
kebaikan sebesar zarrah pun akan melihat ganjaran kebaikannya itu...(QS.
99:7). Kapan lagi mereka melihat ganjaran kebaikannya kalau seandainya dia
terus menerus diazab..mendapat siksaan yang neraka yang tidak berkesudahan
itu...? Itu kalau seandainya neraka itu kekal abadi dan tidak ada
akhirnya.....! 


Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin
Jalan Rambutan B-32
Telp. (+62-0765) 93072
Duri 28884, Riau Daratan
INDONESIA



---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke