Ass. Wr. Wb
Betul sekali mBka Yani, kalau hati ini masih kotor untuk menerima cahaya
dari Allah, jadi harus berhati-hati dalam bertindak jangan sampai malah
membuat dosa dan kesalahan yang lebih besar lagi dengan menuruti Hawa Nafsu.

Wassalam

Welly

> -----Original Message-----
> From: Yani Qoyimah [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Friday, April 23, 1999 1:16 PM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      Re: [Tasawuf] Siapkan Harta dan jiwa untuk mengahadapi musuh
> Isla m
> 
> Assalam Ww
> 
> Apakah setelah tidak ada Rasulullah SAW, sudah tidak ada lagi
> TALI ALLAH???
> Ulama adalah pewaris para Nabi.
> Pewaris Nabi, tentunya mewarisi sifat-sifat Nabi dan mewarisi
> tugas dan misi Nabi.
> Dan memang sulit untuk mengenali "Ulama" yang ini.
> 
> Seperti pada posting Pak Ibnu Badawi, bahwa ternyata di zaman ini
> masih ada TALI RUHANIAH KETUHANAN yang dapat menyalurkan Kalimah
> Allah, menjadi "corong" Allah di dunia ini.
> 
> Kelemahan kebanyakan umat Islam adalah tidak menemukan Tali
> Ruhaniah Ketuhanan (Wasilah) itu. Atau tidak mau mencari?.
> Padahal Allah memerintahkan di dalam Al Qur'an, untuk mencari
> "Wasilah", untuk mendekatkan diri kepada Allah [supaya dapat
> menerima petunjuk Allah dan sampai kepada-Nya].
> 
> Secara awam saja, untuk memutuskan segala sesuatu, apalagi
> masalah yang besar, kita dianjurkan untuk ber-istikharah, artinya
> kita harus minta petunjuk kepada Allah. Apakah Allah meridloinya
> atau tidak.
> 
> Cuma yang sering menjadi masalah, adalah "cermin" kita (maksudnya
> saya) masih buram, kotor, sehingga sulit untuk memantulkan Cahaya
> (petunjuk) Allah itu, maka perlu orang yang beriman (mukmin
> sejati), ulama pewaris Nabi, yang dapat "memantulkan" petunjuk
> Allah itu.
> 
> Wassalam Ww
> 
> Rizki Herucakra wrote:
> 
> > Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
> >
> > Lantas bagaimana caranya meng-identifikasikan bahwa seruan
> > jihad itu
> > berasal dari Allah? Kalau dulu ada Rasulullah yang selalu
> > didatangi
> > Malaikat Jibril, bagaimana dengan saat ini? Apakah karena tidak
> > ada
> > seruan dari Allah maka jihad fisik sudah tidak ada lagi dan
> > diganti
> > dengan jihad hati saja???
> >
> > Kalau kita menanti seruan jihad 'dari Allah' di masa sekarang,
> > kayaknya
> > kita nggak bakalan jihad-jihad nih... Terus diganti dengan
> > jihad-jihad-an yaitu jihad hati lah, jihad pandangan lah, jihad
> >
> > pemikiran lah, dan lain sebagainya. Padahal di dalam Al Quran
> > yang
> > dimaksud dengan jihad adalah fisik, yaitu mengorbankan harta
> > benda dan
> > jiwa.
> >
> > Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
> >
> > Rizki Herucakra
> >
> 
> 
>  << File: ATT35589.txt >> 

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke