Terima kasih Abah atas pencerahannya. 

Rivai

>>> Abah Hilmy <[EMAIL PROTECTED]> 04/30 1:30 AM >>>
Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamu'alaikum Wr. Wb

>>>>Terima kasih. Saya seorang peserta baru di milis ini, dan dalam
kesempatan ini saya ingin bertanya beberapa hal yang kurang jelas dan agak
kabur bagi saya.

>1. Ada orang yang mengandaikan hubungan antara Tuhan dan manusia seperti
antara tangan dan pena. Apakah maksudnya Tuhan adalah tangan dan manusia
sebagai pena? Lalu apa pula maksud tinta dan tulisan dalam hal ini?

Pena digerakkan oleh Tangan.
Tiada mungkin pena bergerak sendiri.
Kalau si pena hanya mau bergerak sendiri, maka ini mempunyai maksud si
manusia tidak mau diatur oleh Allah (tidak berserah diri), tetapi
membiarkan dirinya ditarik-tarik oleh Hawa Nafsu dan Syahwatnya.

Tinta adalah sesuatu yang dapat menyebabkan terjadinya tulisan.
Tulisan adalah sesuatu hasil yang dikehendaki tangan untuk terlihat.

Manusia apabila berserah diri pada Allah, maka kelak akan mengalirlah dari
dirinya cerminan sifat-sifat Allah. Untuk dapat mengalirnya sifat-sifat
Allah harus ada tinta, yaitu IMAN.

Wallahu'alam

>2. Mbak Yani wrote:
>Didalam QS An Nur ayat 35 disebut "Nurun Ala Nurin". 
>
>>>>>Ayat ini sulit bagi saya, terutama bagian, kalau tidak salah,
"minyaknya hampir-hampir tidak menyentuh apinya", dan "nurun ala nurin".
Apakah maksudnya ayat ini?

Sangat baik kalau ayat ini digambarkan (silakan rekan-rekan gambar).

Lalu lihatlah.

MISYKAT (Lubang yang tidak tembus cahaya ) = Jasad manusia.

MISBAH/PELITA = Ruh Al Quds (Realitas Allah dalam diri kita), makanya
dikatakan Allah lebih dekat dari urat leher (QS 50:10), karena ia bertempat
dihati orang mukmin.

Hadits Qudsi Riwayat Ahmad:
Sesungguhnya langit dan bumi tidak akan sanggup untuk Zat-ku tetapi yang
sanggup adalah hati orang mukmin.

Jadi Hati adalah Baitullah (rumah Allah).

KAUKABAN (bintang yang memantulkan cahaya berbeda dengan An-Najm) = Hati
Bila hati ini bersih, maka cahaya dari pelita tersebut bertambah
berkilauan. Tetapi bila hati kotor, maka cahaya pelita tersebut tidak tembus.

Minyak dari buah, buah dari pohon.
POHON = Taqwa
BUAH/MINYAK = Ilmu/hasanah

Dalam sebuah hadits dikatakan:
Iman adalah telanjang, pakaiannya taqwa dan buahnya ilmu (hasanah).

Belum PELITA tersebut menyala, dengan MINYAK (buah taqwa) itu sudah terang.

Referensi tambahan:
Buku Misykat-Misykat Cahaya - Mizan.

Wallahu'alam







---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] 
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] 
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)







---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke