Mengenal Manusia-1 Setiap manusia yang dihadirkan ke dunia mengemban tugas (misi) suci dari Allah SWT. Misi suci manusia yang satu berbeda dengan misi suci manusia yang lainnya (tidak ada yang sama satu sama lainnya) hal ini berkaitan dengan tujuan penciptaan individual. Sangat sedikit sekali manusia yang menemukan kembali dan hidup dalam misi sucinya (akibat mempertuhankan hawa nafsu dalam hidupnya dan juga dalam beragama). Tujuan dihadirkan manusia ke alam dunia : 1. Secara Umum a. Sebagai saksi Allah SWT. Menjadi saksi bagi Allah bertingkat-tingkat. Seorang dapat menjadi saksi dimana ketika ia mengetahui, mengerti dan mengenal sesuatu yang ia bersaksi atasnya. Dan (ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Rabbmu". Mereka menjawab: "Betul (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Rabb)". (QS. Al A�raaf : 172) b. Sebagai khalifah bumi Untuk memakmurkan bumi. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan pemakmurnya... (QS. Huud : 61) Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah.-khalifah di muka bumi. (QS. Faathir : 39) c. Menyembah Allah Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS. Adz-Dzaariyaat : 56) 2. Secara Khusus Secara khusus, seorang manusia mempunyai peran (bidang) apa dan sebagai apa dalam turut serta sebagai pemakmur bumi (khalifah di bumi). Hal ini merupakan proses menemukan diri sendiri termasuk tugas (bidang) apa dan sebagai apa (misi hidupnya). Deskripsi : Manusia A hidup dalam misi hidup B. Maka : + Banyak menghadapi kesulitan-kesulitan / benturan-benturan kehidupan. + Sulit menjadi saksi Allah yang benar juga untuk ma�rifatullah (mengenal Allah). Bagaimana bisa mengenal Allah SWT dengan tidak mengenal dirinya sendiri Manusia B hidup dalam misi hidup (jalur) B. Proses menemukan diri sendiri sudah ditempuh dan berhasil. Maka : + Kelapangan (kemudahan-kemudahan) dalam menempuh kehidupan. + Ia akan mengenal dirinya sendiri sehingga akan mengenal Allah. Seperti yang dikatakan kata-kata hikmah (bagi sebagian ulama dikatakan sebagai hadits Rasulullah SAW): Man �arofa nafsahu faqod arofa rabbahu (Barangsiapa mengenal dirinya maka ia akan mengenal tuhannya) + Dan dengan ini maka ia mulai menjalankan agama dengan hakiki. Seperti yang dikatakan Ali. R.A: Awwaluddina Ma�rifatullah (Awalnya agama adalah ma�rifatullah). + Mudah untuk ma�rifatullah sebagai modal utama untuk menjadi hamba-Nya yang didekatkan. -bersambung- Dikutip dari Jurnal Kajian Islam Salam Diterbitkan oleh Forum Kajian Islam As-Salam Jl. AP Pettarani E19/12 Ujungpandang 90222 ([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
