Assal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh. Sekedar untuk menambah wawasan, berikut ini saya sampaikan hasil terjemahan saya atas naskah yang saya peroleh dari homepage seperti yang tertera. Tidak semua naskah yang ada saya terjemahkan; hanya beberapa bab di bagian depan. Kalau anda tertarik, silakan kunjungi homepage tsb. Wassal�mu'alaikum warahmatull�hi wabarak�tuh. RS SAINS, PENGETAHUAN, DAN TASAWUF PENGETAHUAN TASAWUF BAGI SELURUH UMAT MANUSIA Oleh: Henry Bayman http://home.att.net/~nungan/sufism/ I. PENGANTAR Kini telah hampir seperempat abad, aku berdekatan dengan seorang Sufi di Anatolia Tengah. Sebagian besar waktu kupergunakan untuk bersama-sama dengan Mursyid Ahmad Kayhan. Tasawuf Islam yang dijalani dan diajarkan oleh mursyid ini demikian berbeda, begitu indah, dan begitu gamblang, sehingga aku merasa bertanggung jawab kepada umat manusia untuk membuat keberadaannya diketahui. Aku memilih perkataanku dengan hati-hati, dan setelah banyak pertimbangan. Menyadari sepenuhnya tanggung jawab ini, aku membuat pernyataan kategoris berikut: Inilah sesuatu yang begitu berharga hingga seluruh dunia memerlukannya; ini beberapa tahun lebih awal dari sembarang filsafat, agama, atau aliran spiritual. Peter D. Ouspensky menduga bahwa sumber yang demikian itu ada, dan kini terbukti. John G. Bennett, dalam suatu upaya untuk melacak guru-guru Gurdjieff, menemukan pendahulunya di Asia Tengah sesaat sebelum ia meninggal. Meskipun kita tidak mengenal mereka, kita harus merasa beruntung telah hidup dalam dunia yang sama dengan orang-orang brilian ini. Pendekatan Mursyid menggabungkan wajah-wajah terbaik Islam dan Tasawuf, wajah-wajah yang sebenarnya tak terpisahkan satu sama lain. Mungkin mengejutkan bagi beberapa orang bahwa hal ini bukanlah sintesis baru, namun sebuah kearifan integral yang turun-temurun dari zaman dulu melalui suatu rantai transmisi yang otentik dan otoritatif. Citra yang pahit, kasar dan pendendam yang disandang umat Muslim merupakan akibat dari kegagalan mereka dalam menerima kearifan [ajaran] ini. Meskipun mereka mungkin bermaksud baik, mereka telah memancarkan citra Islam yang keliru ke dalam pikiran orang lain, tepatnya karena mereka sendiri telah jatuh menjadi korban ketidaktahuan (tidak termasuk mayoritas Muslim yang lembut, jujur, dan cinta damai). Karena itu, setiap orang, Muslim atau bukan, sangat memerlukan ajaran ini. Saya akan memberikan sebuah contoh. Seperti ditulis Hans Koning: "kebanyakan dari kita pada masa kini merasa lebih baik bertemu binatang buas di jalan yang sepi dari pada bertemu orang asing. Kita takut kepada orang yang tidak kita kenal, 'orang lain': Kita merasa bahwa kita tidak dapat memahaminya ... Atau kita mungkin terlalu mengenalnya dan ia mungkin membenci kita dengan alasan yang kita memilih untuk melupakannya... Anak-anak kita mewarisi budaya gembok pintu dan alarm..." Coba bandingkan keadaan ini dengan pendapat Robert Kaplan mengenai "Golden Mountain" di Ankara, Turki. (Nama ini sendiri bermakna simbolik.) Membandingkannya dengan pemukiman orang miskin di Abidjan (Pantai Gading) yang disebut "the Paris of West Africa," Kaplan menyimpulkan: "di Turki aku memahami bahwa shantytown [kompleks perumahan sederhana yang padat, terbuat dari semen, berbentuk kotak] tidaklah buruk. "Perumahan kumuh di Abidjan menakutkan dan menjijikkan bagi orang luar. Di Turki sebaliknya. Makin aku mendekat ke Golden Mountain, makin bagus tampaknya, dan aku makin merasa tenang. Aku mempunyai uang Lira Turki bernilai US$1,5 di saku yang satu dan $1 dalam bentuk traveler's check di saku yang lain, namun aku tidak merasa takut. Golden Mountain merupakan lingkungan bertetangga yang sejati." Seorang penduduk wanita berkata: "Di sini kami berpuasa. Di sini kami lebih religius." Apakah hanya Abidjan yang dapat mengambil manfaat dari contoh Golden Mountain? Bagaimana dengan bagian tertentu New York atau kota-kota lain, atau -dalam hal tersebut- seluruh dunia? Tidakkah contoh ini menunjukkan bahwa kemiskinan bukanlah satu-satunya faktor yang menimbulkan kekerasan? Tidakkah ini menunjukkan bahwa uang semata-mata tidak dapat membeli perdamaian? Hidup dalam suatu adat di mana anda tidak perlu takut kepada orang asing yang datang, di mana anda bahkan tidak perlu memikirkan dia kecuali mungkin berkata "Hallo", aku ingin semua orang di dunia menikmati karunia ini bersama mereka. Dulu, masyarakat ini bahkan tidak mengenal kunci pintu karena hampir tidak pernah terjadi pencurian. Sementara hal ini kedengarannya terlalu mengada-ada, fakta bahwa orang di masa lampau mampu mewujudkannya, berarti hal ini merupakan realita bagi manusia, dan karena itu terbuka pilihan bagi kita juga, biarpun tampaknya begitu jauh dari sudut pandang kita. Tetapi kita tidak harus menjadi utopian; aku akan tinggal di Golden Mountain. Tiada kunci pintu yang dapat menghalangi pencuri yang nekat, dan pagar-pagar pengaman yang anda dirikan di sekitar anda atau kompleks perumahan anda, hanya akan meningkatkan rasa tidak aman dan kegelisahan anda. Jika mayoritas penduduk menyetujui prinsip (atau aksioma) yang secara inheren mampu menimbulkan keamanan, maka kita akan tidak hanya merasa, tetapi benar-benar tenteram. Jangan keliru: apa yang terlibat dalam keseimbangan kini bukanlah peradaban ini atau itu, melainkan peradaban dunia. Peradaban global-lah yang berperan. Kita harus menerangkan bahwa peradaban Tasawuf Islam yang memberi napas kehidupan, toleransi, kasih sayang dan kemanusiaan, jika kita tidak menghendaki disintegrasi ke dalam anarki dan kekacauan. Penulis terkenal E. M. Forster, pernah dijuluki "penjaga peradaban." Kini, kita semua harus menjadikan diri kita masing-masing penjaga peradaban dan penjaga planet ini, jika kita mengharap untuk dapat bertahan hidup dalam dunia yang tolerable dan mewariskannya kepada anak cucu kita. Jika kita gagal melaksanakannya, kita tidak akan melihat anak-anak kita sebagai anak-anak. --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
