SAINS, PENGETAHUAN, DAN TASAWUF
PENGETAHUAN TASAWUF BAGI SELURUH UMAT MANUSIA

Naskah asli: Henry Bayman 
http://home.att.net/~nungan/sufism/
Diterjemahkan: R. Sunarman

PENGANTAR (lanjutan)

Dalam buku terdahulu (The Meaning of the Four Books) aku mencoba
menyajikan pandangan kontemporer mengenai kearifan ajaran Mursyid.
Dalam buku ini, aku mencoba melihat masalah-masalah aktual melalui
kacamata ajarannya. Sebenarnya buku ini harus mendahului Four Books,
karena aku yakin ini lebih dekat kepada peradaban anda sekarang.

Tidak benar untuk memberi atribut dalam segala hal dalam buku ini
kepada Mursyid. Beliau terlalu canggih untuk itu, dan setiap
kekeliruan merupakan kesalahanku sendiri.

Setiap perkataan Mursyid merupakan pelajaran dalam bentuk ringkas.
Dalam penghematan perkataan, beliau dapat meringkas suatu masalah
dalam beberapa kalimat pendek tetapi komprehensif. Tetapi setiap
kalimat sangat bermakna, merupakan benih pemikiran [gagasan] yang jika
disemaikan di dalam benak pendengarnya, akan tumbuh subur dengan
bantuan perhatian yang cukup.

Karena itu, buku ini merupakan kristalisasi yang demikian. Ini
menggambarkan respons dari seorang individu terhadap benih yang
ditanam. Dalam tiap kasus, aku merangkai tulisan dalam buku ini
berdasarkan beberapa perkataan Mursyid. Begitulah benih-benih gagasan
itu dirangkai, atas refleksi, bersama dengan informasi yang telah aku
miliki (atau kutemukan ketika menulis buku ini). Apa yang tersembunyi
menjadi terbuka dan terbabar. Selain itu, aku juga menggunakan
bahan-bahan pelajaran yang diberikan oleh Mursyid. 

Orang yang lebih mumpuni akan mampu menyerap lebih banyak makna atau
menulis buku yang lebih baik. Namun, aku pikir, gagasan-gagasan
Mursyid jauh lebih penting untuk dipegang karena kekuranganku sendiri.
Siapapun yang bisa, silakan menulis yang lebih baik. 

Membaca buku ini, anda akan menemukan hamparan pemikiran Mursyid
meskipun tidak secara eksplisit ditulis. Kuharap buku ini memberi anda
lebih banyak dari pada yang diberikan kepadaku. Aku hanya sekedar
mengisi ruang kosong agar gagasan yang sesungguhnya lebih penting akan
lebih jelas. Kalau hanya ini yang ditulis, maka beberapa halaman akan
sudah cukup, namun ini berarti tidak akan ada buku ini, dan pembaca
akan lebih sulit melihatnya dalam konteks. Aku bersusah payah
mengeluarkan implikasinya dan membuatnya semudah mungkin bagi pemula.
Aku dibawa ke pendekatan ini oleh ketidaktahuan mengenai Islam dan
Tasawuf pada umumnya, dalam dunia Islam sendiri dan di luar Islam.

Karya ini merupakan upaya untuk menerapkan kearifan Islami dan Tasawuf
ke dalam dunia kontemporer. Bagaimana kita dapat mengetahui
masalah-masalah yang mendesak? Bagaimana pendekatan terbaik untuk
mengatasinya? Apa pokok-pokok filsafat tertentu? Aku telah mencoba
untuk tidak berlebihan agar argumentasinya ringkas. Penulis yang lebih
produktif, dengan menggunakan inti permasalahan yang sama, mungkin
dapat menghasilkan buku beberapa kali lebih panjang dari buku ini.
Namun saya berpikir, esensi tiap kasus telah ditulis, dan aku lebih
suka tidak mengencerkan ajaran Mursyid lebih jauh.

***

'Islam', 'Tasawuf', 'Akal', 'Iman' istilah-istilah yang selalu kita
pakai, istilah-istilah yang kita tafsirkan menurut konsep kita sendiri
dan menurut kadar pengetahuan kita. Harapanku, buku ini memberi kita
visi yang lebih tajam dan lebih murni mengenai potensi kita. Tasawuf
Islam merupakan blueprint bagi sukses kemanusiaan, tetapi ini
merupakan bagian dari Rencana Ilahi bahwa keberhasilan proyek ini
berada dalam tangan-tangan kita. 

Dikotomi [perlawanan] antara akal dan iman tidak dikenal dalam Islam.
Pentingnya fakta ini perlu ditonjolkan. Demikian pula, konsekuensi
buruk dari iman bukan pula dikotomi. Bagi pembaca dari kalangan yang
telah mengambil kesimpulan-kesimpulan mengenai Allah, iman dan akal
dalam Islam sendiri, banyak bagian dari buku ini akan sia-sia jika
mereka tidak mampu menahan ketidakpercayaannya. 

***

Karena bab-bab dalam buku ini berdiri sendiri-sendiri, beberapa
pengulangan tidak dapat dihindari, karena upaya untuk menghilangkannya
akan menghilangkan keutuhan suatu bab. Urutan naskah dibuat secara
progresif, mulai dari atheisme hingga Tasawuf.

Pertanyaan mungkin timbul mengapa atheisme disebut-sebut dalam buku
ini. Jawabanku: beberapa orang atheis sampai ke pandangan mereka
karena mereka tidak menemukan sesuatu yang lebih baik. Beberapa orang
didorong oleh kejujuran intelektual, yang lain oleh rasionalitas. Bagi
mereka, agama kita meninggalkan sesuatu yang mereka inginkan. Adapun
Islam, tabir kabut dari kejadian-kejadian buruk tanpa henti di
"negara-negara Islam" -Iran, Libya, Saudi Arabia, Afghanistan, dll.-
telah membutakan kita dari apa sebenarnya yang diajarkan agama ini.
Kita harus menilai agama dari nilai-nilainya sendiri dan bukan dari
kegagalan dari umat Muslim pada masa kini. Kita perlu berterus terang
bahwa jika agama dinilai atas dasar penganutnya, mungkin Muslim gagal
dalam menerapkan ajaran Islam secara benar, atau mereka yang gagal
dalam jalur ini diasumsikan sebagai mewakili Islam.

Bahkan di antara kaum atheis, ada yang dapat mengambil manfaat dari
menyadari fakta, dan untuk merekalah sebagian dari buku ini
dialamatkan. Islam merupakan agama yang menghargai baik dunia material
maupun spiritual, yaitu mencakup theistik dan humanistik, yang
mencakup iman dan akal. Ini merupakan agama dengan moral yang kuat,
membantu membangun jaring moral dan komitmen etika yang kuat.
Sementara menerima dunia sekuler, Islam juga memandang jauh untuk
melihat kesakralan dan menikmati spiritualitas yang sejati. Menurutku,
sebagian orang lebih menyukai keberadaan yang utuh dari pada keberadan
yang setengah-setengah, memilih keduanya dan bukan menilih salah satu,
seandainya mereka sadar bahwa pilihan itu ada.

Aku berutang jasa kepada Tim Thurston dan Peter Murphy, yang bantuan
dan saran-sarannya sangat bernilai; tetapi bagi mereka, buku ini bukan
seperti ini, sebagaimana bagi pihak-pihak lain yang telah membantu
dalam menjadikan buku ini ke dalam bentuknya sekarang. Terima kasih
juga kuberikan kepada "Web Library"-semua sumber yang ada dalam World
Wide Web, terlepas dari apakah kupergunakan atau tidak.

Berbuat kekeliruan adalah manusia, dan hanya sedikit buku yang bebas
dari kesalahan. Meskipun telah kuusahakan sebisa mungkin, jika ada
kekeliruan, harap pembaca memberi maaf.

1 Maret, 1998



---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke