Tanggapan dari :  HARTO NADING
> Email:[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> 
>       Assalamua'laikum Wr. Wb
> yth, sdri Dewi
> 
> Untuk memberikan nasehat/pandangan untuk seseorang yang diberi semangat
> untuk bisa tetap bertahan hidup sehubungan dengan sesuatu beban yang
> dideritanya, hendaknya kita melihat beberapa faktor :
> 1). Apakah orang tsb mampu akal/pengetahuannya untuk menyerap dan
> menganalisa nasehat2 yang kita berikan (hal tsb tergantung dari level
> keilmuan seseoarng).
> 2). Kadar keimanan yang bersangkutan, yang biasanya berkaitan dengan
> ilmu, makin tinggi ilmu seseorang muslim, makin tebal pula kadar
> keimanannya.
> 3). Kondisi atau keadaan umum orang sakit tsb, jika kesadarannya telah me
>     nurun, maka kemampuan untuk menerima advis dari seseorang juga
>     berkurang, atau tidak bisa/tak mampu lagi menerima nasehat. 
> 
> Bagi orang yang masih memiliki faktor kemungkinan seperti pada point 1-2
> barangkali metode pemberian masukan nasehat dimulai dari hal2 yang
> berkaitan dengan penciptaan manusia oleh Sang Khalik, seperti contoh
> sederhana yang saya coba paparkan dibawah ini.
> 
> Bahwa dalam hal penciptaan tubuh manusia, ALLAH sudah menyebutkan dalam
> Kitab Suci Al-Qur'anul karim bahwa : 'Sesungguhnya manusia itu diciptakan
> dalam bentuk yang sebaik-baiknya'.
> Hal mana telah dibuktikan dengan ilmu kedokteran yang mempelajari tentang
> Anatomi dan Fisiology (ilmu faal) yaitu struktur tubuh manusia dan fungsi
> dari semua bagian2 tubuh itu, bahwa betapa rumitnya susunan sel2 tubuh
> yang terdiri dari berjuta-juta susunan sel, semuanya bekerja dengan
> serentak, irama yang teratur,  rapih, dan bekerja secara automatis dibawah
> komando ghoib, sel2 tsb tumbuh dan bergerak, sejak dalam kandungan (rahim
> ibu) sampai akhir hayatnya (ajal)
> Sesuai dengan susunannya,  tubuh manusia diciptakan dalam beberapa unsur,
> yaitu :
> 1). Unsur tanah : yaitu tubuh lahiriah yang berasal dari sari patih tanah
> , yang             mempunyai sifat kebumian (keduniaan) dengan segala
> keinginan duniawi,         unsur tanah inilah yang dalam perjalanannya,
> akan menjadi tua, sakit, dan           mati,  lalu kembali hancur bersatu
> dengan bumi kembali (bersifat Fanah).
> 2). Unsur ghoib : yaitu bagian tubuh yang terdiri dari unsur angin, hawa,
> listrik/ 
> api, (roh) yang bersifat kelangitan, kekal tidak akan mati,bersifat
> bersih, jujur dan tunduk, unsur inilah yang akan kembali ke Khadirat
> Illahi menghadap Sang Pencipta.
> 
> Perpaduan dari unsur-unsur tersebutlah  seorang manusia bisa hidup,
> tumbuh,
> bisa bersekolah (menimbah ilmu), bekerja, beribadah, merasa enak/nyaman,
> merasa marah, merasa takut/kawatir, merasa berkuasa, merasa berkeinginan
> sesuatu, merasa sakit dan lain sebagainya.
> 
> Lalu hubungan dengan sakit : kenapa manusia bisa menjadi sakit....?
> penyebab sakit sendiri beragam macamnya, dan beragam pula akibatnya,..
> antara lain : kemasukan jasad renik (bakteri) kedalam sel2 tubuh,
> sakit/cederah karena ruda paksa (benturan), dan ada pula manusia yang
> sakit hanya jiwa-nya saja, ada pula perasaan sakit hati, dll.
> Kesemua rasa sakit tersebut timbul  karena ada sesuatu yang asing berupa
> benda, zat, dll, yang masuk kedalam tubuh, sehingga  dan terjadi proses
> penolakan system (reject) oleh sel2 tubuh, karena kemasukan sesuatu yang
> asing yang bukan fitrahnya.
> Contoh ilustrasi: (yang simpel)
> Jika tubuh terkena inkesi bakteri (benda asing) yang masuk melalui
> saluran2 dalam tubuh; maka secara automatis (tanpa kita sadari) sel2 darah
> putih yang menjadi unsur dalam system kekebalan, akan bereaksi menuju
> tempat/bagian sel yang terinfeksi dan menyerang bakteri (benda asing)
> tersebut, nah...apa yang terjadi dalam proses perlawanan tersebut,...tubuh
> akan menjadi panas/demam, bagian kulit yang terkena infeksi bakteri akan
> membengkak berbentuk bisul, dengan timbul pula rasa nyeri, tidak enak
> badan, dll. inilah yang disebut sebab dan akibat. 
> Jika kadar bakteri sedikit maka bakteri (jasad renik) akan musnah/mati
> karena dibunuh oleh system kekebalan (leukosit), dan lukapun akan sembuh
> tanpa pengobatan (sembuh sendiri), tetapi bila kadar bakteri dalam jumlah
> yang besar, ditunjang oleh daya tahan tubuh yang lemah, maka penyakit akan
> bertambah parah, berkepanjangan, susah sembuh, dan bahkan mungkin sampai
> pada tahap kematian. 
> Seluruh peristiwa tersebut bukan terjadi secara natural (alami) tetapi
> terjadi menurut hukum Allah (sunatullah).
> 
> IKHTIAR (usaha).
> Agar tubuh tidak sakit diperlukan usaha2 pencegahan semasa sehat, dan
> untuk yang sudah sakit tentu diperlukan usaha untuk pengobatan.
> 
> Untuk mencapai suatu kesembuhan supaya bisa bertahan hidup diperlukan
> usaha (ikhtiar). Sehingga itu untuk mengobati sesuatu penyakit harus
> diketahui dulu faktor2 penyebabnya (faktor penyebab banyak sekali) yang
> erat kaitannya dengan unsur2 dalam penciptaan tubuh manusia.
> Tubuh manusia selalu memerlukan kesimbangan supaya selalu merasa sehat,
> kapan terjadi ketidak seimbangan, maka tubuh akan merasa sakit (sakit
> dalam arti yang luas).
> Faktor2 penyebab ketidak seimbangan tsb bisa berasal dari unsur yang
> bersifat kebumian (lahiriah) seperti ; bakteri, ruda paksa, dll. Sedangkan
> faktor penyebab dari unsur kelangitan (ghoib) antara lain :
> fikiran/stress, emosional, dll, dimana faktor penyebab dari unsur ini
> sangat mempengaruhi system kinerja organ2 tubuh yang vital seperti
> jantung, paru2, ginjal, sel2 otak, sel2 kelenjar, dll .
> 
> Jadi kesimpulan dari jawaban yang kira2 bisa mengena sedikit dari
> pertanyaan sdr Dewi tsb adalah :
> 1). Bimbinglah seseorang agar dia mengenal secara mendetail siapa dirinya
> dan untuk apa dia diciptakan.
> 2). Bila seseorang sudah mengenal dirinya, maka sudah pasti dia sudah
> mengenal pula Tuhan-nya (Penciptanya). 
> 3). Bila seseorang sudah mengenal Tuhan-nya, dan setiap saat dia
> menyiapkan bekal untuk menghadapnya kelak, dan sudah pasti orang tersebut
> selalu merasa ikhlas apapun cobaan yang ditimpahkan kepadanya.
> 4). Bila seseorang sudah Ikhlas hidup dan mati bukan masaalah.
>     
> Demikian jawaban saya yang pertama kali menulis dalam rubrik Tasawuf ini,
> bila ada yang kurang mohon dilengkapi, jika ada yang lebih mohon dikurangi
> , mohon maaf kepada seluruh pemerhati, semoga ada manfaatnya.
> 
> Wassalamu a'laikum wr. wb.
>    
> 
> From:
> [EMAIL PROTECTED][SMTP:[EMAIL PROTECTED]
> ec.co.jp]
> Reply To:     [EMAIL PROTECTED]
> Sent:         Thursday, May 20, 1999 9:24 AM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      [Tasawuf] Semangat hidup
> 
>      Assalamua'laikum Wr.Wb
>      
>      Saya ingin bertanya, dari sudut pandang islam, cara bagaimanakah yang
> paling efektif untuk memberikan semangat hidup seseorang, yang sedang
> berjuang menghadapi rasa sakitnya.(Urgent!!!!)
>      
>      
>      Wassalamu'alaikum Wr.Wb
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
> 
> 
> 
> 
> 
> 

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke