Ass. Wr. Wb.
Pak Harto - mohon maaf, saya ingin bertanya sehubungan dengan no.2.
Ilmu apa yang dimaksud disini. Apakah ilmu tentang keimanan atau
pendidikan untuk mencapai jenjang level. Jika ilmu pendidikan yang
dimaksud, apakah sudah bisa dipastikan bahwa "makin tinggi ilmu seseorang
muslim, makin tebal pula kadar keimanannya". Karena kita selingkungan
tempat tinggal, bisa kita lihat disekitar lingkungan kita, siapa saja yang
biasa meramaikan masjid?
Mohon maaf jika sekiranya ada hal yang tidak berkenan.
Wass. Wr. Wb.,
----------
From: Nading, Harto (Exchange - PTI)
Sent: Friday, May 21, 1999 11:09 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [Tasawuf] Semangat hidup
Tanggapan dari : HARTO NADING
Email:[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Assalamua'laikum Wr. Wb
yth, sdri Dewi
Untuk memberikan nasehat/pandangan untuk seseorang yang diberi
semangat
untuk bisa tetap bertahan hidup sehubungan dengan sesuatu beban yang
dideritanya, hendaknya kita melihat beberapa faktor :
1). Apakah orang tsb mampu akal/pengetahuannya untuk menyerap dan
menganalisa nasehat2 yang kita berikan (hal tsb tergantung dari
level
keilmuan seseoarng).
2). Kadar keimanan yang bersangkutan, yang biasanya berkaitan dengan
ilmu, makin tinggi ilmu seseorang muslim, makin tebal pula kadar
keimanannya.
3). Kondisi atau keadaan umum orang sakit tsb, jika kesadarannya
telah me
nurun, maka kemampuan untuk menerima advis dari seseorang juga
berkurang, atau tidak bisa/tak mampu lagi menerima nasehat.
Bagi orang yang masih memiliki faktor kemungkinan seperti pada point
1-2
barangkali metode pemberian masukan nasehat dimulai dari hal2 yang
berkaitan
dengan penciptaan manusia oleh Sang Khalik, seperti contoh sederhana
yang
saya coba paparkan dibawah ini.
Bahwa dalam hal penciptaan tubuh manusia, ALLAH sudah menyebutkan
dalam
Kitab Suci Al-Qur'anul karim bahwa : 'Sesungguhnya manusia itu
diciptakan
dalam bentuk yang sebaik-baiknya'.
Hal mana telah dibuktikan dengan ilmu kedokteran yang mempelajari
tentang
Anatomi dan Fisiology (ilmu faal) yaitu struktur tubuh manusia dan
fungsi
dari semua bagian2 tubuh itu, bahwa betapa rumitnya susunan sel2
tubuh yang
terdiri dari berjuta-juta susunan sel, semuanya bekerja dengan
serentak,
irama yang teratur, rapih, dan bekerja secara automatis dibawah
komando
ghoib, sel2 tsb tumbuh dan bergerak, sejak dalam kandungan (rahim
ibu)
sampai akhir hayatnya (ajal)
Sesuai dengan susunannya, tubuh manusia diciptakan dalam beberapa
unsur,
yaitu :
1). Unsur tanah : yaitu tubuh lahiriah yang berasal dari sari patih
tanah ,
yang mempunyai sifat kebumian (keduniaan) dengan segala
keinginan duniawi, unsur tanah inilah yang dalam
perjalanannya, akan
menjadi tua, sakit, dan mati, lalu kembali hancur bersatu
dengan
bumi kembali (bersifat Fanah).
2). Unsur ghoib : yaitu bagian tubuh yang terdiri dari unsur angin,
hawa,
listrik/
api, (roh) yang bersifat kelangitan, kekal tidak akan mati,bersifat
bersih,
jujur dan tunduk, unsur inilah yang akan kembali ke Khadirat Illahi
menghadap Sang Pencipta.
Perpaduan dari unsur-unsur tersebutlah seorang manusia bisa hidup,
tumbuh,
bisa bersekolah (menimbah ilmu), bekerja, beribadah, merasa
enak/nyaman,
merasa marah, merasa takut/kawatir, merasa berkuasa, merasa
berkeinginan
sesuatu, merasa sakit dan lain sebagainya.
Lalu hubungan dengan sakit : kenapa manusia bisa menjadi sakit....?
penyebab sakit sendiri beragam macamnya, dan beragam pula
akibatnya,..
antara lain : kemasukan jasad renik (bakteri) kedalam sel2 tubuh,
sakit/cederah karena ruda paksa (benturan), dan ada pula manusia
yang sakit
hanya jiwa-nya saja, ada pula perasaan sakit hati, dll.
Kesemua rasa sakit tersebut timbul karena ada sesuatu yang asing
berupa
benda, zat, dll, yang masuk kedalam tubuh, sehingga dan terjadi
proses
penolakan system (reject) oleh sel2 tubuh, karena kemasukan sesuatu
yang
asing yang bukan fitrahnya.
Contoh ilustrasi: (yang simpel)
Jika tubuh terkena inkesi bakteri (benda asing) yang masuk melalui
saluran2
dalam tubuh; maka secara automatis (tanpa kita sadari) sel2 darah
putih yang
menjadi unsur dalam system kekebalan, akan bereaksi menuju
tempat/bagian sel
yang terinfeksi dan menyerang bakteri (benda asing) tersebut,
nah...apa yang
terjadi dalam proses perlawanan tersebut,...tubuh akan menjadi
panas/demam,
bagian kulit yang terkena infeksi bakteri akan membengkak berbentuk
bisul,
dengan timbul pula rasa nyeri, tidak enak badan, dll. inilah yang
disebut
sebab dan akibat.
Jika kadar bakteri sedikit maka bakteri (jasad renik) akan
musnah/mati
karena dibunuh oleh system kekebalan (leukosit), dan lukapun akan
sembuh
tanpa pengobatan (sembuh sendiri), tetapi bila kadar bakteri dalam
jumlah
yang besar, ditunjang oleh daya tahan tubuh yang lemah, maka
penyakit akan
bertambah parah, berkepanjangan, susah sembuh, dan bahkan mungkin
sampai
pada tahap kematian.
Seluruh peristiwa tersebut bukan terjadi secara natural (alami)
tetapi
terjadi menurut hukum Allah (sunatullah).
IKHTIAR (usaha).
Agar tubuh tidak sakit diperlukan usaha2 pencegahan semasa sehat,
dan untuk
yang sudah sakit tentu diperlukan usaha untuk pengobatan.
Untuk mencapai suatu kesembuhan supaya bisa bertahan hidup
diperlukan usaha
(ikhtiar). Sehingga itu untuk mengobati sesuatu penyakit harus
diketahui
dulu faktor2 penyebabnya (faktor penyebab banyak sekali) yang erat
kaitannya
dengan unsur2 dalam penciptaan tubuh manusia.
Tubuh manusia selalu memerlukan kesimbangan supaya selalu merasa
sehat,
kapan terjadi ketidak seimbangan, maka tubuh akan merasa sakit
(sakit dalam
arti yang luas).
Faktor2 penyebab ketidak seimbangan tsb bisa berasal dari unsur yang
bersifat kebumian (lahiriah) seperti ; bakteri, ruda paksa, dll.
Sedangkan
faktor penyebab dari unsur kelangitan (ghoib) antara lain :
fikiran/stress,
emosional, dll, dimana faktor penyebab dari unsur ini sangat
mempengaruhi
system kinerja organ2 tubuh yang vital seperti jantung, paru2,
ginjal, sel2
otak, sel2 kelenjar, dll .
Jadi kesimpulan dari jawaban yang kira2 bisa mengena sedikit dari
pertanyaan
sdr Dewi tsb adalah :
1). Bimbinglah seseorang agar dia mengenal secara mendetail siapa
dirinya
dan untuk apa dia diciptakan.
2). Bila seseorang sudah mengenal dirinya, maka sudah pasti dia
sudah
mengenal pula Tuhan-nya (Penciptanya).
3). Bila seseorang sudah mengenal Tuhan-nya, dan setiap saat dia
menyiapkan
bekal untuk menghadapnya kelak, dan sudah pasti orang tersebut
selalu
merasa ikhlas apapun cobaan yang ditimpahkan kepadanya.
4). Bila seseorang sudah Ikhlas hidup dan mati bukan masaalah.
Demikian jawaban saya yang pertama kali menulis dalam rubrik Tasawuf
ini,
bila ada yang kurang mohon dilengkapi, jika ada yang lebih mohon
dikurangi ,
mohon maaf kepada seluruh pemerhati, semoga ada manfaatnya.
Wassalamu a'laikum wr. wb.
> From:
>
[EMAIL PROTECTED][SMTP:[EMAIL PROTECTED]
> ec.co.jp]
> Reply To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Thursday, May 20, 1999 9:24 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [Tasawuf] Semangat hidup
>
> Assalamua'laikum Wr.Wb
>
> Saya ingin bertanya, dari sudut pandang islam, cara
bagaimanakah yang
> paling efektif untuk memberikan semangat hidup seseorang, yang
sedang
> berjuang menghadapi rasa sakitnya.(Urgent!!!!)
>
>
> Wassalamu'alaikum Wr.Wb
>
>
---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong):
[EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong):
[EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis :
http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>
>
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong):
[EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong):
[EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis :
http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
application/ms-tnef
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)