SAINS, PENGETAHUAN, DAN TASAWUF
PENGETAHUAN TASAWUF BAGI SELURUH UMAT MANUSIA

Naskah asli: Henry Bayman 
http://home.att.net/~nungan/sufism/
Diterjemahkan: R. Sunarman


MISTIK

Pengalaman mistik berakar dari agama; ini merupakan terminal yang
menghubungkan ajaran semua agama. Satu faktor yang rumit ialah,
menurut tingkat pengalaman mereka, tidak semua orang mistik setuju
atas suatu hal yang sama; namun ketika semua telah disebut dan
dilakukan, konsensus tentang pernyataan-pernyataan terlalu seragam
untuk ditolak. Sifat 'pengalaman' diletakkan di depan [di luar batas]
akal. Namun, perlu ditekankan bahwa "kedamaian yang mendatangkan
saling pengertian" tidak dibangun di atas antitesis terhadap akal.
Hanya manusia lain yang dikaruniai Allah-lah yang dapat mengatasinya.
Sangat absurd untuk berkata bahwa hal ini berarti akal rasional
ditinggalkan. Sebaliknya, apa yang terlibat dalam 'wahyu' mistik
sejati ialah perpanjangan perkembangan kesadaran manusia. Dalam
konteks ini, "iman" merupakan semacam alat atau kendaraan untuk
'mendekat' kepada Allah.

Kenyataannya, cara-cara yang ditempuh kaum mistik mempunyai banyak
persamaan dengan cara-cara kaum ilmuwan. Para ilmuwan menetapkan suatu
hipotesis dari data yang dimilikinya dan kemudian mengujinya. Dalam
memperlakukan hipotesis itu, para ilmuwan perlu memiliki semacam
"iman" dalam hipotesis tersebut, sekurang-kurangnya sejauh
kelayakannya untuk diuji. Kaum mistik pun menggunakan metode empirik,
dan ia harus mulai dari sederetan hipotesis dan prosedur eksperimental
untuk menguji kinerja hukum-hukum spiritual di dalam dirinya sendiri.
Ini berarti bahwa karena ada hukum-hukum yang mengendalikan
pengetahuan kita mengenai dunia luar, ternyata ada hukum-hukum yang
berlaku bagi dunia dalam manusia yang tidak terpengaruh oleh orang
atau adat. Jika anda tidak yakin bahwa Amerika itu ada, maka tidak
perlu diadakan pelayaran untuk menemukannya. Begitu pula iman
diperlukan dalam berbagai bentuk mistik. Seorang Sufi ternama berkata:
"Tidak semua orang yang mencari Allah dapat menemukan-Nya, tetapi
mereka yang menemukan hanyalah orang-orang yang mencari."

Salah seorang perintis sains modern, Roger Bacon, adalah seorang
mistik dan sekaligus ilmuwan. Ia berteori bahwa semua pengetahuan
bersifat eksperimental, tetapi eksperimen itu dua macam: yang
dilakukan di alam eksternal, dan eksperimen di dalam diri sendiri
melalui disiplin spiritual, yang berujung pada pertemuan dengan Allah.
Seandainya intuisi Bacon tidak lenyap, kita mungkin telah diwarisi
kesulitan yang kita temukan di dalam diri kita.

Pertahanan akal untuk menyingkirkan segala sesuatu yang lain,
berkaitan dengan cara konsep intelektual berkembang dalam pemikiran
klasik Barat. Konsep intelektual dalam tradisi non-Kristen sangat kaya
dan tidak didasarkan atas dikotomi sederhana antara akal dan bukan
akal. Hati dalam Tasawuf, misalnya, adalah "Singgasana Intelek",
landasan fundamentalnya. Kecaman berdasarkan akal terhadap mistik
sering diketengahkan mengenai Allah menurut konsepsi Barat, yang
karenanya mewarisi kelemahan model ini. Jika proyek ini dimaksudkan
untuk menetapkan akal sebagaimana kata ini biasanya dipakai, pada
puncak kesadaran manusia, kita juga akan menyangkal perwujudan dari
seluruh potensi manusia, termasuk seni dan etika.

Hambatan lain adalah kekeliruan pemahaman kata "mistik", dan sering
dipakai sebagai selimut untuk menutupi segala jenis ketidakjelasan.
Sifat pengalaman mistik yang tak dapat dijelaskan mengakibatkan
kebingungan, dan menyebabkan para pencelanya senang.

Salah satu pendekatan untuk mendiskreditkan agama adalah menyerang
akarnya dengan merendahkan pengalaman mistik, jantung dari semua
agama. Karena sudah begitu banyak rintangan untuk memahami mistik,
resep yang mungkin dapat dicoba ialah mencampurnya dengan sebanyak
mungkin perkataan ilmiah yang kita kenal, dan mengaduknya dengan
merata. Ketika konsep mistik telah diaduk dalam pikiran dengan cara
ini selama jangka waktu tertentu, diperkirakan ia telah dipahami,
yaitu terpecah menjadi butiran-butiran kecil yang siap untuk dicerna
oleh pikiran. Langkah berikutnya ialah melenyapkan anggapan bahwa ini
tidak bernilai, atau hanya menarik sebagai obat penyakit psikopatologi
atau neurologi.

Semua komunikasi verbal berasumsi pada pengalaman bersama. Jika anda
belum pernah makan anggur, misalnya, tiada perkataan yang dapat
menerangkan bagaimana rasa anggur itu. Anda hanya dapat tahu jika anda
telah mencicipinya sendiri. Demikian pula, tiada perkataan yang dapat
memberi penjelasan kepada seseorang yang belum mempunyai pengalaman
mistikal. Ia akan menganggap semua deskripsi itu tidak dapat
dimengerti, paradox atau lebih buruk dari itu, sementara banyak
deskripsi yang jelas dan merupakan rambu-rambu bagi mereka yang
mengerti.

Tentang pandangan bahwa mistik adalah penyimpangan neurobiologis, ini
bertumpu pada abnormalitas. Jika kita ambil rata-rata statistik EEG
[Electro-encephalograph] manusia sebagai normal, maka segala sesuatu
yang menyimpang dari itu akan dianggap abnormal. Namun hal ini bukan
hanya melibatkan para penderita penyakit jiwa, tetapi juga Einstein;
bukan hanya mereka yang subnormal, tetapi juga yang supernormal.
Apakah kita kemudian menempatkan Einstein sejajar dengan penderita
psychotic? Tentu ada perbedaan antara fungsi otak Einstein dan manusia
biasa; seandainya tidak, maka kita semua masing-masing adalah
Einstein.

Fungsi otak seorang mistik diduga juga berbeda. Apakah kita juga
menyimpulkan bahwa ia gila? Kita tahu bahwa manusia pada umumnya hanya
menggunakan 2 atau 3% dari kapasitas otaknya. Anggap bahwa seorang
Einstein menggunakan 10%. Otak seorang mistik yang telah 'dibangunkan'
dapat difungsikan lebih besar dari itu, atau struktur dan prosesnya
berbeda. Karena ruh berpasangan dengan tubuh dan dengan otak,
pengalamannya dalam alam spiritual mungkin meninggalkan jejak dalam
EEG-nya. Apakah kita mengira bahwa ini semata-mata takhayul atau bukti
abnormalitas? Demikian pula, 95% DNA [deoxyribonucleic acid] manusia
telah dimasukkan ke dalam status "DNA sampah," karena para ilmuwan
belum mampu menemukan apa manfaatnya. Baru akhir-akhir ini ditemukan
bahwa "DNA sampah" ini berstruktur seperti bahasa, yaitu tidak
tersusun secara acak. 

Pandangan kaum reduksionis berasumsi tanpa justifikasi bahwa
pengetahuan kita sekarang mencerminkan semua yang patut kita ketahui
mengenai alam semesta; menunjukkan tingkat pengetahuan kita pada saat
ini. Begitulah ilmu fisika abad ke-19. Menjelang akhir abad ke-19,
para ahli fisika mengira bahwa semua yang harus kita ketahui telah
ditemukan, dan bahwa yang tertinggal hanyalah sedikit membenahinya.
Kini kita tahu betapa kelirunya anggapan mereka itu. Haruskah kita
masuk ke perangkap yang sama? Sains itu sendiri seharusnya sudah
berakhir, hasil akhir yang tidak tampak di manapun. Jika akal kita tak
dapat mencapai, lebih baik mengaku bodoh atau sekurang-kurangnya
agnostik, lalu menarik diri secara terhormat.

Yang benar, mereka yang mereduksi mistik menjadi penjelasan
naturalistik sama sekali tidak tahu tentang mistik dan perlu
dipertanyakan sejauh mana mereka memahami "nature" itu, karena mistik
itu merupakan bagian dari nature. Frits Staal berkata, "Penelaahan
Yoga dan mistik umumnya, melalui EEG, ECG (Electrocardiograph) dan
metode serupa, adalah seperti penelaahan seni melalui film dari
gerakan mata pemerhati seni." 

Bahkan seandainya mistik merupakan contoh individu supernormal, dan
seandainya sesuatu harus diperoleh dari mempelajari fungsi otaknya,
permasalahan kita masih jauh dari penyelesaian. Ke mana kita harus
mencari orang seperti itu? Apa yang umumnya disebut "mistik" adalah
versi becek, semacam parodi dari kenyataan: menemukan mistik sejati
itu bagaikan mencari sebatang jarum di dalam tumpukan jerami. Mistik
sejati sangat sedikit. Mungkin penelitian ilmiah terhadap mistik
sejati akan membuahkan hasil, seandainya kita dapat menemukan
orangnya. Meskipun kita dapat, mungkinkah kita memasangkan peralatan
modern kepada atau Buddha kontemporer agar kita dapat merekam tekanan
darah dan metabolismenya, ataukah kita lebih baik belajar sesuatu
darinya?

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke