>>
>>USAHA PENGENALAN
>>----------------
>>Menurut pendapat saya semua amal-ibadah yang kita lakukan itu bukan
>>untuk Allah, bukan untuk mengagungkan Allah. Allah tidak butuh
>>disembah, tidak butuh diagungkan. Demikian juga Allah tidak benci
>>dengan orang yang tidak menyembahNya. Sifat 'butuh, senang dan benci'
>>itu bukan sifat Allah melainkan sifat makluk.
>>

> Assalamu'alaikum wr wb,

>Sejak dulu saya agak merasa risih dengan tulisan anda yang kadang
>nampak kontradiktif dengan 'kebenaran' yang selama ini saya pahami.

>Jelas tersurat dalam al-qur'an bahwa diciptakannya jin dan manusia
>itu hanya semata-mata untuk menyembah Allah. Anda menulis bahwa
>Allah tidak butuh disembah!!

> Dalam ayat-ayat lain maupun dalam hadist banyak sekali dikatakan
>bahwa Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik dan membenci
>orang-orang yang berbuat kerusakan.

>Bagimana pendapat anda tentang hal ini?
>Saya tidak kutipkan ayat ataupun hadisnya, karena terlalu banyak.
>Dan saya percaya anda dan rekan-rekan yang lain sudah tahu dan
>sering menemukan ayat-ayat atau hadist yang berisikan hal-hal tersebut.

>Maaf kalau pertanyaan ini menyinggung anda.

>Buat Abah dan Pak Ali, terimakasih atas tambahan ilmunya.
>Saya suka dengan tulisan-tulisan dan pendapat anda.

>Terimakasih,
>Wassalamu'alaikum wr wb,
>BU


Wa'alaikum salam wr wb,

Pak Budi, anda menanyakan hal itu kepada saya. Insya Allah saya
akan menjawab sebisa saya. Jawaban saya ini tidak bermaksud
membantah atau mempengaruhi pemahaman anda. Anda boleh setuju,
menolak, atau memikirkannya.

Memang banyak sekali ayat yang menyatakan bahwa Allah mencintai
orang-orang yang berbuat kebajikan dan benci kepada kemungkaran.

*"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
MENYEMBAH-Ku. (QS. 51:56)"

*"Amat besar KEBENCIAN di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa
yang tidak kamu kerjakan. (Q.S 61:3)"

*"Barang siapa yang menjadi MUSUH Allah, malaikat-malaikat-Nya,
rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah
musuh orang-orang kafir (QS 2:98)"

Dari tiga petikan ayat di atas, ada tiga hal yang berkaitan dengan
yang anda tanyakan. Yakni Tuhan butuh/suka disembah, benci kepada
orang-orang pendusta bahkan Dia punya musuh.

Kalau kita menganggap bahwa Tuhan itu suka disembah, benci atau
bahkan memusuhi makluk-makluknya yang ingkar, (bisa-bisa tuhan
menjadi setress dan frustrasi). Tuhan macam apa ini??
Menurut pendapat saya anggapan yang demikian adalah menganggap
tuhan itu remeh dan rendah (walau mungkin kita tidak sadar).

Mengapa begitu? Karena hal itu berarti Allah butuh atau mempunyai
ketergantungan kepada makluk. Ini tidak benar.

Matahari tetap memancarkan sinarnya ke bumi, terlepas bumi mau
berterimakasih kepada matahari atau tidak.

Saya tidak bermaksud menafsirkan ayat-ayat di atas, hanya menurut
pemahaman saya ayat-ayat tersebut lebih bermakna 'pendidikan'
atau 'guidance' kepada manusia agar bisa mengenal Tuhannya.
Dengan demikian lebih nampak Kemaha Besaran Allah, selaku Pencipta
dan Pemelihara makluk-makluknya.

*Kalau anda ingin mengetahui KeagunganNya,
Agungkanlah Dia

*Kalau anda ingin mengetahui betapa besar RahmatNya
Banyaklah mensyukuri nikmatNya,

*Kalau anda ingin mengetahui betapa besar KasihNya,
Kasihilah anak yatim dan orang-orang miskin.
Cintailah RasulNya beserta ahlul baitnya,

*Kalau anda ingin mengenal betapa besar KekuasaanNya
Lihatlah kesempuraan ciptaanNya

**** dsb..............


ALLAH TIDAK BUTUH DIAGUNGKAN?
-----------------------------
Menurut pemahaman saya Allah tidak butuh pujian dan pengagungan
dari makluk-makluknya. Mulut saya yang bau dan penuh dusta ini
walaupun komat-kamit mengagungkan NamaNya seumur hidup, tidak
akan menambah KeagungNya. Tiada pengaruh terhadapNya.

Melainkan Allah dengan segala keluasan rahmatNya memberikan
pemahaman kepada saya akan KeagunganNya. Dia tidak pernah meminta
melainkan selalu memberi, melambangkan keluasan RahmatNya.

Ini menandakan bahwa kalau kita mengagungkanNya, berarti kita
membersikan cermin hati yang buram yang pada akhirnya isnya Allah
kebesaran Allah akan 'nyata' dalam hati kita.

Kalau sudah begitu halnya, setiap nama Allah disebut hati kita
akan bergetar larut dalam KeagunganNya karena kita mengenalNya.

Anda melihat rumput yang luas menghijau, pepohonan, burung-burung
bintang-gemintang dan segala ciptaanNya, begitu sempurna tanpa
cela. Anda akan luruh dan hanyut dalam kesejukan cinta abadi.
*Kemanapun engkau menghadapkan wajahmu, disanalah akan kau
lihat 'wajah Allah'. Allah akan 'nampak' dalam bunga, pada bulan
pada matahari, pada gunung dan awan dan........


SHOLAWAT ATAS NABI
------------------
Demikian pula kalau kita bersholawat atas Nabi Muhammad SAAW tidaklah
bermakna bahwa keselamatan dan kesejahteraan Rasulullah itu dikarenakan
do'a dan sholawat kita. Beliau dan ahlul baitnya adalah orang-orang suci
yang telah dijamin Allah untuk memasuki surgaNya.

Besholawat atas Rasul, ibarat anda menuangkan air kedalam gelas yang
telah terisi penuh. Tentunya air yang anda isikan itu akan tumpah.
Tumpahan safaat itulah yang akan masuk ke dalam sanubari anda sehingga
anda akan merasakan getaran cinta kepada baginda dan ahlul baitnya.


KESIMPULAN
----------
Pak Budi, apa yang saya tulis di atas, bukan suatu tafsir atau
nasehat, melainkan hanya sekedar pendapat dari pengalaman saya
yang masih terlalu sempit. Kepada rekan-rekan mohon koreksinya.

Berikut ini saya kutipkan beberapa ayat yang menyatakan bahwa
apa yang kita perbuat tidak lain hanyalah untuk kita sendiri
bukan untuk Allah (melainkan harus karena Allah).

*"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu
  sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi
  dirimu sendiri... (QS17:7)

*"Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya
  mengingkari  (ni'mat  Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya
  lagi Maha Terpuji (QS 14:8)"

*"Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan
  (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya;
  dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu
  itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.
  Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia memberitakan
  kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha
  Mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada)mu. (QS:39:7)"


Wallahu a'lam bs,
Kurang lebih mohonmaaf,
Wassalamu'alaikum wr wb,
Wargino





---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke