> Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang > > Assalaammu'alaykum wr. wb. > > Dikalangan masyarakat kita status duda selain tidak menjadi masalah juga > bagi beberapa orang malah menjadi suatu kebanggaan. Masyarakat dapat > menerima kehadiran mereka dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi lain dengan > nasib para janda. Dibanyak tempat, mereka diterima hanya dengan setengah > hati. Masyarakat memandang dengan penuh negatif dan prasangka bahkan > pelecehanpun terkadang harus mereka terima dengan hati yang pedih. > > Beban derita yang ditanggung para janda ini begitu beratnya, karena > karakter wanita yang begitu lembut dan lemah fisiknya. Bekas isteri akan > kehilangan tempat bergantung, tempat berlindung dari segi fisik, ruhani > dan ekonomi. Mereka terlunta-lunta dengan beban anak-anak yang mereka > tanggung. Fisik mereka begitu lemahnya untuk menjadi ayah bagi > anak-anaknya untuk kelangsungan pendidikan anak-anaknya. Keadaan ini sudah > diluar jangkauan batas kemampuannya sebagai wanita. > > Akibatnya banyak diantara mereka yang mengalami penyimpangan kepribadian, > yang diakibatkan sbb. : > > 1. Kebutuhan Aktualisasi Diri tidak tersalur > Yaitu kehilangan perasaan diterima dan dibutuhkan orang lain. Tidak ada > orang yang betah diacuhkan/dilecehkan oleh masyarakat. > > 2. Pengikisan Sifat Kodrati Wanita > Mereka kehilangan sifat feminin mereka, yaitu sifat kodrati yang > membutuhkan untuk dicintai, dilindungi, kepatuhan kepada suami, pengabdian > dan pengorbanan sebagai wanita yang hanya bisa disalurkan apabila ada > seorang suami disisinya. Akibatnya muncul keanehan, yaitu si janda > memaksa-maksakan diri untuk menjadi maskulin dalam waktu sekejap demi > anak-anaknya. > > 3. Beban Hidup Terlampau Berat > Hal ini menyebabkan mereka menjadi "keras" terhadap anak-anaknya yang > sudah mengalami penderitaan kehilangan bapak, karena dirinya sendiri sudah > diliputi perasaan khawatir berlebihan akan masa-masa sulit yang > dihadapinya. > > Pada masa Rasulullah saw dan para sahabatnya, nasib para janda tidak > sepedih sekarang. Didalam struktur negara Islam, negara bertanggung jawab > atas kesejahteraan kaum Janda dan anak-anaknya ini. Masyarakat menaruh > hormat dan belas kasih kepada para janda yang mulia ini. Padahal kondisi > saat itu adalah masih dalam keadaan perang sehingga banyak kaum lelaki > yang gugur meninggalkan isteri dan anak-anaknya. Mereka para isteri dan > anak-anaknya ikhlas dan rela mengantarkan kepergian suami mereka dalam > membela Islam karena ada jaminan kesejahteraan dari harta umat (Baitul > Maal) bagi mereka dan anak-anaknya. > > Rasulullah saw sendiri telah menjadi suami dari sekian banyak janda yang > menunjukkan bahwa pernikahan beliau tidak didasarkan kepada nafsu dan > ketertarikan beliau kepada mereka, tetapi karena penghormatan dan belas > kasih beliau kepada para janda yang mulia ini. Begitu pula dengan para > sahabat Nabi, mereka menikahi janda yang ditinggal mati syahid oleh > suaminya bukan karena hawa nafsu atau ketertarikan wajahnya, namun karena > unsur kasih sayang dan penghormatan begitu mulia. Tidak ada rasa cemburu > dari para isteri mereka, isteri mereka ikhlas didalam menolong sesama > kaumnya yang telah ikhlas melepas suaminya mati syahid. > > Itulah sebabnya kehidupan mereka tidak sengsara, sangat jarang ada janda > yang harus banting tulang menghidupi anak-anaknya. > Mereka bangga dengan predikat janda kaum Mujahiddien karena begitu besar > kemuliaan dan penghormatan yang diperolehnya. > > Sekarang jaman sudah berubah, oleh karena itu para Janda sekarang tidak > bisa lagi mengandalkan kaum lelaki dan keikhlasan isterinya, PENDEKATAN > MAKSIMAL KEPADA ALLAH DENGAN DZIKIR DAN WIRID ADALAH SATU-SATUNYA JALAN. > Kaum wanita sekarang harus sedini mungkin mempersiapkan diri atas > kemungkinan paling buruk yang bisa terjadi baik dari segi fisik, ekonomi, > emosi, maupun ketahanan mental menghadapi berbagai cobaan. Itulah sebabnya > Islam membolehkan isteri memiliki harta sendiri, bisa memperoleh > penghasilan sendiri dan yang terpenting adalah siap menerima kenyataan > dengan ikhlas dan lapang dada. > > Kehidupan yang sebenar-benarnya adalah kehidupan akhirat. Di surga kelak, > para wanita sekarang "yang teraniaya" ini akan dibalas dengan salam, > penghormatan dan kasih sayang Allah dan pemberian sebaik-baik suami yang > muda, tampan, gagah, bagus, mulia akhlaknya yang amat sangat mencintai > mereka. Waktunya hanya tinggal hitungan tahun saja ............Insyaa > Allah Ammiiennn ... > > Wassalammu'alaykum wr. wb. --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
