Assalamu'alaikum wr wb

Cukup menarik juga yah tentang masalah miring karena Tasauf ;-) . Dalam
masalah ini banyak faktor yg menyebabkan miring seorang , bukan disebabkan
belajar tasauf secara
sendiri maupun dgn berguru . Pada awalnya dilihat apakah niat awal dia untuk
belajar tasauf , apakah karena dia belajar tasauf karena mengalami patah
hati , atau karena kena kasus phk atau ingin sakti dll ?? 

Faktor-faktor tersebut sangat penting , Guru itu hanya sebagai jalan dia
(murid ) untuk dapat mengerti , memahami apa sih fungsi untuk belajar tasauf
itu . Mungkin banyak yang
belom memahami apakah sebenarnya tasauf itu , beda orang ahli tasauf dengan
orang yang 
bertasauf.

Proses untuk mencapai marifatbillah yg sebenarnya bisa dapat melalui dua
cara , yaitu secara kamilah dan melalui kemiringan (jadab).Level yang paling
tertinggi adalah melalui secara kamilah yaitu secara step by step melwati
seorang guru atau mursyid yang sudah pernah tau jalan mana yg pernah dia
lewati ., misalnya melalui
tarekatnya Imam Ghozaly (tapi kayaknya ada gak yah penerusnya ?? ) dll

Nah masalah kemiringan pun bisa juga dilihat apakah miring itu dari anggapan
masyarakat
atau miringnya karena orangnya memang miring ?? Nabi sendiri pernah juga
diolok-olok 
sebagai orang gila, sinting , miring .

Kurang lebih begitu ;-)

Wassalamu'alaikum wr wb





 


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke