Assalamu'alaikum
MUATAN CINTA ILAHI *)
Pertalian Batin dengan Allah
Bentuk pertalian batin yang sahih dengan Allah terdiri atas
unsur-unsur yang teratur dan rapi. Unsur-unsur tersebut dapat ditemukan
secara rinci pada teks ayat Al-Quran, riwayat, maupun doa-doa. Di
antaranya berbentuk harapan, ketakutan, kerendahan hati, kekhusyuan,
getaran hati, kecintaan, kerinduan, keakraban, ketergantungan, kesucian
jiwa, istighfar dan dzikir.
Dengan berpadunya pelbagai unsur inilah terbentuk suatu spektrum
ikatan batin yang cemerlang dan sangat terang dengan Allah. Setiap unsur
dianggap sebagai kunci untuk membuka pintu-pintu rahmat dan makrifat-Nya.
Cinta Kepada Allah
Timbulnya unsur rasa cinta kepada Allah menduduki posisi paling
utama di antara sekian unsur. Dengan cintalah terjalin ikatan yang kuat
antara manusia dan Khaliknya. Tak ada unsur lain yang dapat melebihi cinta
dalam memperkuat jalinan pertalian batin antara keduanya.
Rasulullah Saw. bersabda, " Manusia yang paling utama ialah yang
merindukan ibadah kemudian menghanyutkan diri di dalamnya, dan
mencintainya dengan sepenuh hati dan sekujur jasadnya. Ia memberinya
tempat di dalam hatinya, dan tak mempedulikan urusan dunia yang akan
terjadi, baik yang sulit ataupun yang mudah diatasinya. "
Lezatnya Hakikat Cinta
Manis dan lezatnya ibadah yang tiada tara akan terasa jika
berlandaskan atas rasa cinta dan rindu. Jika lezatnya cinta Ilahi tertanam
di hati seorang hamba, maka ia akan senantiasa memakmurkan hatinya untuk
mengingat-Nya. Allah tidak akan menyiksa hamba yang memakmurkan hatinya
dengan rasa cinta kepada-Nya, dan telah tertanam di dalamnya kelezatan
cinta kepada-Nya.
Cinta Memacu Gairah Kerja
Cinta tak pernah terpisahkan dari kerja. Cinta yang tertanam dalam
diri seseorang akan terus mendesaknya berbuat, bergerak, dan
bersungguh-sungguh untuk menggapai apa yang dicintainya. Cintalah sang
penolong bagi pemilik cinta di kala ia merasa tak mampu melaksanakan
tugasnya.
Sesungguhnya anggota tubuh manusia kadang terjerumus ke dalam
kemaksiatan, di mana setan dan hawa nafsu mendorong ke arah sana; dan pada
saat yang sama anggota tubuh tersebut tidak mampu melaksanakan
kecintaannya kepada Allah Swt. Akan tetapi hati orang-orang salih tak
pernah sesaat pun dimasuki oleh selain cinta-Nya, cinta untuk taat
kepada-Nya, dan benci kemaksiatan kepada-Nya.
Tingkatan Cinta dan Kriterianya
Cinta itu bertahap-tahap. Ada cinta yang dangkal dan lemah, yang
hampir tidak terasa oleh pemiliknya. Ada cinta yang memenuhi hati seorang
hamba, tidak tersisa waktu luang untuk diisi sesuatu yang sia-sia yang
mengesampingkan dzikir kepada Allah. Ada cinta yang tidak terpuaskan
dengan dzikrullah, munajat, shalat, doa, amal salih di jalan Allah, betapa
pun lamanya itu dilakukan.
Kadangkala hamba mencintai Tuhannya, dalam limpahan nikmat dan
karunia-Nya. Dengan begitu kokohlah cintanya. Tetapi cinta yang sejati
adalah keadaan ketika cinta dan harap tidak terpisah dalam hatinya,
walaupun ia berada dalam kesengsaraan.
Bagaimana Kita Mencintai Allah SWT
Allah menampakkan rasa kasih sayang-Nya terhadap hamba-Nya dengan
memberikan nikmat. Nikmat inilah sebagai faktor utama mencintai Allah Swt.
Apabila Allah memberi kenikmatan atas hamba-Nya, lalu hamba itu
menerimanya dengan kesadaran atau penuh pengertian, maka akan timbul dua
dampak yang akan menghubungkannya dengan Allah Swt. Kedua dampak itu
adalah syukur dan cinta. Keduanya mengangkat derajat manusia di sisi Allah
Swt.
Mengingat nikmat berarti menyadarinya. Apabila manusia menyadari
nikmat maka hal itu akan membuatnya bersyukur dan cinta. Di saat
kenikmatan lepas dari kesadaran, maka ia akan berubah menjadi kecongkakan
dan kesombongan dalam kehidupan. Maka gunakanlah nikmat Allah untuk meraih
cinta-Nya.
Munajat Para Pencinta Allah SWT
Berikut ini munajat Imam Ali Zainal Abidin, cucu Rasulullah Saw :
Ilahi,
Apakah orang yang telah mencicipi manisnya cinta-Mu akan menginginkan
pengganti selain-Mu
Apakah orang yang telah bersanding di samping-Mu akan mencari penukar
selain-Mu
Aku memohonkan cinta-Mu dan cinta orang yang mencintai-Mu dan cinta amal
yang membawaku ke samping-Mu
Jadikan Engkau lebih aku cintai daripada selain-Mu
Jadikan cintaku pada-Mu membimbingku pada ridlo-Mu, kerinduanku pada-Mu
mencegahku dari maksiat atas-Mu
Anugerahkan padaku memandang-Mu
Tataplah diriku dengan tatapan kasih dan sayang
Jangan palingkan wajah-Mu dariku
Jadikan aku dari penerima anugerah dan karunia-Mu
Wahai pemberi ijabah
Wahai Yang Paling Pengasih dari segala yang mengasihi
*)Dinukilkan dari buku "Muatan Cinta Ilahi" karya Syaikh Muhammad Mahdi
Al-Ashify (Bandung:Pustaka Hidayah).
Wassalamu'alaikum
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)