Bismillahi Assalaamu'alaikum wr. wb.
Saya sangat kecewa dengan para sufi yang hanya asyik membahas hal-hal
tentang tarekat dlsb, tapi mengabaikan orang yang meminta petunjuk tentang
ibadah yang sangat penting, yang perintahnya langsung terdapat di dalam
Al-Qur'an, bahkan menjadi nama sebuah surah.
Setahu saya awal mula keruntuhan dunia Islam adalah karena ulamanya sibuk
membahas hal-hal kecil - tidak putus-putusnya - sedangkan persoalan dan
masalah besar yang tengah berkembang di kalangan masyarakat yang memerlukan
buah pikiran dan sepak terjang para ulama untuk memikirkan serta
menindaklanjuti dengan amalan nyata, terabaikan.
Mungkin pertanyaan saya yang lalu adalah hal yang memang kecil dan remeh
bagi Anda sekalian para sufi yang telah meninggalkan persoalan remeh-temeh
seperti ini, dan lebih senang berasyik-masyuk dengan pendekatan ibadah Anda.
Tapi sadarkah Anda sekalian bahwa, orang-orang bodoh seperti kami perlu
pemecahan secepatnya terhadap hal seperti ini? Orang-orang pekerja pabrik
yang tidak bisa meninggalkan mesin, sementara mau mengadakan sholat Jum'at
sendiri - masih ragu-ragu - karena jumlah mereka (para penunggu mesin)
adalah sedikit, jauh dari 40 orang. Mengapa kita biarkan saudara-saudara
kita yang terombang-ambing dalam ketidakpastian terhadap suatu kewajiban
yang merupakan tiang agama? Tidak ingatkah kalian bahwa Rasulullah saw
ditegur oleh Allaah SWT, ketika mengabaikan seorang buta Ibnu Ummi Maktum,
karena sedang berdakwah menghadapi para pembesar?
Ini saya tujukan juga buat rekan-rekan yang sibuk membahas politik dan
mengabaikan orang kecil yang minta pengajaran. Kalau da'wah lewat politik
memang akan lebih efektif, bukankan Rasulullah berdakwah ke para pembesar
Qurays itu juga salah satu manuver politik? Saya tidak mengharamkan politik,
hanya ingin mengingatkan bahwa Rasulullah sendiri ditegur ketika
mementingkan hal itu dan mengabaikan orang kecil.
" `Abasa watawallaa. An jaa-ahul-a'maa. Wamaa yudriika la'allahuu yazzakkaa
au yadz-dzakkaru fatanfa'ahudz-dzikraa. Amma manistaghnaa fa-anta lahuu
tashoddaa. Wamaa 'alaika allaa yazzakkaa. Wa ammaa man jaa-aka yas'aa wahuwa
yaghsyaa fa'anta `anhu talahhaa. Kallaa innahaa tadzkirah. Faman syaa-a
dzakarah. Fii suhufimmukarramah. Marfuu'atimmuthohharah... "
> > "Yaa ayyuhalladziina aamanuu idzaa nuudiya lishsholaati min yaumil
jumu'ati
> > fas'au ilaa dzikrillaahi wadzarul bai'. Dzaalikum khairullakum inkuntum
> > ta'lamuun." (QS. Al-Jumu'ah : 1)<=== bukan ayat 1, tapi ayat... ah,
lupa,
> > besok aja yaa... tak lihat qur'annya dulu... :-)
> >
> > Wassalam,
> > Hening
Hening Bening
--------------------
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)