Assalamu'alaykum ww.
Bismillahi Assalaamu'alaikum wr. wb.
Hening Bening wrote on 07-02-99
> Saya sangat kecewa dengan para sufi yang hanya asyik membahas hal-hal tentang
>tarekat dlsb, tapi mengabaikan orang yang meminta petunjuk tentang ibadah yang sangat
>penting, yang perintahnya langsung terdapat di dalam Al-Qur'an, bahkan menjadi nama
>sebuah surah.
>Setahu saya awal mula keruntuhan dunia Islam adalah karena ulamanya sibuk membahas
>hal-hal kecil - tidak putus-putusnya - sedangkan persoalan dan masalah besar yang
>tengah berkembang di kalangan masyarakat yang memerlukan buah pikiran dan sepak
>terjang para ulama untuk memikirkan serta menindaklanjuti dengan amalan nyata,
>terabaikan.
>Mungkin pertanyaan saya yang lalu adalah hal yang memang kecil dan remeh bagi Anda
>sekalian para sufi yang telah meninggalkan persoalan remeh-temeh seperti ini, dan
>lebih senang berasyik-masyuk dengan pendekatan ibadah Anda. Tapi sadarkah Anda
>sekalian bahwa, orang-orang bodoh seperti kami perlu pemecahan secepatnya terhadap
>hal seperti ini? Orang-orang pekerja pabrik
yang tidak bisa meninggalkan mesin, sementara mau mengadakan sholat Jum'at sendiri -
masih ragu-ragu - karena jumlah mereka (para penunggu mesin) adalah sedikit, jauh dari
40 orang. Mengapa kita biarkan saudara-saudara kita yang terombang-ambing dalam
ketidakpastian terhadap suatu kewajiban yang merupakan tiang agama? Tidak ingatkah
kalian bahwa Rasulullah saw ditegur oleh Allaah SWT, ketika mengabaikan seorang buta
Ibnu Ummi Maktum, karena sedang berdakwah menghadapi para pembesar?
>Ini saya tujukan juga buat rekan-rekan yang sibuk membahas politik dan mengabaikan
>orang kecil yang minta pengajaran. Kalau da'wah lewat politik memang akan lebih
>efektif, bukankan Rasulullah berdakwah ke para pembesar Qurays itu juga salah satu
>manuver politik? Saya tidak mengharamkan politik, hanya ingin mengingatkan bahwa
>Rasulullah sendiri ditegur ketika mementingkan hal itu dan mengabaikan orang kecil.
Jaret :
Sdr Hening, saya betul-betul malu dan kecewa pada diri sendiri. Saya malu karena bodoh
tidak mampu memahami persoalan yang anda sampaikan. Saya kecewa karena saya tidak
punya keberanian untuk membuka kitab atau belajar untuk memahami masalah ini. Semoga
rasa malu dan kecewa saya ini bisa dimaklumi oleh rekan-rekan yang lain.
Saya minta maaf.
Hal ini ditujukan pula pada peserta milis lain yang postingnya, pertanyaannya,
keraguannya, kegalauannya, dan berbagai masalahnya yang belum atau tidak sama sekali
mendapat tanggapan yang semestinya. Misal, dari mas Satrijo mengenai komisi, dari pak
Sunarman mengenai shaf wanita saat shalat Jum'at, dan yang lain-lain...yang tenggelam
dalam riuhnya pembahasan "langit" yang kita pun seringkali tak mampu menangkap
maknanya. Justru hal-hal ini yang menyebabkan kita harus tetap sadar bahwa kita masih
di "bumi".
Sekali lagi, maaf.
Mari kita coba senggangkan "langit" untuk membahas ini.
Wassalaam
Jaret Imani
Get your FREE Email at http://mailcity.lycos.com
Get your PERSONALIZED START PAGE at http://my.lycos.com
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)