Assalamu 'alaikum Wr. Wb.
Mohon maaf Bang Ivan, bukannya ana tak mau menjawab pertanyaan Bang Ivan
ini, tetapi ana masih mencari-cari dalil ataupun buku2 yang mebahas tentang
ini.
Namun walaupun kurang begitu pas atas jawaban pertanyaannya, ana coba
berusaha
membahas sedikit hal2 yang berkaitan dengan penciptaan tubuh manusia
dipandang
dari lahirianya.
Atau semoga para Mursyid kita bisa memberikan jawabannya yang pas, sesuai
apa
yang diharapkan Bang Ivan terutama bagi beliau2 yang sudah mengadakan
perjalanan
mencari diri...
[EMAIL PROTECTED] Wrote :
> Mungkin pak Nading memahami jauh mengenai unsur jasadi dan ruhani. Ada
> sebuah pertanyaan yang menumbuhkan korelasi pemikiran pada diri saya.
>
> Bagaimana pak Nading mengenai pusat Iman yang melakukan kontak dengan
> Ilahi
> ?
> Dimana syaraf-syaraf keimanan seseorang yang dilakukan penelitian pada
> saat
> orang tersebut mencoba mengenal Diri dan Ilahi telah ditemukan terjadinya
> getaran mikrowave pada pusat syaraf yang berkumpul seperti sarang
> laba-laba
> tepat dibelakang pusat dahi. Dan apakah ini ada kaitannya Perintah Sujud
> yang terfokus kepada penggunaan Dahi ? karena semakin orang tersebut
> melakukan sujud kepada Alloh maka pusat syaraf tersebut terus berkembang
> memenuhi lingkaran dahi dan memancarkan aura seseorang, benarkah demikian
> ditinjau secara tasawuf ?
>
> [EMAIL PROTECTED]
>
"Sesungguhnya manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya"
(QS :At-Tin)
Pada Surah yang lain : Allah Ber Firman ;
Wama khalaqtul jinni wal ins illa liya'buduun
(Sesungguhnya tiada aku ciptakan Jin dan Manusia melainkan
menyembah-Ku).
Jadi Jika Allah sudah mengatakan " sebaik-baiknya bentuk", maka
dapat ditafsirkan bahawa tiada yang lebih baik dari ciptaan Allah selain
manusia.
Contoh hal yang sederhana ; orang yang baru saja melakukan mengambil
air wudhu' coba kita perhatikan raut mukanya,...pasti kelihatan wajah orang
tersebut seakan akan memancarkan cahaya yang membuat wajahnya terlihat
bersih bersinar.
Dari bentuk tubuh manusia jika kita perhatikan secara seksama, bahwa
tubuh manusia ini diciptakan dalam bentuk "Sholat".
Coba diperhatikan kedua lengan tangan sampai jari2 semuanya terlipat
kedalam pada saat takbiratul ikhram, tulang2 punggung dan leher terlipat
kedepan pada saat ruku', begitu pula wajah dan alat panca indra yang ada
padanya semua menghadap kedepan, dahi yang bidang pada saat sujud pas
mengenai sajadah, pada saat duduk diantara dua sujud kedua tungkai terlipat
kedalam, dan bokong dibungkus dengan daging/otot yang tebal supaya empuk
dalam posisi duduk, pada saat berdiri ditopang oleh kedua tungkai yang kuat
dengan posisi jari-jari kaki semua menghadap kedepan.
Oleh karena itu semua manusia diplanet bumi ini sebenarnya semuanya
' Islam' (tunduk kepada ketentuan Allah), artinya dalam penciptaan-Nya semua
sama dengan kita, dan yang membuat seseorang itu menjadi Nasrani, Hindu,
Budha, Atheis, adalah hanya hati-nya saja, artinya hati mereka2 itu masih
tertutup (kafir) dalam bahasa Arabnya, atau Cover dalam bahasa Inggeris. Dan
cover atau penutup hati itu hanya Allah yang berhak membukanya dengan
memasukkan hidayah kedalamnya, kapan cover hati seseorang kafir itu diangkat
oleh Allah karena
mendapat hidayah-Nya, maka menjadi Islam-lah dia saat itu.
Didalam kitab Ibnu Taimiyah disebutkan : Allah melarang umat Islam
mengatakan
bahwa umat non muslim itu kafir, sebab mereka masih hidup.., sebab
siapa tahu
dikemudian hari Allah mengangkat penutup hatinya, dan dia menjadi
orang yang
lebih baik dari pada kamu nantinya.
Hal seperti ini sudah banyak buktinya,....Ana sendiri baru 1 bulan
ini mengalami
hal seperti diatas,...ada sahabat ana sejak tahun 1980 an yang
memeluk agama keyakinannya dalam 'Katholik" yang keras,...baru 4 minggu lalu
dia menelepon
ana bahwa "Saat ini dia telah memeluk Agama yang benar,..Islam"..ana
hampir
tidak percaya,..tetapi itulah kehendak Illahi, yang tidak ada
manusia mampu
menolaknya.
Jika ditimbang otak manusia yang berilmu banyak, dan manusia yang
berilmu
kurang,....maka beratnya lebih condong kepada otak manusia yang
berilmu
banyak, para ilmuwan telah membuktikan ini.
Ternyata yang membuat timbangan otak itu menjadi berat adalah bentuk
simpul
syarafnya yang lebih banyak dari pada otak yang simpul syarafnya
sedikit.
Seperti diketahui bahwa : setiap peristiwa yang ditangkap oleh panca
indra, baik itu belajar dan lain sebagainya yang merupakan ilmu
pengetahuan, rekaman2
peristiwa tsb direkam dalam simpul sel2 syaraf otak, setiap
bertambahnya rekaman baru dalam sel otak, bertambah pula jumlah simpul
syaraf itu, dan demikian seterusnya, hingga bila seseorang mengingat-ingat
sebuah peristiwa yang terekam diotaknya 20 tahun lalu, maka secara otomatis
terjadi pengulangan rangsangan terhadap simpul syaraf yang telah terisi
peristiwa 20 tahun lalu itu,..dan nostalgia
itupun kita ingat kembali......
Allah meninggikan derajat orang-orang yang berilmu,...mungkin karena
berat timbangan otaknya manusia itu..yang berbeda dari pada otak orang2 yang
kurang atau belum berilmu.
Dan apa yang tergambar seperti sarang laba2 pada dahi seseorang yang
beriman, yang Bang Ivan maksudkan itu, mungkin ada kaitannya dengan simpul
syaraf tadi yang telah berisi Ilmu2 yang bersumber dari Allah....
.
ALLAH SWT MAHA DIATAS SEGALA-GALANYA.
Hanya Dia yang mengetahui apa apa yang tidak diketahui mahluk-Nya
Wallahu a'lam bishawab
Harto Nading.
> ---------------------------------------------------------------------
>
> >Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> >Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
> >
>
>
>
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)