For some reason, artikel ini nggak masuk ke milis, so, saya reposting lagi
deuiy...

-----Original Message-----

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Terjemahan bebas dari
http://www.it-is-truth.org/chapters/stagesa.htm
[masih perlu revisi, saya berharap ada ahli embriologi yang
bisa membantu menterjemahkan kata-kata sulit di bawah]

Tahap-Tahap Penciptaan Manusia (A)
III. STAGES OF THE CREATION OF MAN (A)

<<-----------------------------------------------------------------------
Allah sent the Prophet Muhammad, (sallallahu �alaihi wa sallam), as a
messenger to the whole universe. Allah says in the Qur�an:
We sent thee not, but as a mercy for all creatures. (Qur�an 21:107).
---------------------------------------------------------------->>

Allah mengutus Nabi Muhammad saw, sebagai seorang utusan untuk seluruh alam
semesta. Allah berfirman dalam Al-Quran:

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi
semesta alam. (QS. 21:107)

<<----------------------------------------------------------------
And so Prophet Muhammad (sallallahu �alaihi wa sallam) is the Messenger of
Allah to the bedouins in the desert just as he is the Messenger of Allah to
the present-day scientist in his modern laboratory. He is the Messenger of
Allah to all peoples of all times. Before Prophet Muhammad (sallallahu
�alaihi wa sallam), each Messenger was sent exclusively to his own
people: �to every people a guide has been sent. (Qur�an 13:7).
---------------------------------------------------------------->>

Nabi Muhammad saw adalah Utusan Allah untuk orang-orang Badui di
gurun sebagaimana juga Utusan Allah untuk para ilmuwan yang bergelut di
laboratorium di masa kini. Dia adalah Utusan Allah untuk semua orang di
setiap waktu. Sebelum Nabi Muhammad saw, setiap Utusan (Rasul) dikirim
secara khusus untuk ummatnya saja: "... dan bagi tiap-tiap kaum ada orang
yang memberi petunjuk." (QS. 13:7)


<<----------------------------------------------------------------
Prophet Muhammad�s (sallallahu �alaihi wa sallam) message, however, is to
all of mankind, and it is for this reason that Allah has given a supporting
proof of the message of Prophet Muhammad (sallallahu �alaihi wa sallam), a
proof which is different from the proofs given to the messengers before him.
The proofs of the preceding messengers were only seen by their
contemporaries and possibly by some generations immediately following them.
Then Allah would send a new messenger, supported with a new miracle, in
order to revive the faith of his people. But because Prophet Muhammad
(sallallahu �alaihi wa sallam) was destined to be last of the prophets until
the Day of Resurrection, Allah has given him an everlasting miracle as a
supporting proof.
---------------------------------------------------------------->>

Pesan yang dibawa Nabi Muhammad saw, adalah untuk keseluruhan manusia, dan
dengan alasan inilah Allah memberi dukungan bukti-bukti dari pesan yang
dibawa Nabi Muhammad saw. Bukti yang berbeda dari bukti-bukti yang diberikan
kepada setiap utusan-utusan sebelumnya. Bukti-bukti yang dibawa oleh
utusan-utusan sebelumnya hanya bisa dilihat oleh orang-orang pada jamannya
dan kemungkinan oleh beberapa generasi setelahnya. Kemudian Allah akan
mengirimkan seorang utusan yang baru, yang didukung dengan keajaiban baru,
untuk memulihkan iman orang-orang pada jamannya. Akan tetapi, karena Nabi
Muhammad saw ditakdirkan sebagai nabi yang terakhir diantara nabi-nabi
sampai Hari Kebangkitan, Allah telah menganugerahi beliau keajaiban yang
kekal sebagai bukti pendukung.

<<----------------------------------------------------------------
If we ask a Jew or Christian to show us the miracles of prophet Musa (Moses)
or Isa (Jesus), may the blessings and peace of Allah be upon them all, they
both would submit that it is not within human power to redemonstrate any of
those miracles now. Moses� cane cannot be created nor can prophet Jesus be
invoked to raise people from the dead. For us today, these miracles are
nothing more than historical reports. But if a Muslim is asked about the
greatest miracle of the Prophet Muhammad (sallallahu �alaihi wa sallam), he
can readily show his book, the Qur�an. For the Qur�an is a miracle that
remains in our hands. It is an open book for all people to examine its
contents.
---------------------------------------------------------------->>

Jika kita menanyakan kepada seorang Yahudi atau seorang Kristen untuk
menunjukkan kepada kita keajaiban yang dibawa oleh Nabi Musa saw atau Isa
saw, mereka akan menyerah bahwa hal itu adalah diluar kekuasaan manusia
untuk mendemonstrasikan ulang keajaiban-keajaiban itu pada saat sekarang.
Tongkat Musa tidak bisa diciptakan sebagaimana Nabi Isa tidak bisa diminta
untuk membangkitkan orang dari kematiannya. Untuk kita saat ini,
keajaiban-keajaiban ini tidak lebih dari laporan sejarah. Akan tetapi jika
seorang Muslim ditanya tentang keajaiban terbesar yang dibawa Nabi Muhammad
saw, dia bisa dengan segera menunjukkan buku ini, Al-Quran. Karena Al-Quran
adalah sebuah keajaiban yang tetap berada di tangan kita. Al-Quran adalah
buku yang terbuka untuk semua orang untuk diperiksa isinya.

<<----------------------------------------------------------------
Allah said in the Qur�an:

What thing is most weighty in evidence? Say: Allah is witness between me and
you; this Qur�an has been revealed to me by inspiration that I may warn you
and all whom it reaches. (Qur�an 6:19).
---------------------------------------------------------------->>

Allah berfirman dalam Al-Quran:

Katakanlah:"Siapakah yang lebih kuat persaksiannya. Katakanlah:"Allah. Dia
menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan al-Qur'an ini diwahyukan kepadaku
supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang
sampai al-Qur'an (kepadanya) ... (QS. 6:19)

<<----------------------------------------------------------------
The miraculous nature of the Qur�an lies in the knowledge which it contains.
Allah, the Exalted, said: But Allah bears witness to that which He has sent
down (the Qur�an) you (O Muhammad); He has sent it down with His Knowledge�
(Qur�an 4:166).
---------------------------------------------------------------->>

Keajaiban alami dari Al-Quran terletak pada pengetahuan yang terkandung di
dalamnya. Allah, Yang Maha Mulia, mengatakan: "tetapi Allah mengakui
al-Qur'an yang diturunkan-Nya kepadamu. Allah menurunkannya dengan
ilmu-Nya."
(QS. 4:166)

<<----------------------------------------------------------------
Hence, our contemporary scientists and scholars, the professors in various
universities who are leaders of human thought, have the opportunity to
examine the knowledge which is found in the book of Allah. In this age,
scientists have excelled in discovering the universe, though the Qur�an has
already discussed the universe and human nature even long before. So, what
was the result?
---------------------------------------------------------------->>

Selanjutnya, para ilmuwan dan para sarjana masa kini, para profesor dari
berbagai universitas sebagai panutan pemikiran manusia, mempunyai kesempatan
untuk menganalisa pengetahuan yang bisa ditemukan dalam buku Allah. Di masa
kini, para ilmuwan memiliki keunggulan dalam penyelidikan [rahasia] alam
semesta, meskipun Al-Quran telah mendiskusikan kejadian alam semesta dan
alam manusia lama sebelumnya. Maka, apakah hasilnya?

<<----------------------------------------------------------------
We present Professor Emeritus Keith Moore, one of the world�s prominent
scientists of anatomy and embryology. We asked Professor Moore to give us
his scientific analysis of some specific Qur�anic verses and prophetic
traditions [Ahadeeth] pertaining to his field of specialization.
---------------------------------------------------------------->>

Kami hadirkan Profesor Emeritus Keith Moore, salah seorang ilmuwan terkemuka
dalam dunia anatomi dan embriologi. Kami meminta Profesor Moore untuk
memberikan analisa ilmiahnya pada ayat-ayat Quran dan beberapa hadits secara
khusus yang berhubungan dengan bidang spesialisasi beliau.

<<----------------------------------------------------------------
Professor Moore is the author of the book entitled �The Developing Human�.
He is Professor Emeritus of Anatomy and Cell Biology at the University of
Toronto, Canada, where he was Associate Dean of Basic Sciences at the
Faculty of Medicine and for 8 years was the Chairman of the Department of
Anatomy. Dr. Moore had also previously served at the University of Winnipeg,
Canada for eleven years. He has headed many international associations of
anatomists and the Council of the Union of Biological Sciences. Professor
Moore was also elected to the membership of the Royal Medical Association of
Canada, the International Academy of Cytology, the Union of American
Anatomists and the Union of North and South American Anatomists. and in 1984
he received the most distinguished award presented in the field of anatomy
in Canada, the J.C.B. Grant Award from the Canadian Association of
Anatomists.
---------------------------------------------------------------->>

Profesor Moore adalah penulis buku yang berjudul "The Developing Human"
(Perkembangan Manusia). Beliau adalah Pensiunan Profesor di bidang Anatomi
dan Biologi Sel di Universitas Toronto, Kanada, menjabat sebagai Dekan
Kepala Dasar Sains pada Fakultas Ilmu Kedokteran dan selama 8 tahun menjabat
sebagai Ketua Departemen Anatomi. Dr. Moore juga pernah mengajar di
Universitas Winnepeg, Kanada selama 11 tahun. Dia pernah mengepalai berbagai
asosiasi internasional anatomi dan Dewan Serikat Ilmu Biologi. Profesor
Moore juga pernah diangkat sebagai anggota Royal Medical Association,
Kanada, Akademi Ilmu Pembelahan Sel Internasional, Serikat Ahli Anatomi
Amerika dan Serikat Ahli Anatomi Amerika Utara dan Selatan. Pada tahun 1984
beliau menerima penghargaan paling terhormat yang diberikan pada bidang
anatomi di Kanada, Penghargaan J.C.B Grant dari Asosiasi Ahli Anatomi
Kanada.

<<----------------------------------------------------------------
He has published many books on clinical anatomy and embryology, eight of
them are used as reference works in medical schools and have been translated
into six languages.
---------------------------------------------------------------->>

Beliau telah mempublikasikan banyak buku pada bidang klinik anatomi dan
embriologi, delapan diantaranya dipakai sebagai buku panduan kerja di
sekolah kedokteran dan telah diterjemahkan ke dalam enam bahasa.

<<----------------------------------------------------------------
When we asked Professor Moore to give us his analysis of the Qur�anic verses
and prophetic statements, he was amazed. He wondered how the Prophet
Muhammad (sallallahu �alaihi wa sallam), fourteen centuries ago, could
describe the embryo and its development phase in such detail and accuracy,
which scientists have come to know only in the last thirty years. Very
quickly, however, Professor Moore�s amazement grew into admiration for this
revelation and guidance. He introduced these views to intellectual and
scientific circles. He even gave a lecture on the compatibility of modern
embryology with the Qur�an and Sunnah where he stated:
---------------------------------------------------------------->>

Ketika kami menanyakan Profesor Moore untuk memberikan analisanya pada
ayat-ayat Al-Quran dan ??pernyataan-pernyataan kenabian = hadits??, dia
sangat tercengang. Dia terkejut bagaimana Nabi Muhammad saw, empat belas
abad yang lalu, bisa menjelaskan embrio dan fase perkembangannya secara
detail dan akurat, yang mana pengetahuan tentang ini baru diketahui oleh
para ahli ilmu pengetahuan dalam masa tiga puluh tahun terakhir ini saja.
Keterkejutan Profesor Moore berkembang menjadi rasa kagum akan
petunjuk (wahyu) ini. Dia mengenalkan pandangan ini kepada para intelektual
dan lingkaran ilmu pengetahuan. Dia bahkan memerikan kuliah pada kecocokan
antara embriologi modern dengan Al-Quran dan Sunnah, dimana beliau
menyatakan:

<<----------------------------------------------------------------
It has been a great pleasure for me to help clarify statements in the Qur�an
about human development. It is clear to me that these statements must have
come to Muhammad from Allah, or God, because almost all of this knowledge
was not discovered until many centuries later. This proves to me that
Muhammad must have been a messenger of Allah.
---------------------------------------------------------------->>

Merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri bagi saya untuk mencoba menjelaskan
pernyataan-pernyataan yang ada dalam Al-Quran tentang perkembangan manusia.
Sangat jelas bagi saya bahwa pernyataan-pernyataan ini pasti datang kepada
Muhammad saw dari Allah, atau Tuhan, karena hampir semua pengetahuan ini
belum pernah ditemukan sampai beberapa abad yang lalu. Hal ini membuktikan
secara pasti bahwa Muhammad saw adalah seorang utusan Allah.

<<----------------------------------------------------------------
Consider what this well-known and respected scientist of embryology declared
upon studying the Qur�anic verse related to his discipline, and his
conclusion that Muhammad (sallallahu �alaihi wa sallam), must have been a
Messenger from Allah.
---------------------------------------------------------------->>

Perhatikan apa yang dinyatakan oleh ilmuwan terhormat yang terkemuka ini
ketika mempelajari ayat-ayat Al-Quran yang berhubungan dengan disiplin ilmu
yang digelutinya, dan kesimpulannya bahwa Muhammad saw, pastilah seorang
Utusan Allah.

<<----------------------------------------------------------------
Allah says in the Qur�an about the stages of the creation of man: Man we did
create from a quintessence (of clay); Then we placed as (a drop of) sperm
(nutfah) in a place firmly fixed; Then we made the sperm into a clot of
congealed blood (�alaqah); Then of that clot we made a (fetus) lump
(mudghah); then we made out of that lump bones and clothed the bones with
flesh; then we developed out of it another creature. (Qur�an 23:12-14).
---------------------------------------------------------------->>

Allah berfirman dalam Al-Quran tentang tahap-tahap perkembangan manusia:
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati
(berasal)
dari tanah. (QS. 23:12) Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang
disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). (QS. 23:13) Kemudian air mani itu
Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal
daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang
belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk
yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.
(QS. 23:12-14)."

<<----------------------------------------------------------------
The Arabic word �alaqah has three meanings. The first meaning is �leech�.
The second is �a suspended thing�. The third meaning is �a blood clot�.
---------------------------------------------------------------->>

Kata 'alaqah dalam Bahasa Arab memiliki tiga makna: 1. "lintah" 2. "sesuatu
yang melayang" 3. "gumpalan darah beku".

<<----------------------------------------------------------------
In comparing the fresh-water leech to the embryo at the �alaqah stage,
Professor Moore found a great similarity between the two. He concluded that
the embryo during the �alaqah stage acquires an appearance very similar to
that of leech. Professor Moore placed a picture of the embryo side by side
with the picture of a leech (See Fig. 3.1). He presented these pictures to
scientists at several conferences.
---------------------------------------------------------------->>

Ketika membandingkan lintah air segar dengan embrio pada tahap 'alaqah,
Profesor Moore menemukan kesamaan diantara keduanya. Dia menyimpulkan bahwa
embrio selama tahap 'alaqah memperoleh penampakan yang sangat mirip dengan
lintah. Profesor Moore meletakkan sebuah gambar embrio secara berjajar
dengan gambar lintah (lihat gambar 3.1). Dia memperlihatkan gambar ini
kepada para ilmuwan di beberapa konferensi.

<<----------------------------------------------------------------

[Lihat leech.jpg]
Gambar 3.1 The similarities in appearance between a human embryo and a leech
at alaqah stage. (Kesamaan penampakan antara sebuah embrio manusia dan
seekor lintah pada tahap 'alaqah.)
---------------------------------------------------------------->>

<<----------------------------------------------------------------
The second meaning of the word �alaqah is �a suspended thing�, and this is
what we can see in the attachment of the embryo during the �alaqah stage to
the uterus (womb) of the mother. The third meaning of the word �alaqah is �a
blood clot�. It is significant to note, as Professor Moore stated, that the
embryo during the �alaqah stage goes through well known internal events,
such as the formation of blood in closed vessels, until the metabolic cycle
is completed through placenta. During the �alaqah stage, the blood is caught
within closed vessels and that is why the embryo acquires the appearance of
a blood clot, in addition to the leech-like appearance. Both descriptions
are miraculously given by a single Qur�anic word �alaqah.
---------------------------------------------------------------->>

Arti kedua dari kata 'alaqah adalah "sesuatu yang melayang", dan ini sesuai
apa yang bisa kita lihat pada pengikatan embrio selama tahap 'alaqah pada
uterus (rahim) ibu. Arti ketiga dari kata 'alaqah adalah "gumpalan darah
beku". Sangat penting untuk dicatat, sebagaimana dinyatakan oleh Profesor
Moore, bahwa embrio selama masa 'alaqah berkembang melalui saat-saat
internal yang diketahui, seperti pembentukan darah di pembuluh tertutup
sampai dengan putaran metabolis lengkap melalui plasenta. Selama tahap
'alaqah, darah ditangkap di dalam pembuluh tertutup dan itulah mengapa
embrio memperoleh penampakan sebagai gumpalan darah beku, sebagai tambahan
pada penampakan mirip-lintah. Kedua deskripsi ini secara ajaib diberikan
oleh "sebuah kata" dalam ayat Al-Quran 'alaqah.

<<----------------------------------------------------------------
How could Muhammad (sallallahu �alaihi wa sallam) have possibly known that
by himself? Professor Moore also studied the embryo at the mudghah
(chewed-like substance) stage. He took a piece of raw clay and chewed it in
his mouth, then compared it with a picture of the embryo at the mudghah
stage. Professor Moore concluded that the embryo at the mudghah stage
acquires the exact appearance of a chewed-like substance. Several Canadian
periodicals published many of Professor Moore�s statements. In addition, he
presented three television programs in which he highlighted the
compatibility of modern science with what has been contained in the Qur�an
for one thousand and four hundred years. Consequently, Professor Moore was
asked the following question: �Does this mean that you believe that the Qur�
an is the Word of Allah?� to which he replied: �I find no difficulty in
accepting this.� Professor Moore was also asked: �How can you believe in
Muhammad while you believe in Jesus Christ?� His reply was: I believe they
both come from the same school.
---------------------------------------------------------------->>

Bagaimana mungkin Muhammad saw mengetahui hal ini dengan sendirinya?
Profesor Moore juga mempelajari embrio pada tahap mudghah (zat yang
kenyal/seperti dikunyah). Dia mengambil sepotong ??clay = tanah liat/permen
karet?? dan
mengunyahnya di dalam mulutnya, kemudian mebandingkannya dengan sebuah
gambar embrio pada tahap mudghah. Profesor Moore menyimpulkan bahwa embrio
pada tahap mudghah memiliki penampakan yang sama persis seperti sesuatu yang
dikunyah. Beberapa terbitan Kanada mempublikasikan banyak
pernyataan-pernyataan Profesor Moore. Sebagai tambahan, beliau menampilkan
tiga program televisi di mana beliau menyorot kecocokan antara  sains modern
dengan apa yang ada di dalam Al-Quran selama seribu empat ratus tahun.
Sebagai konsekwensinya, Profesor Moore didaulat dengan pertanyaan berikut:
"Apakah ini berarti Anda mempercayai bahwa Al-Quran adalah Firman Allah?",
yang dijawabnya: "Saya tidak kesulitan untuk mengakuinya." Profesor Moore
juga ditanya: "Bagaimana bisa Anda mempercayai Muhammad sedangkan Anda
mempercayai Jesus Kristus?" Jawab beliau: "Saya mempercayai keduanya berasal
dari sekolah yang sama".

<<----------------------------------------------------------------
Thus modern scientists all over the world today can come to know that the
Qur�an has been revealed from Allah�s knowledge. As Allah the Almighty has
told us: Allah bears witness that what He has sent unto thee He has sent
with His (own) knowledge. (Qur�an 4:166).
---------------------------------------------------------------->>

Demikianlah, para ahli sains di seluruh dunia sekarang bisa mengetahui bahwa
Al-Quran benar-benar diwahyukan dari ilmu Allah. Allah swt berfirman: "Allah
mengakui al-Qur'an yang diturunkan-Nya kepadamu. Allah menurunkannya dengan
ilmu-Nya ... " (Q.S 4:166).

<<----------------------------------------------------------------
It also follows that modern-day scientists should have no difficulty in
acknowledging that the Prophet Muhammad (sallallahu �alaihi wa sallam), is a
Messenger of Allah.
---------------------------------------------------------------->>

Sehingga untuk selanjutnya, para ahli sains di abad modern ini seharusnya
tidak menemui kesulitan untuk menerima bahwa Nabi Muhammad saw adalah Utusan
Allah.



Wassalam
Abd Shomad

Visit Quran Search, Browser, Viewer with Arabic Text at
   http://browse.to/quran/






---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke