Assalamu'alaykum wr. wb.

Memang seharusnya Mas Abu tidak perlu berharap apa-apa thd diskusi tsb. Wong
hanya diskusi sebuah film koq. Mana yang diskusi, semuanya orang awam juga.
Karena bila bukan orang awam, tulisannya nggak akan seperti ini.   ;)
Makanya ketika terkesan Mas Pung Ari, Mas Ali & Abah menunggu-nunggu
apresiasi saya, saya jadi 'canggung' juga nih. Agak beban mental & grogi
gitu.  :)
Di satu sisi saya seperti ingin berteriak "Eureka", di sisi lain saya sadar
bahwa teriakan tsb kan sangat personal sifatnya.

Sulit diceritakan, bagaimana sebuah film The Matrix, dapat merangkaikan
begitu banyak persoalan. Seperti Mas Abu katakan, canggung. Kenapa koq bukan
sedang membaca Al-Qur'an, saya berteriak "Eureka". Atau sedang mendengarkan
taushiyyah para asatidz. Atau yang lainnya.

Tapi cara Allah mengajari kita itu memang benar-benar unik. Yang pada
akhirnya membuat kita benar-benar hanya menisbahkan kebesaran dan kemuliaan
hanya kepadaNya.
Saya renung-renung, tentu mudah bagiNya mengajari saya lewat media-media
yang selama ini sudah diakui sebagai sarana ta'lim. Tapi mungkin pengagungan
yang saya nisbahkan kepadaNya tidak akan setinggi ketika saya diajari lewat
sebuah The Matrix. Saya tidak hanya mendapat pengetahuan dari isi ceritanya,
tapi juga dari proses dan kondisi yang menyertai kehadiran film tsb. Bagi
saya Allah jadi seperti menghargai seluruh perjalanan hidup saya. Ia seperti
menghargai dan mengerti saya dengan latar belakang IT, sehingga bicara
dengan bahasa itu.
Ia seperti menyampaikan pesan, bahwa saya pun bisa menemukanNya di sini, di
balik byte-byte data. Ia tidak menjadi milik eksklusif para asatidz.
Dan yang paling penting, adalah munculnya keyakinan kuat, bahwa Ia memang
benar-benar bekerja. Bahwa dibalik gemuruh percepatan teknologi yang kadang
membuat manusia merasa menjadi Tuhan, terlihat bahwa Dialah sesungguhnya
yang bekerja.   :)

Sungguh, yang hebat bukan The Matrix. Sama sekali tidak. Bahkan mungkin para
kru film itu tidak menyadari bahwa mereka sedang jadi ustadz buat kita.  :)
Hanya Allahlah yang hebat, dan hanya Dialah yang 'real'.

Wassalamu'alaykum wr. wb.

-----Original Message-----
From: Abu Bakar <[EMAIL PROTECTED]>
To: Muhammad Sigit <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>
Date: Friday, July 23, 1999 7:16 AM
Subject: Re: [Tasawuf] Cerita The Matrix tanpa bumbu Filosofis apa-apa


>Assalaamu 'Alaikum . Wr. Wb.
>Ma'af buat semua salik keluarga besar milis ini. Saya sangat awam dalam
>agama ini apalagi dunia tasawuf.
>Selama ini saya cuma penonton yang tertib. Sekarang saya tergelitik dengan
>judul diskusi hari ini mengenai film Matrix. Saya agak canggung jadinya.
>Harapan saya terhadap diskusi ini jadi agak terganggu.
>Sekali lagi mohon ma'af.
>Wassalaamu 'Alaikum.
>Abu Bakar
> ----------
>From: Muhammad Sigit
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [Tasawuf] Cerita The Matrix tanpa bumbu Filosofis apa-apa
>Date: Wednesday, July 21, 1999 3:05PM
>
>Assalamu'alaykum wr. wb.
>
>>--- deleted
>>Dalam film tersebut, selain figur utama Morpheus, Neo, serta Agents, ada
>>figur Trinity (tidak akan saya bahas), serta figur Cypher dan awak kapal
>>Nebuchadnezar lainnya, serta juga the Oracle dll. Saya malah tertarik
untuk
>>membahas Cypher ini. Cypher adalah salah seorang manusia yang dibangunkan
>>oleh Morpheus, tetapi akhirnya malah bekerja-sama dengan Agents dengan
>>menjebak Morpheus. Imbalan yang dikehendaki oleh Cypher adalah agar
>>dikembalikan ke struktur the Matrix, tetapi meminta agar diberikan role
>yang
>>indah sebagai orang ternama seperti aktor. Cypher merasa, bahwa
>kehidupannya
>>malah lebih baik di dalam The Matrix daripada hidup di Nebuchadnezar.
>
>Mas Ali memang Mmoyy...   :)
>Figur itu memang sangat menarik untuk dibahas dalam term kesulukan. Karena,
>mungkin kita akan lebih bisa memahami apa itu "kafir".
>
>>
>>Dalam film ini tidak diceritakan tentang manusia-manusia yang hidup dalam
>>alam 'real' Zion. Yang diperlihatkan hanyalah manusia yang hidup dalam
alam
>>maya rekayasa AI, serta manusia yang hidup di Nebuchadnezar.
>
>Kenapa?
>Karena kalau kita buka kamus, Zion berarti Surga.
>They have no idea about that.
>
>Hmmm.... Mudah-mudahan karena muncul istilah Zion, tidak ada yang
>terburu-buru mengaitkan film ini dengan Zionisme negara Israel.  :)
>
>Wassalamu'alaykum wr. wb.
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
>Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
>Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>
>
>
>
>


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke