Assalaamu 'alaikum wr. wb.

Abah yth barusan menyinggung masalah poligami juga. Kebetulan barusan ada
seseorang yang bertanya japri (dan saya tidak mampu menjawabnya) mengenai
siapa yang dimaksud "budak-budak" dalam ayat-ayat di bawah ini di mana kita
boleh mengawini mereka.

"Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) 
     perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah 
     wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. 
     Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka 
     (kawinilah) seorang saja, atau 'budak-budak yang kamu miliki'. Yang 
     demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. (QS. 
     4:3)"
     
     Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali 
     budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) 
     sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang 
     demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini 
     bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati 
     (campur) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan 
     sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu 
     terhadap sesuatu yang kamu terhadap sesuatu yang kamu telah 'saling 
     merelakannya', sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. 
     (QS. 4:24)

Wassalaamu 'alaikum wr. wb.

> ----------
> From:         Abah Hilmy[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent:         Friday, 23 July 1999 16:00
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      [Tasawuf] Konsepsi Jodoh -3-
> 
> [sambungan]
> 
> Dalam perspektif tasawuf, Jodoh juga bukan hubungan relasional satu-satu.
> 
> Seorang perempuan mempunyai hubungan Jodoh Sejati dengan berpuluh-puluh 
> --munngkin lebih-- pria. Demikian juga seorang pria mempunyai hubungan 
> Jodoh Sejati dengan berpuluh-puluh --mungkin lebih-- wanita.
> 
> Namun bagaimana mencari jodoh sejati?
> 
> Hal ini akan Allah berikan petunjuknya (siapa jodoh sejati kita) biasanya 
> ketika proses pensucian jiwa kita memasuki langit 1.7 (mutahharun/seperti 
> bayi lahir).
> 
> Atau kalaupun belum masuk kesana, kita dapat menanyakan kepada orang-orang
> 
> yang telah "Bertemu Diri", apakah si fulan/fulanah jodoh sejati kita.
> 
> Ada kapasitas jiwa manusia yang harus ditopang oleh beberapa jiwa yang 
> lainnya, apabila tidak didapati topangan satu jiwa yang mencukupi.
> 
> Hal ini tujuannya untuk menopang kepada ketaqwaan maksimal si individu.
> Pada kondisi inilah seorang berpoligami.
> 
> Namun, poligami juga seharusnya bukan semata-mata karena didasari hawa 
> nafsu (ingin punya istri banyak), tetapi berdasarkan petunjuk Allah SWT.
> 
> Rasulullah SAW ketika bersitri dengan Khadijah, ia hanya mempunyai istri 
> yang lainnya... Kenapa?
> 
> Karena kapasitas jiwa khadijah mampu menopang jiwa rasulullah SAW.
> 
> Namun ketika khadijah wafat. Tidak ada wanita yang kapasitas jiwanya mampu
> 
> untuk menopang jiwa rasulullah SAW, sehingga harus ditopang oleh 4 orang
> istri.
> 
> Dalam bersuluk, permasalahan Jodoh Sejati demikian penting artinya. Sayang
> 
> dalam The Matrix tidak digambarkan :)
> 
> Hanya Allah-lah yang tahu segalanya.
> 
> -Wallahu'alam-
> 
> 
> 
> 
> Abah Hilmy
> BTN Minasa Indah B-16 Gowa - Sulsel
> Telp. 0411-883976
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
> 
> 
> 
> 
> 

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke