Bismillahi Ar-Rahmaani Ar-Rahiimi

PROSES.
Dipikir-pikir, sebenarnya kita rugi besar kalau tak terbiasa menghayati
proses. Justru nikmatnya hidup itu, adalah ketika munculnya kesadaran akan
proses tsb. Saya bahkan sedang curiga, bahwa surga itu sebenarnya ya proses
itu.  :)

Kita mungkin sudah amat terbiasa berfikir akan pencapaian.
Bila kita baca sirah nabawiyyah, yang kita tangkap adalah kemuliaan dan
kebesaran Baginda Rasulullah Muhammad saw beserta keluarbiasaan para
sahabatnya. Bagaimana mulianya akhlaq Rasulullah saw. Bagaimana adilnya
beliau kepada istri-istrinya. Bagaimana beliau bisa hadir secara personal di
setiap hati para sahabatnya. Bagaimana belau bisa mencetak para sahabatnya
menjadi pribadi-pribadi luar biasa. Dan bagaimana pula pribadi-pribadi luar
biasa itu berkiprah dalam sejarah Islam.
Bila kita membaca sejarah Islam, yang kita tangkap adalah masa-masa keemasan
peradaban Islam. Betapa dulu, Islam dipenuhi dengan orang-orang hebat,
jenius, revolusioner sekaligus mulia akhlaqnya.

Itulah yang kita tangkap. Akibatnya, kini kita seperti memandang
bintang-bintang di langit. Tak terjangkau. Hanya bisa berharap (sambil ragu)
akan kembalinya masa-masa itu.
Di satu sisi kita (berusaha) untuk yakin dengan janji Allah, di lain sisi
kita menemukan fakta betapa jauhnya kita.

Pola Hollywood, dimana segalanya berakhir happy end, adanya figur-figur
sentral yang dominan, dan remehnya figru-figur lain di sekelilingnya,
mungkin terlalu melekat di benak kita. Sehingga mempolakan model kehidupan
tsb dalam diri kita. Semua kita bersaing untuk menjadi yang "ter". Padahal
surga akan kita raih ketika kita menjadi diri kita sendiri.

Kita jadi kurang menghargai proses. Terlalu terbiasa memandang bintang,
padahal bintang itu juga ada dalam qolb kita.

Padahal kalau kita menghargai proses dan mensyukurinya, maka seperti kata
Allah, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat)
kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku
sangat pedih". (QS. 14:7)

Menghayati dan menikmati proses, itulah syukur.

The Matrix pun bercerita ttg Neo yang berproses. Dari seorang yang terlelap
di dunia Matrix, kemudian menjadi seorang hacker, kemudian memilih
mempercayai Morpheus dan akhirnya meminum pil merah dan terbangun dari
mimpinya.
Setelah hidup di alam real (Nebuchadnezar) pun, Neo masih terus berproses.
Mengikuti training simulation, meraih pengetahuan dari The Oracle dan
muridnya, dan kemudian mengamalkan pengetahuan tsb.
Bahwa Neo adalah The One, dia berproses dari
1. Sekedar waham (persangkaan).
2. Kemudian peruntuhan waham tsb (peng-nol-an).
3. Beramal sholeh sebagai The One.

Pada posting terdahulu, sudah terjelaskan proses yang terjadi pada point 1
dan 2. Dimana proses peng-nol-an terjadi. Proses peng-nol-an ini adalah
kunci, yang bila dilakukan akan menampakkan hakikat diri seseorang. Dalam
tasawuf, dikenal dengan istilah fana.
Bayangkan saja sebuah studio rekaman, di mana semua komponen lagu seperti
vokal, suara gitar, suara synthesizer, suara perkusi, dsb, direkam terpisah
untuk meudian di mix (dicampur) ke dalam satu pita rekam tunggal. Bila kita
ingin mengidentifikasi mana di antara itu semua suara yang datang dari
cymbal, tinggal kita nolkan semua suara selain cymbal. Tentu ini semua hanya
bisa kita lakukan di studio rekaman. Selagi kita masih berupa kaset, jangan
berharap.

Sewaktu akan menyelamatkan Morpheus, Neo sudah sampai pada point 2. Dia
sudah menyadari, bahwa baginya dia itu bukan siapa-siapa. Dan dalam kondisi
seperti itu, ternyata ia mampu menyelamatkan Morpheus. Padahal langkah tsb,
bagi Tank dan Trinity adalah langkah bunuh diri.

Neo bisa berbuat seperti itu karena dia beramal dalam kondisi nol (fana).
Dan karena Neo memang sejatinya adalah The One, maka ketika dia fana
muncullah sosok The One dalam dirinya.

Itulah adegan penyelamatan Morpheus. Dan di akhir adegan ini ada kalimat
Morpheus yang penting sekali bagi kita.
Waktu Neo ingin memberitahu, bahwa dari Oracle dia mengetahui bahwa dia itu
bukan siapa-siapa, Morpheus menyela, "She told you exactly what you need to
hear. That's all.
Neo, sonner or later you going to realize it. IT'S DIFFERENT BETWEEN KNOWING
THE PATH AND WALKING".



---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke