-----Original Message-----
From: Yani Qoyimah <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Tasawuf] Re: Khusu' [was[Tasawuf] Mendengarkan Allah

>Apa bedanya KHUSU' dengan KONSENTRASI?

Yang berbeda hanya terminologinya saja; intinya sama, yaitu pemusatan
pikiran.

>[Apa pula bedanya alam PIKIRAN dengan alam RUH?]


Kedudukan ruh lebih tinggi dari pikiran; alam ruh lebih halus dari alam
pikiran. Ruh menggunakan pikiran sebagai alat dalam berekspresi [berkarya]
untuk melakukan sesuatu di alam fisik.

>Salah satu ciri orang beriman adalah "khusu' dalam shalatnya".
>Rasululah SAW menerima perintah Shalat melalui Mi'raj. Dan beliau
>bersabda "Shalat adalah Mi'raj-nya orang beriman".
>Pertanyaan saya, apa hubungan antara KHUSU' dengan MI'RAJ, dan
>apa pula hubungannya dengan maqam IHSAN?

Seperti disebut di atas, khusyu' merupakan kondisi pikiran yang terkendali
dan terpusat ke satu arah. Bila pemusatan itu ditujukan kepada Allah dan
kemudian tersambung dengan Allah, ibarat pesawat radio yang di-tune dan
di-fine-tune dengan tepat hingga secara nyata menangkap [pancaran] frekuensi
gelombang Allah tanpa distorsi, maka keadaan itu di sebut mi'raj.

Ihsan merupakan satu dari tritunggal Iman-Islam-Ihsan. Iman adalah percaya
[tanpa melihat] kepada keghaiban yang diuraikan dalam keenam rukun iman;
Islam merupakan kelanjutan dari Iman dengan cara melaksanakan kelima rukun
Islam; dan Ihsan adalah menyadari kehadiran dan kesaksian Allah dalam segala
perbuatan yang kita lakukan meskipun kita tidak melihatnya. Iman itu ibarat
akar dari sebuah pohon, Islam merupakan tubuh pohon itu, sedangkan Ihsan
adalah air yang perlu senantiasa disiramkan agar pohon itu hidup dengan
sempurna.

Dari definisi dan fungsi Ihsan di atas, kita boleh menganggap bahwa Ihsan
bukan hanya sekedar optional, melainkan sebuah keharusan agar iman itu tidak
luntur. Bayangkan seolah-olah Allah adalah bos anda yang tidak mungkin anda
temui. Karena tidak pernah melihat, maka suatu ketika anda dapat lupa bahkan
dapat timbul penyangkalan bahwa bos anda itu betul-betul eksis. Tetapi,
kalau kita sering-sering berhubungan dengan bos itu melalui telepon, sangat
tipis kemungkinannya anda akan melupakannya karena ternyata dia mempunyai
cukup waktu luang untuk melayani anda. Anda akan bekerja dengan
sebaik-baiknya meskipun ia tak terlihat, karena yakin bahwa ia mempunyai
sistem controlling yang canggih dalam manajemen; ia tahu segalanya mengenai
pekerjaan anda meskipun anda tidak melapor.  Di sini, peran khusyu' itu
terletak di dalam teknik menelepon dan menerima pesan dari bos.

Wassalamu'alaikum wr wb
RS


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke