Delivered-To: [EMAIL PROTECTED] Mailing-List: hubungi/contact [EMAIL PROTECTED] Reply-To: [EMAIL PROTECTED] X-Provider: http://www.indoglobal.com Delivered-To: mailing list [EMAIL PROTECTED] X-Sender: [EMAIL PROTECTED] X-Mailer: QUALCOMM Windows Eudora Pro Version 4.2.0.58 Date: Tue, 10 Aug 1999 09:36:07 +0800 To: [EMAIL PROTECTED] From: Materi KTTV <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [Tasawuf] Hakikat Nikmat (koreksi) At 09:20 AM 8/10/99 +0800, you wrote: Assalamu'alaikum Wr. Wb Secara umum nikmat itu melingkupi segala sesuatu, yang dalam bahasa Pak Sunarman, mengarah kepada "energi positif", yang menjelma dalam bentuk nyata. Hal ini dikaruniakan karena sifat Ar-Rahmaan Allah. Nikmat secara umum harus disyukuri agar Allah menambah nikmat-Nya, sampai akhirnya kita mendapatkan nikmat yang khusus. Secara khusus, dan ini adalah hakikat dari kata nikmat adalah "Petunjuk" Allah karena sifat Ar-Rahiim nya Allah yang datang secara khusus ke dalam hati manusia (QS 64:11) untuk membimbing manusia tsb kepada Shirathal Mustaqiim. ================== KOREKSI: Nikmat secara khusus, pada hakikatnya adalah PETUNJUK ALLAH. Yang dikaruniakan Allah kedalam hati orang YANG BERIMAN DENGAN HAKIKI (QS 64:11) karena sifat Ar-Rahiim nya Allah. Nikmat ini untuk membimbing manusia yang mukmin tsb menuju dan berjalan di atas Shirathal Mustaqiim -demikian koreksi- =================== Tunjukilah kami shiraathal mustaqiim, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; (QS. 1:6-7) Dan agar Kusempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk. (QS. 2:150) Ada orang yang telah diberi petunjuk (nikmat) ini namun mengingkari (tidak mematuhinya). Tanyakanlah kepada bani Israil:"Berapa banyaknya tanda-tanda yang nyata, yang telah Kami berikan kepada mereka". Dan barang siapa yang menukar nikmat Allah setelah datang nikmat itu kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya. (QS. 2:211) Untuk itulah dikatakan bahwa orang-orang yang diberi nikmat (nikmat secara hakiki) hanyalah (Lihat QS 4:69) : 1. Para Nabi 2. Para Shiddiqin (Orang yang Menjadi Saksi Allah karena mengenal Allah dan diperkenalkan Allah) 3. Para Syuhada (Orang yang Menjadi Saksi Allah karena mengenal Allah) 4. Shalihin (Orang yang beriman/dianugerahi Allah cahaya iman dan melakukan amal shalih). Mereka inilah yang diberi nikmat oleh Allah. Mereka inilah yang mendapat petunjuk Allah untuk menuju dan menempuh shiraathal mustaqiim. Petunjuk Allah, juga bergradual sifat "jelas dan terang" nya. Kesempurnaan petunjuk (nikmat) Allah terjadi ketika Allah merealitas (men tajalli) dalam diri manusia dalam wujud Ruh Al Qudus. Hal ini terjadi pada tingkatan shiddiqiin (untuk orang selain Nabi) dan tingkatan Nabi. "(Ingatlah), ketika Allah mengatakan:"Hai 'Isa putera Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada Ibumu diwaktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus." (QS. 5:110) Lihat imel Pak Sigit sebelum ini, untuk melengkapi puzzlenya. =wallahu'alam= Abah Hilmy BTN Minasa Indah B-16 Gowa - Sulsel Telp. 0411-883976 --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
