Assalamu alaikum wr.wb,
        Mungkin subject yang saya tulis di depan terkesan kurang sopan, dan
mungkin jelas-jelas tidak sopan dan bertentangan dengan ajaran Islam. Namun
demikian, saya ingin meminta banyak pandangan dari para sahabat berkenaan
dengan subject yang saya angkat tersebut. Dan kalau kita bicara tentang
ideal, tentu jawabnya adalah "penting" dan "harus". Makanya saya ingin
berdiskusi bersama sebagai orang yang awam.
        Saya pernah berbincang dengan seorang teman wanita yang cantik, dia
sahabat saya, sudah saya anggap seperti adik, dan kebetulan dia adalah putri
dari seorang haji. Waktu itu saya sedang nonton film "Dawson Creek" bersama
teman saya itu di ruang keluarga, dan kebetulan dialog yang ada adalah
tentang virginity dan seks pranikah.
        Karena kebetulan temanya adalah hal itu, maka secara iseng saya
tanya kepada dia begini :"Eh, menurut kamu, virginity itu penting nggak sih
?"
        Dia balik bertanya :"Justru gua yang mau nanya ama elu, kalo buat
cowok, virginity itu penting nggak ?"
        "Ehm, karena yang punya istilah virginity itu kaum elu, makanya gua
nanya ama elu, kalo buat lu sendiri penting nggak ?"
        "Ok, menurut gua enggak," sahut teman saya itu. "Because buat saat
ini, toh banyak juga laki-laki yang udah nggak jejaka. Nggak fair dong kalo
yang cewek dituntut mesti virgin. Elu sendiri gimana, kalo mau punya istri,
elu nuntut mesti virgin atau enggak ?"
        Saya jawab :"Nggak mesti virgin, tapi depends on the causes."
"Kalau dia sudah "gol" karena cidera, it's okay."
        "Ah, itu kan bisa dikarang. Misalnya gua udah nggak virgin karena
melakukan begituan, kan gua bisa bilang ini karena jatuh. Gampang kan ?
Masalahnya adalah, gimana kalo ternyata seseorang itu udah nggak virgin
karena begituan, elu mau nerima jadi istri elu ?"
        Yap, itulah sekilas percakapan kami sahabat-sahabat. Apa yang
sahabat-sahabat lakukan, atau at least apa yang jadi solusi sahabat-sahabat
?
        Kalau kita bicara ideal, tentu kita bakal jawab "no". Dan kita juga
udah tahu hukuman bagi orang yang berzina, yaitu dirajam. Di agama Nasrani
pun juga ada hal yang semacam di dalam 10 perintah Allah, dilarang berzinah.
Tapi kali ini saya ingin mendapat masukan dari sahabat-sahabat yang isinya
tidak menghakimi. Sebab kalau isinya menghakimi ya dan tidak, saya yakin
banyak yang lari. Nggak fair dong, kalau seseorang sudah pengin bertobat,
terus dia mau jadi istri seseorang, tiba-tiba si laki-laki ini langsung
menolak. Lebih besar mana dosanya, melepas dia dan akhirnya dia kembali
berzinah karena dia merasa sudah tidak ada tempat dan dia merasa bukan
menjadi wanita baik-baik lagi. Atau kita juga berdosa jika kita menerima dia
yang sudah "begitu" dan tentunya melanggar sunah rasul, bahwa kalau cari
istri itu carilah yang baik (kriterianya pasti sahabat-sahabat sudah tahu).
        "Wanita baik-baik hanya untuk laki-laki yang baik-baik pula" kalau
nggak salah ada hal seperti itu. Nah, saya mohon bantuan dari para sahabat,
bagaimana menyikapi hal yang demikian. Sebab bukan tidak mungkin, banyak
wanita-wanita lain yang menganggap virginity is not important anymore.
Apalagi di Jakarta. Terima kasih atas tanggapan dari sahabat-sahabat.

Wassalamu alaikum wr.wb,




---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke