On Tue, 19 Oct 2004 16:00:34 +0700, Budi Rahardjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> On Tue, 19 Oct 2004 14:46:03 +0700, Monang Setyawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> ....
> > Pertimbangannya itu tadi pak, apakah Perl bisa digunakan dengan mudah
> > untuk mainan network sama graphic ;)
> ....
> 
> wah, justru perl ini lebih mudah dipakai di network :-)
> banyak masalah saya (di network) yang dibantu dengan
> perl-scripts (entah buatan sendiri atau pakai punya orang).
> 
> apa lagi kalau di atas unix, perl bisa leverage tools lain
> yang sudah ada di unix. (misalnya, saya mau buat tools
> untuk melakukan DoS attack, hanya butuh beberapa baris
> perl code aja :) he he he.

Sori, saya salah ambil term. Seharusnya jangan "network", tapi
"distributed computing."
Sejalan dengan tren di industri, di Java banyak standar (this standard
lead to API that can be used by the end developer) yang akan
memudahkan anak anda bikin sistem terdistribusi (whatever is it)..
Aduh, kok ini keluar konteks ya. Sori :)

> 
> soal grafik. memang perl tidak terlalu cocok.
> 
> 
> > Selain itu hati2 juga sama Perl, dia agak2 "kotor" (bukan bahasa
> > strong typing, as Java n Pascal are).
> 
> so what? strong typing ini terlalu dibesar-besarkan :)
> justru kemudahan dari perl ini yang membuat saya suka
> dengan bahasanya.

Walaupun sang bapak suka, tapi itu tidak berarti sang anak akan dapat
yang terbaik. Si bapak suka mungkin karena ilmunya sudah mencukupi
untuk membedakan mana yang baik, mana yang buruk (dalam kasus ini
adalah, bagaimana weak type bisa menambah produktivitas/simplicity).
Tapi bagaimana dengan sang anak? saya yakin kebanyakan anak2 yang baru
belajar akan salah paham tentang konsep variable dalam weak type
language. Jangan sampai mereka mengira karena variabel tersebut tidak
mempunyai tipe (hal ini bisa dihindarkan di strongly type lang, karena
secara eksplisit kita menyebutkan tipe variabelnya. Di
perl/php/python, tipe variabel ditentukan saat runtime oleh
interpreter), terus bisa memakai variabel tersebut seenaknya (misalnya
nyemplungin macam2 literal dengan tipe yang berbeda2 ke array).

Kembali ke konteks, rasa2nya, lebih baik mengajarkan sang anak
strongly typed language daripada yang weak one. Kenapa? karena
seseorang dengan mudah dapat berpindah dari lingkungan yang strongly
typed ke yang weak dengan mudah, tapi tidak sebaliknya (tapi saya rasa
hal ini tidak berlaku di OOP, where a type is a first class member ;).

> 
> sebetulnya saya sudah programming java semenjak versi lama.
> bahkan saya pernah kerja dengan hanya diberi sebuah javastation.
> (bayangkan, nggak ada apa-apa hanya java!)
> namun saya banyak "kegigit" (biten by) java karena kodenya tidak
> betul2 portable dari versi ke versi. kode2 saya yang dulu nggak
> ada yang jalan lagi. jadi ... saya menyerah dengan java :(

Haha.. jangan kapok pak ;) coba lagi deh..

> 
> something is wrong with it. but i cannot pinpoint what it is.
> 
> -- budi
> 


-- 
Demi masa..

Kirim email ke