On Sel, 2004-10-19 at 11:57 -0400, boy avianto wrote:
> Gagal masuk IF (keterimanya malah di AR) dan
> give up programming eh malahan dikenalin LISP, gara-gara customizing
> AutoCAD, (hi Jay! inget gak kita bikin model2 autoarchitect pas kuliah
> dulu?). Dari LISP naik ke C karena level programming di AutoCAD ada
> yang pake C (lupa namanya, udah hampir 10 tahun lalu). Dari situ mulai
> ngoprek2 serius C dan C++ (Quake mod dan bot) dan mulai merambah ke
> perl dan lain-lain.

haha, good old days!
I'm not a programmer, jaman AutoCAD 10 banyak feature penting untuk
kebutuhan drafting saat itu belum tersedia, memang sudah ada konsep
block (seperti style dalam CSS atau technical wordprocessing) tapi dalam
membuat elemen terkecil masih makan waktu banyak, terlalu lama bikin
object kalau hanya dibuat dengan perintah 'line' saja

Pelopor-pelopor CAD di Arsitektur saat itu (generasi 80-an) seperti Rayi
Iswara, Gajah Mada (ini nama beneran lho!), Jindol, Erwinthon, Surjanto,
A Hok dll banyak mengembangkan AutoLISP untuk kemudahan tersebut,
kemudian diteruskan oleh Boy dan Andi Novianto (ni orang salah jurusan
juga, sekarang kerja di Matahari Studio)

Di atas versi AutoCAD 12 sudah semakin canggih, juga semakin sedikit
yang mengembangkan AutoLISP untuk kemudahan perancangan (tidak hanya
drafting) dengan modelling 3D (ini fungsi CAD sesungguhnya untuk
lingkungan Arsitektur, tidak hanya drafting gambar kerja 2D)

Nggak kebayang puluhan file CAD waktu saya TA diproses menjadi satu
single project dengan processor 133Mhz RAM 32MB, siap diplot jadi gambar
kerja dan model 3D untuk visualisasi (kurang sistem database aja untuk
estimasi volume). Dipikir-pikir kurikulum Arsitektur itu gila
mengharuskan project skala besar sendirian!

eh, jadi OOT!


-- 
Jay adalah Yulian, http://yulian.firdaus.or.id


Kirim email ke