Pada 18 Dec 2004, 08:55:20 -0800, ron4ld menulis (diringkas):
> 
> Bagaimana dengan (bhs programming) "Java"? - & Gamelan & dll
> -- yg skr identik dg Sun.
> Apa itu diboyong dari Indonesia juga? :-)
> 
> ronald
> 
---akhir kutipan---

        Java lebih berasosiasi ke kopi. Kabarnya kopi Indonesia termasuk
        jajaran top di dunia; sila periksa ke toko kopi antik di pojokan
        Jalan Pecinan (menghadap Pasar Baru) Bandung.

        Penjelasan tentang Java,
        http://kasimchen.com/2004/12/14/the-origin-name-of-java/

        Gamelan menjadi nama pengumpul pustaka untuk bahasa pemrograman
        Java; sekalipun sebagai alat musik tradisional dari Jawa yang
        dipelajari beberapa musikus serius-eksperimentalis Amerika juga
        masih dikenal.

        Batik pun masih dikenang orang sebagai salah satu motif, kendati
        mulai rancu sebagai "bahan pakaian dari Malaysia". Di dunia
        grafik, SGV Batik adalah modul Apache, selain Jakarta. Unik
        juga, jika dicari "Karapan Sapi", yang muncul pertama di Google
        adalah Struts Generator. Udhien yang asli Madura sudah lama
        "protes" perihal ini.

        Sekalipun pusat kebudayaan dan penelitian tentang Jawa masih
        bertumpu pada aktivitas di Pulau Jawa, Indonesia, namun jangan
        dilupakan diaspora mereka terutama akibat migrasi buruh zaman
        kolonialisme. Saya cari situs yang menjelaskan tentang Wiridan
        (ritual Islam yang mendapat tempat tersendiri dalam mistik
        Jawa), penyusun situs yang menggeluti dalam konteks kebudayaan
        Jawa ada di http://www.xs4all.nl/~wichm/wirid.html (Belanda
        je!). Demikian juga entri paling atas untuk "Wali Sanga" (pakai
        spasi) di Google adalah nama pembuat desain Web di Breda,
        Belanda.

        Jika ada rehat, coba nikmati "internasionalisme Jawa" di
        http://www.banyumili.com. Bagi saya itulah situs yang
        menggambarkan gegar budaya: pembuatnya orang-orang Jawa Suriname
        di Rotterdam dengan bahasa pengantar "campur-aduk" Jawa dan
        Belanda, namun untuk Bahasa Jawa digunakan penulisan EYD
        Indonesia! Salah satu hikmahnya: salah seorang teknisi
        peluncuran roket Ariane di Guyana, negara tetangga Suriname,
        yang pernah diwawancarai Republika beberapa tahun lalu juga
        mengaku keturunan Jawa dari zaman kolonial.

        Ah, maaf jika email ini terlalu keluar dari topik dan tidak ada
        maksud apapun dengan bercerita salah satu suku di negara kita.
        Anggap saja rekreasi akhir pekan. :-)


Salam hangat,

-- 
amal

Say something you'll be sorry for, I love receiving apologies.

Kirim email ke