baskara wrote:
On Wed, 05 Jan 2005 11:47:28 +0000, Harry Sufehmi
Saya jadi kepikiran, daripada membangun Early Warning System (EWS)
dengan biaya mahal, bukannya ini berarti kita bisa membuat EWS sendiri ?
Kita secara rutin feed data dari LISS, lalu kalau data melonjak
melampaui parameter yang sudah ditentukan, maka dikirimkan warning (via
email/SMS/dll)

LISS itu memberikan seismic data saja yang tidak bisa digunakan untuk membuat early warning terhadap tsunami. AFAIK. Untuk membuat early warning terhadap tsunami, diperlukan sensor2 yang disebar di lautan. Sensor2 ini tidak hanya untuk peringatan tsunami saja, melainkan juga untuk memperkirakan cuaca. Sudah nonton film The Day After Tomorrow? Film itu menggambarkan sensor2 di laut yang mengirimkan datanya melalui satelit.

Makanya, saya ingin tahu apakah ada yang punya kenalan ahli geologi disini; mungkin siapa tahu bisa dibuat semacam algoritma yang mengkombinasikan data-data dari stasiun-stasiun LISS dan kemudian diproses untuk menentukan :


# lokasi epicenter
# apakah di darat atau di laut
# apakah cukup kuat untuk menyebabkan tsunami

Siapa tahu dengan algoritma yang cocok, kita bisa cukup mengandalkan data seismik, dan EWS Tsunami bisa dibuat dengan biaya minimal.

Kalau dikasih embel-embel "menarik untuk jadi bahan skripsi MSc / PhD", mungkin jadi ada yang tertarik ? ;-)
Atau bisa dijual - langganan notifikasi EWS via HP selama sebulan dengan mengirim SMS premium ? Dst.



Jepang menyebarkan sensor2nya di lautan Pasifik. Itu pun masih belum
cukup untuk membuat early warning system yang cukup cepat.

Kalau dengar-dengar kabar kemarin, early warning-nya sudah cukup cepat (kecuali Indonesia ya, karena terlalu dekat dengan epicenter-nya)
Cuma, birokrasi cukup berperan dalam mementahkan ini semua.


Jadi dengan Public EWS, mudah2an EWS-nya jalan *dan* tidak digagalkan oleh / bisa melompati belitan birokrasi.


regards, -HS

Kirim email ke