On Sat, 8 Jan 2005 13:07:58 +0700, N e o <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > saya pernah membaca bahwa apa yang ditulis media itu adalah cerminan > masyarakat pembacanya. kalau memang berita gak betul masih tetap > dilahap dengan nikmat, ya berarti emang begitulah sikap > masyarakatnya. ini bicara mayoritas ya, karena akan tetap ada yang > kritis, namun sayangnya jumlahnya belum mencapai critical mass untuk > mengubah isi dari media massa sekarang. > -- cermin masyarakat pembaca/penikmat media? atau cermin pengelola media (kompleks didalamnya, termasuk salah satunya wartawan)?
IMHO, seandainya media memberikan _hanya_ hal yang baik dan akurat (setidaknya mendekati), bukan memberikan content yang tak didukung oleh fakta atau riset (riset dalam arti umum) *memang sih jauh dari mungkin*, bukankah itu adalah pendidikan yang baik secara tidak langsung kepada penikmatnya?, atau memang masyarakat yang harus selalu pintar-pintar memilih media yang 'layak dinikmati'? terus terang, karena background saya berkaitan langsung dengan dunia pendidikan, saya banyak memberikan komentar berdasarkan nilai/norma, yah mungkin ini imbas dan itu terserah pada rekans untuk mengomentari. tapi kadang saya sempat berpikir, jaman ketika mass media dikontrol pemerintah, content yang dipublikasikan sedikit lebih sopan dibanding saat ini, hingga belakangan ada KPI, namun masih sayang KPI hanya fokus ke mass media elektronik (tv, radio), bukan media cetak. jadi apakah content media itu benar cerminan masyarakat penikmat media secara mayoritas? heu ini khan udah gak nyambung ama kermit! -- I am what I am today because of the choices I made yesterday.
