Pada 12 Jan 2005, 09:59:09 +0700, enda nasution menulis (diringkas):
> 
> IMO. Ada dua pandangan sih mas amal, pertama yang mas amal kemukakan
> diatas. Kedua, para engineer di google harusnya berhati-hati untuk
> tidak mengindex hal-hal yang sensitif.

        Memang, pernah jadi perdebatan antara hak menyatakan pendapat
        dan keamanan bersama. Yang sudah jelas misalnya situs yang
        berisi cara perakitan bom: apakah Google memperlakukan seperti
        halnya situs umum lainnya, atau harus dikeluarkan dari daftar
        kunjungan.

        Beberapa pekan lalu ramai kabar penjualan senjata api gelap di
        Belanda, media langsung mengasosiasikan dengan kemudahan mencari
        pemasok gelap lewat Internet -- yang ujung-ujungnya mesin
        pencari lagi.

> Sekarang yg kita tahu baru hal2 diatas aja, tapi siapa yang tahu
> informasi sensitif apa saja yg sudah diindex oleh google dan bisa
> diakses oleh publik.

        Sulit jika Google harus menyusun tim yang merumuskan bagian yang
        boleh dan bagian yang dilarang diindeks. Malah jadi sorotan umum
        nantinya.

        Jika situs tersebut beritikad baik (bukan pedagang senjata api
        gelap, bukan tempat warez, bukan situs pengacau PageRank,
        misalnya), saya justru mempertanyakan pengelolanya: kenapa
        informasi sensitif mereka bisa terekspos ke publik atau
        Googlebot?

---akhir kutipan---

-- 
amal

Liar, n.:
        A lawyer with a roving commission.
                -- Ambrose Bierce, "The Devil's Dictionary"

Kirim email ke