At 19:34 -0500 1/13/05, boy avianto wrote:

Belum lagi perletakan huruf-huruf di 'keyboard' yang sebenarnya sudah tidak relevan lagi dengan dunia digital karena perletakan huruf di 'keyboard' itu bukanlah karena alasan 'kemudahan pengetikan'. Tapi alasan mekanik yang jelas-jelas tidak releven saat ini.

ralat boy. peletakan huruf qwerty itu jelas-jelas untuk kemudahan pengetikan. maksudnya untuk memudahkan sales mengetik "typewriter" di jaman dulu, hehehe. btw layout dvorak pun belum tentu cocok buat mengetik dalam bahasa indonesia.



Nah, bukankah lebih nyaman kalau sebuah 'antarmuka' tidak perlu dipelajari lagi? Sudah ada begitu saja, tinggal pakai tanpa harus belajar. Contoh paling sederhana (walaupun agak rumit juga sih sebenarnya) adalah telpon. (Bukan ponsel tapi telpon tuts tekan model lama). Kebanyakan orang kan tidak perlu diajari cara menggunakan telpon model itu, tinggal tekan nomornya dan halo-halo.

ini ada pengalaman yang lumayan menarik (atau memelas?). saya sedang mengantri telpon umum di pasar balubur (tamansari, bandung), dan yang sedang menggunakan telpon umum itu adalah wanita yang memegang sebuah kartu nama, dan berusaha menelpon 021sekiansekian. kalau saya tidak interupsi mungkin dia tidak akan tahu kalau telepon umum koin di indonesia tidak akan bisa digunakan untuk melakukan sljj.


--
I solemnly swear that I'm up to no good
http://data.startrek.or.id
http://kiozk.com

Kirim email ke