Pada hari Kamis, tanggal 13/01/2005 pada 21:55 -0500, boy avianto menulis:
> Tapi semua data-datanya baik yang mendukung teori 'kemudahan > pengetikan' dan 'mekanik' sama-sama vague. Jadi ya, apa adanya aja > lah. Yang jelas gue tetap berpendapat bahwa keyboard itu adalah > instrument input paling tidak manusiawi. tapi paling lengkap saat ini selama metoda input lain belum ditemukan, perkembangannya hanya mengacu ke inovasi penyederhanaan jumlah input dan media fisiknya jangankan mesin, interaksi manusia dengan manusia pun jika kapasitas/resourcenya berbeda membutuhkan input lebih banyak misal seorang boss menyuruh kerjaan ke asistennya "tolong buatkan laporan meeting" "baik pak, segera" input yang diterima asisten bisa macem-macem, bisa satu variabel yg sudah cukup, atau bisa juga dianggap satu variabel yang membutuhkan banyak input/variabel lainnya, bisa saja respon asisten menjadi "ada 10 meeting, yang mana?" dibutuhkan resource yang lebih besar supaya input menjadi lebih sederhana, bahkan pemimpi di serial star trek pun masih bertahan dengan kondisi ini "computer, play a music!" "please, specify" "heavy metal" "there's about one million heavy metal music, please specify" -- 2289 -- 11 May The U.S.S. "Decatur" (NCC-2500) finishes her midshipman training cruise -- [SotF]
