Pada 18 Jan 2005, 09:05:27 +0700, Budi Rahardjo menulis (diringkas):
>
> Yang beda:
> - semangat juang. hidup atau mati di bidang XYZ.
> hidup atau mati saya mau ke Mars, misalnya.
[...]
> kadang-kadang terpikir juga oleh saya, ngapain saya repot2 menjadi
> entrepreneur. menjadi PNS lebih mudah. tinggal ongkang-ongkang kaki,
> gaji datang terus.
> menjadi entrepreneur memang membutuhkan pengorbanan yang besar.
> kalau tidak suka ... sudah lama saya tinggalkan.
>
---akhir kutipan---
Ini yang menarik, misterius, dan saya masih perlu digebuki
supaya kuat. Semangat juang... mau teriak rasanya masih malu
belum punya pengalaman dan terbayang resiko kamikaze, tapi kalau
tidak diteriakkan hilang oleh kompromi-kompromi sekitar.
Idealisme sebenarnya menggairahkan di sektor apapun. Taut
tentang (alm.) Pak Hans J. Wospakrik, yang ditulis Mas Andika,
dan beberapa tokoh akademis besar yang sudah berpulang, dan saya
baca potongan ceritanya lewat tulisan Pak Budi, benar-benar
memikat.
Di Indonesia lho mereka berjuang dengan idealisme tersebut!
* maaf kalau jadi retorik, mudah-mudahan masih bisa disulut
semangat untuk konsisten dan tekun.
--
amal
Laughing at you is like drop kicking a wounded humming bird.