On Thu, 20 Jan 2005 16:24:15 +0700, Idban Secandri
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> On Thu, 20 Jan 2005 15:59:03 +0700, Budi Rahardjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Bukan salah masyarakat (awam), kalau menjuluki
> > seseorang sebagai pakar. Karena di mata publik, orang
> > ini memang tampil sebagai pakar: selalu bicara tentang
> > pengetahuan tertentu secara meyakinkan, dan mudah
> > dipahami masyarakat. Masyarakat awam tak punya
> > kemampuan (ilmu) untuk mengkritisi, jika si "pakar"
> > ini salah ucap.
> 
> sangking mudahnya bahkan masyarakat jadi terlena kalau yang dikatakan
> pakar itu salah, dan pakar itu tidak mau mengadakan press release soal
> kesalahannya
> 
> > Kalau memang si A (tak usah menyebut nama) sebenarnya
> > bukan pakar, dan penjelasannya sering salah, adalah
> > tugas pakar yang sebenarnya atau lembaga asosiasi
> > dalam bidang ilmu/pengetahuan terkait, untuk
> > menunjukkan letak kesalahan itu pada masyarakat.
> > Selama kritik atau sanggahan tidak dilakukan, ya tentu
> > saja "kepakaran" si A itu tetap bertahan. Masyarakat
> > tak melihat ada yang salah kok!
> 
> masalahnya bukan tidak ada usaha untuk hal ini :) terakhir sekali sang
> pakar bilang jangan percaya dng situs yang tidak resmi, ya percuma
> saja diluruskan kalau mereka (awam) sudah terlanjur terlena.
> 
> > Seharusnya pula, komunitas ilmiah atau asosiasi ini
> > memberi alternatif, menunjukkan siapa-siapa saja yang
> > sebetulnya pakar dan pantas jadi narasumber wartawan.
> > Jangan cuma menyalahkan masyarakat dan wartawan.
> > Sehingga media massa dan masyarakat bisa beralih ke
> > sumber-sumber informasi yang lebih kompeten, lebih
> > bertanggungjawab.
> 
> gerombolan siberat :)
> 
> > > Mungkin orang-orang yang banyak mengkritik figur
> > > seperti itu perlu mengikuti jejaknya agar sama
> > > seperti publik figur tersebut, menjadi terkenal.
> > > karena kritikan datang umumnya karena ada perasaan
> > > kecemburuan dan menjatuhkan bukannya kritik
> > > membangun
> 
> inilah yang sepertinya diterapkan oleh beliau, dilihat dari reply2
> milis yang cenderung menyerang orang yang berusana meluruskan tanpa
> ada penjelasan dari beliau.
> 
> > > alasan mengapa Mas Roy
> > > dijuluki pakar oleh sebagian kalangan wartawan.
> > >
> > > Alasan itu adalah:
> > > 1.Mas Roy bisa dikatakan pihak pertama yang
> > > mempopulerkan TI ke
> > > publik. Pada kasus Tommy, ia bicara soal deteksi
> > > keberadaan pemilik
> > > ponsel pada pers. Pada kasus Habibie, ia juga
> > > mengangkat isu sadap
> > > telpon. Di kasus Sukma-Bjah, dia juga yang
> > > menjelaskan soal
> > > metadata.Adakah saat itu pakar TI yang bisa dengan
> > > mudah mengaitkan
> > > TI pada isu hot? Belum ada.
> 
> hanya dengan melihat metadata sepintas tanpa ditelusri apa, mengapa
> dan bagaimana metadata dibuat bahkan dapatkan dimodifikasi sudah
> menjatuhkan vonis :(. sebaiknya dilakukan pembuktian, riset atau
> apalah sebelum memutuskan sesuatu.
> sebuah program saja melalui jalur bertahap dari
> pre-beta-rc-rilis/stabil tidak ada yang langsung bilang stabil
> 
> > > 2. Memang Mas Roy tak punya latar pendidikan formal
> > > TI, tapi dengan
> > > keluasan wawasannya ia bisa menjelaskan secara
> > > gamblang dan mudah
> > > dicerna pada publik. Bahasa yang digunakannya cukup
> > > membumi. Wartawan
> > > yang saat itu (saat Mas Roy mulai disorot publik)
> > > belum paham benar
> > > dengan TI, tentu akan senang menghubungi Mas Roy.
> > > Dan bidang TI yang
> > > dipaparkannya begitu beragam, maka para wartawan
> > > dengan mudah saja
> > > memberinya titel "pakar multimedia".
> 
> wawasan luas dng penjelasan yang ngawur :)
> 
> > > 3.Mas Roy tipe publik figur yang mudah dihubungi.
> > > Teman saya di desk
> > > politik pernah menghubungi ponselnya pukul 6 pagi.
> > > Dan Mas Roy dengan
> > > enteng bersedia diwawancarai.
> 
> :) orang mungkin melihat caller idnya mau jam 1 malem kalo caller
> idnya orang terdekat dan mendatangkan keuntungan (pamor) pasti
> diangkat.
> 
> Bahan blog :) hayu siapa duluan

yang ikutan techomedia 
bisa diforwardkan ke milis technomedia

-- 
http://secandri.com/blog

Kirim email ke