Pada 21 Jan 2005, 16:00:04 +0900, Pakcik menulis (diringkas):
>
> Saya gak kenal orang2 yg di list itu secara pribadi, tapi saya juga
> gak setuju ada list2 begini. Terlepas dari benar/salah omongan yang
> dikeluarkannya, saya kira gak baik ada list2 beginian.
>
> atau mungkin teman2 merasa list ini ada gunanya?
>
---akhir kutipan---
Saya tidak bermaksud membela Pak Budi: yang dia lakukan adalah
menjernihkan persoalan agar langsung pada tujuan ("to the
point"), supaya tidak usah bertele-tele karena rikuh ini dan
itu. Toh daftar di atas bukan dikeluarkan oleh politbiro. :-)
Saya juga "agak terkejut" karena dikirim ke sini: bukankah
arsip "mailing list" ini terbuka untuk publik? Apakah tidak
berabe jika dibaca umum? Karena pengirimnya BR sendiri, tentu
wewenang ada di tangan dia.
Di "mailing list" ini daftar di atas memang kurang berguna dan
usul saya: tidak usah dibahas lebih jauh. Lebih baik kita lihat
dari sudut positif bahwa BR ingin keterbukaan ada di dua
"mailing list", sehingga tidak beredar fitnah menggunting dalam
lipatan. Namun untuk Technomedia, IMO, daftar tsb. lebih
berguna, agar diskusi dengan orang yang berkepentingan (wartawan
dan nara sumber) dapat lebih lancar.
Usul saya untuk Pak Budi: tampaknya persoalan RS (sebagai
pribadi) sebaiknya diakhiri di sini. Untuk menghindari polusi di
teknologia. Nanti kita lanjutkan dengan substansi (jika ada)
yang memang perlu diluruskan. Saya kira persinggungan teknologia
dan technomedia sudah cukup untuk ronde pertama ini, karena toh
kedua belah pihak punya domain anggota dan pembicaraan
masing-masing.
--
amal
Breeding rabbits is a hare raising experience.