On Wed, 26 Jan 2005 06:15:14 +0700, Budi Rahardjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Sebetulnya ambisi ke depannya sih lebih dari sekedar jalan-jalan. > Misalnya, ada plot cerita yang harus diikuti seperti "Where in the > world is Carmen San Diego[?]". > Yang lebih penting itu adalah detailnya. > Mau Bandung jaman tahun berapa? Mungkin bisa dibagi per-dekade. > Tahun 2000-an, 1990-an, 1980-an, 1970-an, dan seterusnya. Hmm. masalah detail dan rekonstruksi digital kalau memang kita punya bahan dasarnya - dokumentasinya sebenarnya tidak terlalu sulit. Yang sulit itu mencari dokumentasinya, supaya akurat. Proyek rekonstruksi digital studio saya disini bisa cepat karena dokumentasinya lengkap sekali. Disini ada Jay kan? Jay, apa kabar proyek Masjid 2000 (Proyek anak-anak arsitek untuk mendokumentasikan dan merekonstruksi digital masjid-masjid di seluruh nusantara)? Masih akan dikembangkan gak sih? > > ini mudah, kalau struktur HTMLnya sudah benar namanya tampilan bisa > > diotak-atik seenaknya. > > Yang repot itu kan membuat detail dari theme :) Wah, jadi ingat salah satu quote terkenal soal desain: "You know you've achieved perfection in design, not when you have nothing more to add, but when you have nothing more to take away." > Saya hanya ingin tahu ... seberapa "hebatkah" kemampuan dari anggota > teknologia ini? he he he. > Seberapa artistikkah? Ditunggu ;) -- boy avianto @ gmail account http://avianto.com/ - the archive
